Informasi Trayek

Informasi Trayek

Dinas Perhubungan
Rabu, 24 Maret 2021, 16:38 WIB



Jalan-jalan ke seluruh penjuru Jakarta dengan nyaman dan aman dapat menggunakan transportasi publik. Ada berbagai pilihan moda transportasi berbasis jalan:

TransJakarta

Moda Transportasi: Bus Rapid Transit.

Tarif       : Rp2.000-20.000.

Jangkauan       : Jabodetabek.


TransJakarta merupakan bus rapid transit pertama di Asia Tenggara dengan lintasan terpanjang di dunia yang sudah beroperasi di jalan-jalan Ibu Kota sejak 2004. Hingga sekarang, bus TransJakarta terus berkembang di bawah PT Transportasi Jakarta selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta. Dari hanya melayani jalan-jalan utama, bus TransJakarta kini sudah masuk ke pelosok Ibu Kota hingga ke daerah-daerah sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi (Jabodetabek). Layanan yang termasuk dalam Transjakarta adalah:

  • TransJakarta: bus rapid transit yang melayani trayek di 13 koridor utama seluruh Jakarta dan sekitarnya.

  • Royal Trans: bus yang melayani trayek Jabodetabek, biasanya dilengkapi stop kontak dan wifi di dalam bus.

  • Bus Metro Trans: bus berwarna oranye dan putih yang tidak berhenti di shelter, melainkan di tiang pemberhentian bus atau halte bawah.

  • Bus Mini Trans: bus berukuran kecil dengan dengan trayek yang melewati 13 koridor utama TransJakarta.

  • Bus Gratis: layanan bus gratis yaitu Harmoni-Bundaran Senayan dan Tanah Abang Explorer.

  • Bus Malam: bus TransJakarta yang beroperasi setelah pukul 23.00 malam hingga 05.00 pagi.

  • Bus Wisata: bus dengan trayek tempat-tempat wisata di Jakarta.


Cek trayek lengkap Transjakarta di sini.

Bus Kecil (Angkot)

Moda Transportasi: Bus kecil.

Tarif       : Rp5.000 (terintegrasi Jak Lingko).

Jangkauan       : Jakarta dan Tangerang.


Di Jakarta, bus kecil atau yang lebih dikenal dengan sebutan angkot (angkutan kota) merupakan moda transportasi dengan jangkauan yang paling luas. Bus kecil dapat menjangkau jalan-jalan kecil dekat pemukiman warga dan menjadi transportasi yang paling diandalkan untuk transit ke moda transportasi lainnya. Saat ini, sudah banyak bus kecil yang terintegrasi dengan sistem Jak Lingko, sehingga pembayaran tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan kartu.


Contoh bus kecil yang menyambungkan nadi mobilitas Jakarta antara lain adalah Koperasi Wahana Kalpika (KWK) dan Mikrolet. Trayek bus-bus kecil bisa ditemukan di sini.

Bus Sedang

Moda Transportasi : Bus sedang.

Tarif : Rp5.000.  

Jangkauan : Jabodetabek


Bus sedang seperti Koantas Bima, Kopaja, serta Metro Mini menjadi pilihan moda transportasi favorit warga Jakarta. Jangkauan trayek yang luas dengan ongkos yang relatif murah merupakan alasan moda transportasi ini bertahan hingga sekarang. Saat ini, beberapa rute bus sedang konvensional sudah diintegrasikan dengan TransJakarta, sehingga masyarakat bisa menikmati trayek bus sedang yang sama dengan fasilitas lebih baik.


Untuk tahu trayek bus sedang yang ada di Jakarta, silakan cek di sini.

Bus Besar

Moda Transportasi : Bus besar.

Tarif : Rp8.000-15.000.

Jangkauan : Jabodetabek.


Warga Jakarta dan sekitarnya pasti sudah tidak asing dengan bus besar yang melintas di sekitar Jabodetabek. Bus besar yang sering disebut bus patas merupakan salah satu moda transportasi tertua di Jakarta. Perusahaan seperti Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) sudah berdiri sejak 1920-an. Selain itu, Mayasari Bakti pun punya banyak armada. Kedua perusahaan bus tersebut juga sudah bergabung dengan PT Transportasi Jakarta untuk menyediakan bus-bus terbaiknya guna melayani penumpang Ibu Kota dan sekitarnya.


