Jakpreneur

Jakpreneur

Saatnya bareng-bareng berkolaborasi untuk mengembangkan potensi usaha di Jakarta dengan kemandirian dan keterampilan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses seluas-luasnya bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Kini, semua orang dapat meningkatkan keterampilan wirausaha dan berkesempatan untuk meraih kesuksesan masing-masing, melalui ragam manfaat bergabung dengan Jakpreneur. 

Apa itu Jakpreneur?

Jakpreneur adalah platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan UMKM melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pendidikan, maupun institusi pembiayaan. Jakpreneur dapat berbentuk kerja sama jangka panjang maupun bentuk kegiatan lainnya, yang berpotensi untuk mengembangkan  keterampilan dan kemandirian berusaha, dengan cara kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, lembaga, dan/atau pihak lainnya.

Jak merupakan gambaran identitas dari Kota Jakarta, sementara Preneur diambil dari kata entrepreneurship yang merupakan fokus program ini.  

Apa manfaat bergabung dengan Jakpreneur?

  • Pelatihan

Pelaku usaha akan diberi pelatihan:

  • Pelatihan tingkat dasar; dan

  • Pelatihan tingkat lanjutan.

Pelatihan tingkat dasar dan tingkat lanjutan meliputi:

  1. Pelatihan teknis (pelatihan mengenai teknis produksi dan pengembangan produk); dan

  2. Pelatihan nonteknis (pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan manajemen usaha, promosi, erta pemasaran produk).


  • Pendampingan Usaha

Pelaku usaha akan didampingi dalam:

  1. Pemasaran;

  2. Permodalan;

  3. Laporan keuangan;

  4. Memberikan ide-ide kreatif;

  5. Melakukan perubahan pola pikir kewirausahaan;

  6. Membantu mencari penyelesaian permasalahan usaha;

  7. Membentuk pelaku usaha yang unggul.


  • Perizinan

Pelaku usaha akan difasilitasi dokumen perizinan dan/atau nonperizinannya, dapat dilakukan perorangan atau kolektif oleh Perangkat Daerah Penyelenggara Jakpreneur berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM–PTSP) Provinsi DKI Jakarta.

  • Pemasaran

Pemasaran produk pelaku usaha oleh Perangkat Daerah Penyelenggara Jakpreneur secara mandiri paling sedikit dilakukan 12 (dua belas) kali dalam satu tahun, melalui penyelenggaraan pameran wirausaha, baik lokal, nasional, maupun internasional. Sementara, pemasaran oleh penyelenggaraan pameran wirausaha lokal, nasional maupun internasional dilakukan minimal empat kali setahun.

Fasilitas pemasaran produk pelaku usaha Jakpreneur dapat dilakukan melalui penjualan langsung, atau penjualan melalui sistem perdagangan berbasis elektronik dan/atau dalam jaringan (daring) yang dikelola oleh Perangkat Daerah Penyelenggara Jakpreneur, lembaga dan/atau pihak lainnya.

  • Pelaporan Keuangan Usaha Berbasis Aplikasi 

Aplikasi pelaporan keuangan ini bermanfaat untuk membantu pembuatan laporan keuangan usaha yang dikelola, selain memudahkan pemenuhan persyaratan akses permodalan

  • Permodalan

Pelaku usaha Jakpreneur yang telah memiliki izin usaha ataupun belum memiliki, difasilitasi untuk mendapatkan kemudahan akses permodalan dari perbankan, lembaga, dan/atau pihak lainnya. Salah satu bentuknya ialah kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan perbankan dan/atau lembaga lainnya, berupa persyaratan kredit yang lebih ringan, misalnya kredit untuk usaha yang baru berjalan kurang dari enam bulan.

  • Jakpreneur Memfasilitasi Sarana dan Prasarana

a. Optimalisasi pemanfaatan fasilitas sarana yang telah dimiliki; 

b. Pemberian bantuan sarana berupa alat kerja atau sarana lainnya sebagai pendukung 

pelaku usaha Jakpreneur dalam mengembangkan usahanya; dan/atau 

c. Prasarana Klinik Kewirausahaan.

