Cegah Bersama Cacar Monyet di Jakarta

Cegah Bersama Cacar Monyet di Jakarta

Kamis, 26 Oktober 2023, 07:16 WIB

Sejak terdeteksi masuk ke Indonesia sejak tahun 2022 lalu, kasus pasien terinfeksi cacar monyet (Monkeypox) kembali terdeteksi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang tahun 2023, dalam catatan terakhir hingga 25 Oktober 2023 tercatat 12 (dua belas) kasus positif Monkeypox di wilayah DKI Jakarta.  

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah dalam memutus mata rantai penularan cacar monyet.Terkini, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono turut membentuk tim khusus dalam upaya tracing kasus cacar monyet di Jakarta agar tidak meluas.

Mengenal Penyakit Cacar Monyet

Dalam publikasinya, Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) mengungkap bahwa virus cacar monyet/Monkeypox pertama ditemukan pada primata di Denmark di tahun 1958. Virus tersebut kemudian pertama kali terdeteksi menginfeksi manusia dengan pasien bayi berusia 9 bulan di Kongo.

Sementara itu, kasus cacar monyet pertama kali tercatat memasuki Indonesia pada Agustus 2022 lalu. Secara global, hingga kini sudah 89 negara yang melaporkan kasus cacar monyet. Karenanya, kini penyakit cacar monyet menjadi perhatian seluruh negara di dunia.

Transmisi atau penularan cacar monyet tidak semudah penularan covid-19. Namun, penularan bisa melalui kontak erat sentuhan kulit dan kontak mulut. Beberapa cara penularan melalui kontak yaitu melalui:

  • Antar muka (berbicara atau bernapas);
  • Sentuhan kulit (menyentuh atau berhubungan seksual);
  • Kontak mulut (berciuman);
  • Percikan aerosol jarak pendek dari kontak dekat yang berkepanjangan.

Jika kita terpapar penyakit cacar monyet, ada beberapa gejala umum yang bisa terdeteksi dengan cepat. Seperti demam tinggi dan ruam di beberapa anggota tubuh.

Langkah Cegah Wabah Cacar Monyet 

Langkah Cegah Wabah Cacar Monyet 

Dinkes Provinsi DKI Jakarta mengimbau bahwa penyakit cacar monyet merupakan wabah yang bisa ditanggulangi dengan tiga langkah strategis, yaitu:

  • Deteksi Dini (Detect);
  • Pencegahan (Prevent); dan
  • Tindakan (Respond).

Langkah deteksi dini dilakukan dengan cara mengobati apabila menemukan kasus aktif cacar monyet. Upaya deteksi dilakukan tidak hanya bagi kasus aktif, namun juga bagi suspek bergejala.

Berdasarkan Surat Dirjend P2P IM.02.04/C/4449/2023, 20 Oktober 2023 tentang Pelaksanaan Vaksin Monkeypox, Dinkes DKI Jakarta akan melakukan vaksinasi bagi kelompok rentan, yaitu

  1. Kelompok LSL (Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki) dengan kriteria:
  2. Melakukan hubungan seksual berisiko dalam 2 minggu terakhir. Jika LSL adalah Orang Dengan HIV (ODHIV), maka dapat divaksinasi, namun jika dalam kondisi sehat cukup meminum obat Antiretroviral (ARV) teratur dan Viral Load di bawah 50 (undetected).
  3. Petugas laboratorium yang melakukan pemeriksaan sampel virus Monkeypox di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof.dr.Sri Oemijati.

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara berkala dengan memperhatikan ketersediaan dosis vaksin serta kondisi penyebaran virus Monkeypox.

Selain melakukan vaksinasi, upaya pencegahan juga bisa dilakukan masyarakat Jakarta dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), khususnya rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker, dan tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko.

Upaya terakhir adalah dengan cara melakukan respon aktif dalam memutus mata rantai penyakit cacar monyet. Setiap kasus positif akan diisolasi di RS meskipun bergejala ringan.

Menghadapi ancaman penyakit cacar monyet membutuhkan langkah sinergis dan kerja keras kita bersama. Keberhasilan kita menghadapi badai pandemi covid-19 telah membuktikan Jakarta sebagai kota pandemic-proof, kota yang bisa melindungi segenap warganya dari dampak pandemi.

Tersedianya arsitektur kesehatan oleh pemerintah harus didukung oleh pola hidup bersih dan sehat dari masyarakat. Jaga diri, jaga keluarga, jaga Jakarta.

Artikel Terkait

Skip to content