Jakarta International Velodrome

Jakarta International Velodrome

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Senin, 29 Maret 2021, 13:21 WIB


Jakarta International Velodrome (JIV) atau Gelanggang Olahraga Velodrome merupakan salah satu tempat penyelenggaraan olahraga cabang balap sepeda. Karena letak Velodrome di Rawamangun, Jakarta, bangunan ini juga biasa disebut dengan Velodrome Rawamangun. Bangunan ini awal mulanya berdiri pada tahun 1973, kemudian direnovasi pada tahun 2016 hingga 2018. Dengan ukuran panjang lintasan 250 m dan dapat menampung hingga 3500 sepeda. Pada tahap renovasinya, JIV dirancang oleh arsitektur ternama yang telah memiliki pengalaman mendesain trek balap sepeda, yaitu Ralph Schuermann.


Sebagai tempat pacuan kebanggan Indonesia, Velodrome Rawamangun ini juga disebut sebagai tempat pacuan sepeda terbaik se-Asia oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSl), Raja Sapta Oktohari. Hal ini karena Velodrome Rawamangun mendapat sertifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) kategori 1 yang menandakan bahwa lintasan sepedanya memiliki standar dunia dan dinilai layak untuk pertandingan skala internasional.


Di Jakarta International Velodrome ini telah dilaksanakan berbagai kompetisi sepeda, seperti pada cabang balap sepeda trek pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Untuk menunjang berbagai kompetisi tingkat dunia tersebut, JIV yang merupakan eco stadium ini memiliki banyak fasilitas lain, seperti penunjang difabel, keamanan, AC, hingga ruang-ruang untuk berbagai keperluan atlit. Selain trek pacuan sepeda yang khusus, terdapat juga lapangan in field yang multifungsi yang dapat digunakan oleh umum dan komunitas di luar pesepeda. 

Biaya untuk Anggota dan Umum

Untuk merasakan trek Jakarta International Velodrome, setiap orang harus memiliki Surat Izin Bersepeda Lintasan. Jakpro bekerja sama dengan ISSI juga menyediakan pelatihan dasar dan ujian seharga Rp 250.000. 


Untuk pesepeda yang ingin membuat kartu anggota, maka dikenakan biaya sekitar 3,5 juta rupiah per tahun untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan 5 juta rupiah untuk Warga Negara Asing (WNA) dengan iuran per bulan masing-masing Rp 300.000. (Harga per tahun 2020)

Karena letaknya yang dekat dengan LRT dan Transjakarta, maka sangat mudah bagi warga untuk mengunjungi JIV dengan transportasi publik. Area luar JIV ini juga terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin berkunjung. Sebagai warisan kebanggaan Indonesia, sudah selayaknya semua pihak bersama-sama menjaga fasilitas olahraga ini dengan sebaik-baiknya.

Artikel Terkait

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Dinas yang mengurusi penanaman modal dan segala perizinan di Ibu Kota DKI Jakarta