Fasilitasi sarana dan prasarana di antaranya berbentuk optimalisasi tempat usaha yang telah dimiliki, misalnya melalui kolaborasi dengan lembaga/pihak lainnya untuk pembayaran dengan aplikasi kasir,  tampilan tempat usaha yang lebih menarik, fasilitasi pengembangan usaha berupa etalase, gerobak, maupun sarana penjualan lainnya bagi para UKM binaan berprestasi yang terpilih, serta berbagai bentuk fasilitasi lainnya.

Cara Bergabung

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 7, syarat mengikuti program Jakpreneur yaitu: Warga Pemprov DKI Jakarta yang dibuktikan dengan KTP DKI Jakarta, baik individu atau kelompok. Namun, bagi wirausaha pemula dan wirausaha naik kelas yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta, dapat mendaftar sebagai peserta Jakpreneur dengan cara sebagai berikut:

  1. Berdomisili dan beraktivitas di Jakarta paling sedikit dua tahun, dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah; dan

  2. Mendapat fasilitas kegiatan yang berkolaborasi dengan lembaga atau pihak lainnya.

Adapun yang dimaksud dengan Wirausaha Pemula yaitu pelaku usaha yang memiliki: 

  1. KTP DKI Jakarta; dan

  2. Surat pernyataan rencana membuka usaha yang dapat berupa pernyataan secara daring melalui aplikasi Jakpreneur.

Adapun yang dimaksud dengan Wirausaha Naik Kelas, yaitu pelaku usaha yang memiliki:

  1. KTP DKI Jakarta;

  2. Bukti kepemilikan usaha; dan

  3. Surat pernyataan rencana mengembangkan usaha, yang dapat berupa pernyataan secara daring melalui aplikasi Jakpreneur.

Bagi yang ingin mendaftarkan diri sebagai bagian dari Jakpreneur, silakan klik tautan berikut https://Jakpreneur.jakarta.go.ig/daftar.

Berdaya Bersama dengan Kolaborasi

Dengan Jakpreneur, Pemprov DKI Jakarta konsisten berperan aktif mendorong dan menstimulus pengembangan UMKM. Namun hal tersebut tentunya dapat berkembang berkat kolaborasi dengan berbagai pihak. 

Program Jakpreneur dilaksanakan oleh 7 (tujuh) Dinas sebagai Perangkat Daerah Penyelenggara Jakpreneur, yaitu: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian; Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi; Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Dinas Kebudayaan; Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk; serta Dinas Sosial.

Selain itu, program Jakpreneur berkolaborasi dengan berbagai pihak, yang saat ini sudah terjalin di antaranya dengan:

  1. Bank DKI: akses permodalan dan program kredit tanpa agunan;

  2. Shopee: pelatihan dan pembinaan berkelanjutan untuk transaksi via online;

  3. Gojek: pelatihan, kolaborasi dalam acara, dan digital payment;

  4. Bukalapak: pelatihan, training untuk para pendamping, dan melalui komunitas Bukalapak;

  5. Grab: perluasan pemasaran dan digital payment;

  6. Tokopedia: pelatihan, training untuk para pendamping, dan pemasaran produk;

  7. LLDIKTI: menyediakan penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan bagi para usaha binaan Jakpreneur.

  8. Bank Indonesia: edukasi laporan keuangan serta kesempatan pemasaran di luar negeri;

  9. Otoritas Jasa Keuangan: fasilitasi untuk Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan mendorong industri jasa keuangan untuk memberikan permodalan bagi binaan.

Jakpreneur juga terbuka bagi seluruh kolaborator yang ingin bekerja sama dalam pengembangan kewirausahaan di DKI Jakarta. Yang paling penting dari kolaborasi ini adalah kerja sama dengan para pelaku usaha peserta Jakpreneur, untuk membangun ekonomi Jakarta yang lebih baik lagi. 

Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:

https://jakpreneur.jakarta.go.id

Instagram @jakpreneur

Aplikasi Jakpreneur

Artikel Terkait