KPDJ

KPDJ

Dinas Sosial
Minggu, 17 Januari 2021, 03:49 WIB

Tentang Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta


Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) merupakan salah satu program bantuan yang bertujuan untuk mencegah kerentanan sosial bagi para penyandang disabilitas di DKI Jakarta, serta memenuhi kebutuhan dasar mereka. Program KPDJ ini diluncurkan sejak 28 Agustus 2019 yang pelaksanaannya atas beberapa dasar hukum, yakni:


  1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai ibu kota Kesatuan Republik Indonesia.  

  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. 

  3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. 

  4. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas.

  5. Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Sosial untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Para Penyandang Disabilitas.


Nilai kesetaraan menjadi salah satu faktor pendorong terbentuknya program KPDJ. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meyakini bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Hanya saja, seorang penyandang disabilitas memiliki tambahan-tambahan kebutuhan yang mungkin saja tidak diperlukan oleh masyarakat non-disabilitas. Oleh karena itu, program KPDJ diharapkan dapat membantu para penyandang disabilitas untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus yang mereka butuhkan. 


Syarat Pendaftaran KPDJ

Adapun beberapa syarat pendaftaran yang harus dipenuhi oleh para penyandang disabilitas untuk memperoleh bantuan KPDJ sebagai berikut:


  1. Penyandang disabilitas yang berasal dari keluarga pra-sejahtera. 

  2. Tercatat sebagai penduduk Provinsi DKI Jakarta. 

  3. Telah terdaftar dan ditetapkan dalam Basis Data Terpadu (BDT) dengan memiliki NIK Daerah Provinsi DKI Jakarta. 

  4. Seorang Penyandang Disabilitas yang berada di luar panti, baik milik pemerintah maupun daerah.

  5. Apabila belum terdaftar dalam BDT, pihak terkait bisa datang ke kantor kelurahan sesuai dengan alamat domisili untuk pendataan. 

  6. Membawa fotokopi KTP dan KK serta surat pernyataan domisili RT/RW bagi warga yang memiliki KTP non-DKI.

  7. Bagi penyandang disabilitas yang tidak bisa datang ke kantor kelurahan, pihak terkait dapat diwakili oleh keluarganya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). 

 

Setelah mendaftarkan diri, calon penerima bantuan akan diverifikasi oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta. Data ini bakal dikirimkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sebagai acuan bagi Dinsos DKI Jakarta untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya melakukan pendataan melalui mekanisme jemput bola, dengan melibatkan PJLP Pusdatin Jamsos serta kader Dasa Wisma. Tujuannya agar semua penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan bisa menerima KPDJ. 


Manfaat KPDJ

Penyandang disabilitas yang telah terdaftar dalam BDT akan menerima beberapa manfaat sebagai berikut:


  • KPDJ dapat berfungsi sebagai kartu debit ATM Bank DKI.

  • Bantuan dana sebesar Rp 300.000 per orang setiap bulan yang dapat dicairkan setiap tiga bulan sekali dengan jumlah kumulatif. 

  • Kemudahan dalam menggunakan fasilitas publik seperti gratis naik Transjakarta.

  • Mendapat subsidi pangan di Jakgrosir berupa beras, daging sapi, ayam, ikan, dan telur. 

  • Mendapat potongan harga untuk setiap pembelian kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana Cara Mencairkan Dana KPDJ?

  1. Penerima KPDJ dapat mencairkan dana bantuan setiap tiga bulan sekali melalui ATM Bank DKI. 

  2. Penerima bantuan yang tidak memiliki kecakapan hukum untuk melakukan transaksi perbankan dapat memberikan Surat Kuasa kepada orang kepercayaan. Dengan demikian, para penyandang disabilitas cukup membawa Surat Kuasa serta KTP pemberi dan penerima kuasa.

  3. Penerima KPDJ di bawah umur dapat diwakili oleh orangtua atau wali dengan membawa Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran.

 

Para pemegang KPDJ atau penerima kuasa disarankan untuk melakukan penarikan tunai di cabang atau ATM Bank DKI secara langsung. Hal ini dikarenakan penarikan dana di mesin ATM bank lain akan dikenakan biaya potongan sesuai ketentuan bank yang bersangkutan. Selain itu, para penerima dan pendaftar KPDJ sebaiknya melakukan verifikasi data ulang nomor ponsel yang terdaftar di Bank DKI melalui tautan ini.

Jumlah Penerima KPDJ

Total penerima KPDJ pada tahap I berjumlah 7.137 dari total jumlah yang terdata dalam Basis Data Terpadu sebanyak 14.459 orang. Dari 7.137 orang, dibagi ke lima wilayah Kota Administratif dan satu Kabupaten sebagai berikut: 


  • Jakarta Pusat sebanyak 1.042 orang.

  • Jakarta Utara berjumlah 1.322 orang.

  • Jakarta Barat berjumlah 1.018 orang.

  • Jakarta Selatan berjumlah 1.361 orang.

  • Jakarta Timur berjumlah 2.352 orang.

  • Kepulauan Seribu sebanyak 42 orang.


Pada 2020, jumlah target penerima KPDJ dan Kartu Lanjut Usia (KLJ) sekitar 42.265 orang, dengan wilayah pendistribusian sebanyak 119 titik lokasi. Proses pengambilan KPDJ dilakukan tanpa berkerumun demi mencegah penularan Covid-19.


Sumber

Untuk informasi lebih lanjut tentang KPDJ, para pemegang kartu dapat menghubungi call center 24 jam Bank DKI di nomor ‪1500 351‬. 


Artikel Terkait

Dinas Sosial

Dinas Sosial merupakan dinas yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat Jakarta yang mandiri dan sejahtera.