logo jakarta

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Dinas Pendidikan
Senin, 28 Maret 2022, 02:57 WIB

Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ merupakan metode pembelajaran baru bagi siswa/i di DKI Jakarta selama pandemi Covid-19. Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 467 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021 dan Kesiapan Dimulainya Kegiatan Belajar dan Mengajar. Selama pandemi, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan melalui metode PJJ sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan Keputusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

Bagaimana Metode PJJ yang Diterapkan di DKI Jakarta?

Dalam rangka mengopximalkan Pembelajaran Jarak Jauh pada masa transisi, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta meluncurkan portal Siap Belajar (siapbelajar.jakarta.go.id), atau dapat juga diakses melalui website Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (disdik.jakarta.go.id). Pada menu utama, terdapat opsi “Siap Belajar Jakarta” yang menjadi sumber rujukan informasi bagi masyarakat untuk mengetahui kegiatan belajar dan mengajar selama pandemi. 

Melalui menu utama “Siap Belajar Jakarta”, para guru, orangtua, dan peserta didik dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan selama menjalankan kegiatan belajar mengajar. Konten-konten dalam Siap Belajar Jakarta merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. 

 

Beberapa konten utama pada Siap Belajar Jakarta sebagai berikut:

1. Prosedur informasi standar pelaksanaan pembelajaran masa transisi.

2. Panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) bagi peserta didik baru.

3. Panduan orientasi peserta didik lama, guru, dan orangtua.

4. Panduan dan materi blended learning bagi guru, orangtua, dan peserta didik.

5. Asesmen Kesiapan Satuan Pendidikan. Pada poin Asesmen Kesiapan Satuan Pendidikan, Sekolah/Madrasah baik negeri maupun swasta wajib mengisi asesmen yang dimaksud untuk memastikan kesiapan kondisi dan lingkungan untuk persiapan pembelajaran tatap muka, walaupun PJJ tetap berlangsung.

 

Panduan Pembelajaran Jarak Jauh

Dalam modul ini, guru akan mendapatkan arahan terkait cara pembelajaran 5M sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) pembelajaran selama masa pandemi, di mana guru dan orang tua diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang melibatkan anak. Panduan PJJ ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, mendorong kolaborasi orang tua, guru, dan murid untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus Korona. Kedua, memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang, dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan anak. Cara pembelajaran 5M sebagai berikut:


1. Memanusiakan Hubungan 

Ini merupakan praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi kepada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid, dan orang tua. Beberapa anjuran yang diajukan antara lain:

      Melakukan pengumpulan informasi terhadap kesiapan orang tua;

      Menyediakan waktu untuk berdiskusi bersama orang tua dan murid;

      Memperkirakan durasi pengerjaan tugas yang akan diberikan;

      Membangun kesepakatan dengan orang tua terkait cara pengerjaan tugas murid, jadwal, dan konferensi guru;

      Menyiapkan aktivitas dan tugas belajar;

   Guru diharapkan menghindari tiga hal, yaitu memberi tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orang tua, memaksa agar tugas dikerjakan dengan kriteria dan durasi kecepatan yang sama dengan semua murid, serta menuntut orang tua untuk mendampingi murid secara penuh.

 

2. Memahami Konsep

Praktik pembelajaran yang memandu murid bukan sekadar menguasai konten, tetapi juga memahami secara mendalam konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks. Beberapa anjuran yang diajukan antara lain:

Memberi penjelasan terlebih dahulu kepada orang tua;

Memberi tugas terkait lingkungan di rumah dengan persoalan yang sedang hangat dibicarakan;

Menyediakan pertanyaan secara terbuka agar murid dapat mengekspresikan pendapatnya;

Guru diharapkan menghindari dua hal, yaitu memberi tugas tanpa disertai diskusi dan refleksi, serta memberi tugas yang konteksnya hanya memindahkan materi dari buku teks ke lembar tugas.

 

3. Membangun Keberlanjutan

Praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan, melalui umpan balik serta berbagi praktik baik. Beberapa anjuran yang diajukan antara lain:

Membuat panduan tugas yang rinci, namun tidak mendikte;

Memastikan memberi umpan balik dalam setiap penugasan kepada murid;

Memperbanyak asesmen formatif. Pada kelas kecil berupa pertanyaan yang dapat dijawab dengan gambar atau ekspresi murid. Selain itu pada kelas besar, asesmen formatif berupa pilihan ganda atau soal singkat yang hasilnya bisa langsung diketahui;

Memastikan kriteria keberhasilan;

Melakukan refleksi secara berkala.