Trayek bus bisa dicek melalui laman ini.

Kereta

Selain moda transportasi berbasis jalan, Ibu Kota juga memiliki moda transportasi berbasis rel yang menjadi salah satu penggerak utama mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. Moda transportasi berbasis rel biasanya lebih cepat dan lebih diminati, karena tarifnya yang amat terjangkau dengan fasilitas nyaman. Moda transportasi berbasis rel yang ada di Jakarta yaitu:

KRL Commuter Line

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line merupakan salah satu transportasi umum berbasis rel dengan penumpang terbanyak. Penumpang yang ingin naik KRL Commuter Line wajib memiliki kartu perjalanan kereta yang dapat dibeli harian melalui mesin khusus di stasiun atau kartu uang elektronik seperti yang digunakan di bus TransJakarta. Tarif tiap tujuan berbeda-beda, namun penumpang KRL Commuter Line harus memiliki saldo minimal Rp 5.000 di dalam kartunya.


KRL Commuter Line memiliki 7 trayek, yaitu:

  • Jakarta Kota-Cikarang.

  • Jakarta Kota-Bogor.

  • Jakarta Kota-Kampung Bandan.

  • Jakarta Kota-Tanjung Priok.

  • Jatinegara-Duri-Bogor.

  • Tanah Abang-Rangkasbitung.

  • Duri-Tangerang.


Informasi lebih lanjut mengenai KRL Commuter Line dapat dilihat di situs web resmi KRL Commuter Line atau cek tautan ini untuk melihat trayek lengkapnya.

Railink Kereta Bandara

Untuk memudahkan akses wisatawan lokal dan asing menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II menyediakan kereta bandara (airport train), Railink. Railink melayani 70 kali perjalanan tiap hari dan memiliki 10 rangkaian kereta yang masing-masing terdiri dari 6 kereta. 

Beberapa informasi penting yang perlu diketahui:

  • Beroperasi di Stasiun BNI City, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

  • 40-50 menit perjalanan dari Stasiun BNI City ke Stasiun Kereta Bandara Soekarno-Hatta.

  • Waktu operasional mulai pukul 04.51 (dari Stasiun BNI City) hingga 21.51 WIB.

  • Headway atau waktu tunggu kereta sekitar 30 menit.

  • Tarif per perjalanan sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.


Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket, silakan kunjungi laman situs web resmi Railink.

MRT Jakarta

Setelah memiliki bus rapid transit, Jakarta juga memiliki mass rapid transit sebagai salah satu moda transportasi sehari-hari Ibu Kota. Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melayani rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang membentang sepanjang 16 kilometer. MRT Jakarta memiliki 13 stasiun, dengan 7 stasiun layang (elevated) dan 6 stasiun bawah tanah (underground), yaitu:

  • Lebak Bulus.

  • Fatmawati.

  • Cipete Raya.

  • Haji Nawi.

  • Blok A.

  • Blok M.

  • Sisingamangaraja.

  • Senayan.

  • Istora.

  • Bendungan Hilir.

  • Setiabudi.

  • Dukuh Atas.

  • Bundaran HI.


MRT Jakarta beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Tiket MRT Jakarta dapat diperoleh di mesin tiket setiap stasiun atau dengan menggunakan kartu uang elektronik dan kartu Jelajah MRT Jakarta.


Informasi lengkap, termasuk rute dan tarif MRT, dapat diperoleh melalui situs web MRT Jakarta.

LRT Jakarta

Melengkapi transportasi kota pintar, Jakarta menyediakan Light Trail Transit (LRT) sebagai pilihan transportasi warga. LRT Jakarta saat ini sedang dalam masa uji coba publik dengan mengoperasikan 5 stasiun, yaitu:

  • Boulevard Utara.

  • Boulevard Selatan.

  • Pulomas.

  • Equestrian.

  • Velodrome.


LRT Jakarta memiliki satu depo yang berada di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. 


Informasi lebih jauh tentang LRT, termasuk mengenai uji coba publik, bisa dilihat di sini.


Artikel Terkait

Dinas Perhubungan

Dinas yang melaksanakan urusan perhubungan di Ibukota DKI Jakarta.