Artificial Intelligence Solusi Urai Kemacetan Jakarta

Artificial Intelligence Solusi Urai Kemacetan Jakarta

Dinas Perhubungan
Selasa, 1 Agustus 2023, 02:09 WIB

Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Google Indonesia bekerja sama mengurai kemacetan di Ibu Kota dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sebelumnya, penerapan Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis AI telah diuji coba di lima ruas jalan Jakarta pada awal 2023, yakni ruas jalan Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka dan Jalan Pemuda.

Artificial Intelligence, yang biasa disingkat dengan AI, adalah teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan komputer atau mesin untuk mempelajari pola-pola dalam data dan membuat keputusan berdasarkan data tersebut. AI telah banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di bidang kesehatan, transportasi, pendidikan.

AI adalah teknik dan ilmu untuk membuat suatu mesin menjadi cerdas, terutama untuk program komputer. Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan seperti yang dimiliki manusia, sehingga sebuah komputer dapat mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah kompleks sekalipun dengan pemikiran seperti seorang manusia.

Salah satu keunggulan dari AI yaitu kemampuannya dalam memproses data dengan cepat dan akurat. Ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih efektif. Selain itu, AI juga dapat membantu mengotomatisasi tugas-tugas yang repetitif dan membebaskan waktu bagi manusia untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih kompleks dan kreatif.

Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak Google ini merupakan upaya menuju kota berkelanjutan atau sustainable city yang inovatif dalam penggunaan teknologi informatika. DKI Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan kecanggihan AI untuk membantu menganalisis kondisi kemacetan kota. Penggunaan Internet of Things (IoT) maupun AI dinilai bukan hanya untuk memajukan Jakarta, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan efektivitas pengelolaan kota.

Cara Kerja ITCS di Jakarta

Teknologi AI Google akan menganalisis volume lalu lintas pada ruas jalan. Termasuk merekomendasikan persimpangan jalan yang perlu diberi durasi lampu hijau menyala lebih panjang, sehingga kepadatan volume kendaraan dapat terurai.

Platform AI Google nantinya akan dimanfaatkan untuk menganalisis data besar yang dihasilkan dari Google Maps untuk memperkirakan lalu lintas, memprediksi area kemacetan lalu lintas, dan mengembangkan rencana proaktif untuk kebijakan selanjutnya. Teknologi kecerdasan buatan yang digunakan berupa mesin pembelajaran dan mesin penyimpanan berupa sistem cloud.

Sistem tersebut dapat mengatur durasi lampu lalu lintas secara otomatis, berbeda dengan yang selama ini dilakukan secara manual. Setiap lampu merah yang sudah terinstal AI akan menentukan berapa lama durasi lampu hijau yang ideal di setiap arah agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan mengatur durasi lampu lalu lintas secara otomatis.

Pasalnya, penerapan pengaturan durasi lampu melalui teknologi AI cukup berdampak bagi lalu lintas sehingga bisa mengurai kemacetan di Jakarta. Selain mengurangi kemacetan, pemanfaatan AI bisa membantu masyarakat dalam efisiensi bahan bakar kendaraan serta membantu mengurangi polusi udara.

Adapun keuntungan yang didapat pada penerapan ITCS :

  1. Efisiensi pengurangan tundaan atau waktu tunggu per kendaraan di simpang menjadi 15- 20%
  2. Dapat mengurangi tingkat emisi dan konsumsi bahan bakar minyak
  3. Data pergerakan lalu lintas secara real time yang di dapatkan bisa dianalisis sebagai dasar penetapan strategi dan kebijakan transportasi Provinsi DKI Jakarta.

Jumlah Titik Lampu Merah dengan ITCS

Pada tahun 2023 Pemprov DKI Jakarta resmi memasang teknologi kecerdasan buatan di 20 lokasi untuk mengurai kemacetan dengan mengatur periode lampu lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan.

Berdasarkan data Dishub DKI, berikut merupakan 20 simpang jalan di Ibu Kota yang telah menggunakan ITCS :

  1. Jl Jembatan 2 Raya - Jl. Tubagus Angke
  2. Kyai Tapa - Jl. Daan Mogot (Grogol) 3
  3. S Parman - Jl. Tomang Raya
  4. S.Parman - Jl.KS.Tubun - Jl Gatot Subroto (Slipi)
  5. Jl Gatot Subroto - Jl Rasuna Said (kuningan)
  6. Gatot Subroto - Jl.Supomo (Pancoran)
  7. MT haryono - Jl. sutoyo (Cawang Uki)
  8. DI Panjaitan - Jl. Kalimalang
  9. Ahmad yani - Jl.Utan Kayu (Rawamangun)
  10. Ahmad Yani- Jl.Pemuda - Jl. Pramuka
  11. Ahmad Yani - Jl.H.Ten
  12. Perintis Kemerdekaan - Jl. Letjen Suprapto
  13. Senen Raya - Jl. Kwitang (Senen)
  14. Gunung Sahari - Jl Wahidin
  15. Gunung Sahari - Jl. Dokter Sutomo (MBAL)
  16. Gunung Sahari - Jl Angkasa - jl Samanhudi
  17. Gunung Sahari - Jl. Mangga Besar (kartini)
  18. Gunung Sahari - Jl. Pangeran Jayakarta
  19. Gunung Sahari – Jl. Mangga Dua
  20. Perniagaan Raya - Jl.Pasar pagi flyover (Jembatan Lima)

Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta menyatakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan akan memberikan prioritas pada angkutan umum yang beroperasi di Jakarta.

Perbandingan Penggunaan AI di Negara Lain

Selain Jakarta, Dubai sebagai kota yang modern dan inovatif juga telah bekerja sama dengan pihak Google untuk memanfaatkan penggunaan kecerdasan buatan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Saat ini, Dubai melalui kemitraan berkelanjutan dengan badan pemerintah, mitra sektor swasta, dan pemangku kepentingan masyarakat telah membentuk masa depan di mana kemacetan diminimalkan, kualitas udara ditingkatkan, dan kehidupan kota berkembang selaras dengan lingkungan

Penggunaan ITCS ini sebagai bentuk bkontribusi untuk mengurangi polusi dan meningkatkan kesejahteraan penduduk secara keseluruhan melalui perancangan, perencanaan, serta menerapkan solusi transportasi dan mobilitas inovatif yang memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan.

Artikel Terkait

Dinas Perhubungan

Dinas mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan Bidang perhubungan.

Skip to content