logo jakarta
SIARAN PERS
WILAYAH KOTA JAKARTA TIMUR
(Press Release)

Asa di Balik Tongkat Evi di Career Fest dan Bazaar: Mengharapkan Ruang Tanpa Batas Usia dan Fisik

Jakarta Timur
Selasa, 28 Juli 2026 16:36   153

Di tengah ribuan pencari kerja yang memadati Career Fest dan Bazaar di Gedung Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026), langkah Apni Nelya (37) tampak kontras. Perempuan yang akrab disapa Evi itu berjalan amat perlahan, bertopang penuh pada sebilah tongkat.

Tongkat yang selalu menemani langkahnya menjadi penanda perjuangan Evi melawan penyakit autoimun. Tongkat itu sekaligus mengusung satu harapan sederhana menopangnya mendapatkan pekerjaan. Meski kondisi fisiknya terbatas, semangatnya untuk kembali bekerja tak pernah padam.

Jauh sebelum penyakit itu menggerogoti ketahanannya, Evi pernah mengais rezeki sebagai helper di sebuah perusahaan garmen. Namun, kondisi kesehatan yang kian merosot memaksanya untuk melepaskan mata pencaharian tersebut.

“Ya, karena sakit aja, bukan perusahaan sih, saya mengundurkan diri karena keluar masuk IGD terus karena capek juga. Namanya autoimun kan tidak boleh terlalu capek. Mungkin namanya garmen terlalu capek,” kata Evi di GOR Ciracas, saat berbincang dengan tim Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026).

Sejak tahun 2019, Evi tidak lagi bekerja. Selama enam tahun terakhir, hari-harinya lebih banyak dihabiskan untuk menjalani serangkaian pengobatan akibat serangan autoimun yang kian parah. Mendiang ibunya menjadi pilar penguat utama yang selalu setia mendampingi Evi menjalani terapi dan pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, ketika sang ibu meninggal dunia, kondisi fisik Evi menurun drastis.

“Sempat bekerja, normal pada umumnya. Semenjak ibu saya meninggal, nge-drop semuanya. Karena almarhum ibu saya tuh bener-bener menjaga dari segi makanan, dari segi istirahat, segala macamnya dijaga,” ungkapnya.

Cobaan tak berakhir begitu saja, pasca berpisah dengan suaminya, Evi semakin giat mencari pekerjaan termasuk mendatangi berbagai bursa kerja sambil tetap menjalani pengobatan di RSCM. Namun, ia mengakui hal itu tak mudah, selain bersaing dengan pelamar lain, keterbatasan fisik membuatnya harus selalu bergantung pada tongkat.

Evi menyimpan asa besar agar semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas tanpa membatasi usia maupun kondisi fisik. Apalagi saat ini, dia tak memiliki tempat tinggal dan harus hidup berpindah-pindah bahkan kerap bermalam di masjid.

“Harapannya agar dipermudah aja untuk bagian para penyandang disabilitas apapun kondisinya mohon diterima dengan baik tanpa ada intimidasi atau apapun,” ungkap Evi yang terpaksa membawa buah hatinya dalam pameran kerja tersebut. (Jonathan Siahaan)

Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur
Website : timur.jakarta.go.id
Twitter : @KotaJaktim
Facebook : Kota Jakarta Timur
Instagram : Kota Jakarta Timur
Topik : Jakarta Timur
    Download Siaran Pers 
Skip to content