 

4. Memilih Tantangan 

Praktik pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna. Beberapa anjuran yang diajukan antara lain:

      Menyediakan pilihan jam belajar;

      Mengkombinasikan diskusi dengan aktivitas bergerak di rumah;

      Menyediakan pilihan tugas;

  Guru diharapkan menghindari dua hal, yaitu memberi tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit, serta memberi tugas sesuai kurikulum namun tidak mengaitkan dengan lingkungan atau kehidupan sekitar.



5. Memberdayakan Konteks

Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas, sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan. Beberapa anjuran yang diajukan antara lain:

      Memberi tugas yang dapat menerapkan kemampuan murid pada konteks atau tugas sehari-hari di rumah;

      Memberi tugas yang membuat murid dan orang tua merasa berkontribusi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarakan;

   Guru diharapkan menghindari tiga hal, yaitu memberi tugas yang dapat mendorong murid untuk berinteraksi dengan banyak orang, memberi tugas dari satu sumber atau buku teks semata, serta memberi tugas yang sama untuk semua murid tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi murid lainnya. 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait anjuran dan larangan dalam modul Pembelajaran Jarak Jauh dapat dilihat melalui tautan ini

Panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA)

MPLS merupakan kegiatan pengenalan mengenai proses belajar di sekolah, yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar mengajar selama pandemi Covid-19, yakni:


1. Mengenali potensi siswa baru;

2. Membantu siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain dengan aspek keamanan, fasilitas umum, sarana dan prasarana sekolah;

3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;

4. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya;

5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki integritas, etos kerja, serta semangat gotong royong.

 

MATSAMA merupakan kegiatan pengenalan mengenai proses belajar di madrasah, yang juga bertujuan untuk menyesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar mengajar selama pandemi Covid-19, yakni:

1. Mengenalkan lingkungan, nilai, dan karakter khusus madrasah kepada para peserta didik baru, agar selama proses pembelajaran dapat tercipta rasa aman serta nyaman, untuk mengembangkan seluruh potensi diri dan kemampuannya;

2. Menumbuhkan kultur dan jiwa bangga kepada para peserta didik baru, untuk belajar serta mencintai dan menjaga nama baik almamaternya;

3. Menanamkan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama serta karakter ke-Indonesia-an kepada para peserta didik.


Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai panduan MPLS, MATSAMA, orientasi siswa lama, guru, dan orang tua, dapat dilihat melalui tautan ini.

 


Panduan Pembelajaran Gabungan (Blended Learning)

Panduan ini dibuat bertujuan untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada kepentingan peserta didik dan memastikan pendidik memberikan pengalaman belajar yang bermakna, menantang, serta sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Langkah-langkah pelaksanaan Blended Learning:

Mempertimbangkan kesenjangan akses atau fasilitas belajar yang dimiliki oleh peserta didik;

Mengatur jadwal dan bentuk kegiatan blended learning;

Merancang kegiatan belajar yang lebih variatif, inovatif, serta kreatif, untuk menghindari kejenuhan;

Memberikan bimbingan dan umpan balik yang bersifat kualitatif;

Membuka jalur komunikasi dua arah dengan orang tua peserta didik;

Menyediakan tugas yang membuat murid dan orang tua merasa berkontribusi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarakan;

Mengoptimalkan jadwal dan kegiatan pembelajaran Agama, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Bimbingan Konseling;

Memastikan pembelajaran difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup dan disesuaikan dengan minat peserta didik.

Adapun beberapa hal yang perlu dihindari dalam blended learning sebagai berikut:

Memberikan tugas sekadar untuk latihan soal atau pengerjaan Lembar Kerja Siswa (LKS), tanpa disertai diskusi dan refleksi;

Memberi tugas yang mendorong peserta didik untuk berinteraksi dengan orang banyak di luar rumah;

Memberi tugas hanya dari satu sumber atau buku teks semata.


Guru, murid, serta orang tua juga dapat mengakses rencana pembelajaran yang sudah ditentukan setiap hari melalui tautan ini, dan melihat semua referensi Pembelajaran Jarak Jauh melalui website https://siapbelajar.jakarta.go.id/ atau https://disdik.jakarta.go.id/.

Artikel Terkait

Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang pendidikan.

Skip to content