logo jakarta
SIARAN PERS
WILAYAH KOTA JAKARTA SELATAN
(Press Release)

Walikota M Anwar : Masalah Stunting Harus Terus Ditekan

Ruang Rapat Antasari Kantor Walikota Jakarta Selatan
Rabu, 08 April 2026 13:43   183

Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar menegaskan bahwa masalah stunting merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia di masa depan, karena itu stunting harus terus ditekan agar tidak melonjak di masa mendatang. Hal tersebut disampaikan Walikota M Anwar saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Rapat Antasari Kantor Walikota Jakarta Selatan, Rabu (8/4).

"Fokus kami adalah bagaimana menciptakan generasi muda yang berkualitas dengan cara mencegah stunting," ujar M Anwar.

Ia mengatakan, kegiatan Musrenbang) Tematik Stunting bertujuan untuk mengevaluasi capaian dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat Kota Jakarta Selatan dan mengevaluasi usulan program atau kegiatan intervensi. "Kami juga mengapresiasi peran sinergi dari berbagai lembaga atau pelaku dari tingkat Kecamatan di wilayah Jakarta Selatan terkait Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S)," ucapnya.

Anwar menerangkan, berdasarkan data, angka stunting di Kota Jakarta Selatan adalah yang paling rendah di DKI Jakarta, yaitu sebesar 14,5 persen. Namun seluruh pihak tidak boleh lantas merasa puas, dikarenakan ada target-target tertentu yang harus dicapai kedepannya, termasuk target besar pada tahun 2045, yang pencapaian target tersebut memerlukan tahapan-tahapan yang harus dimulai dari sekarang.

Ia berharap masyarakat juga turut serta mencegah stunting, penanganan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak, baik itu pihak kesehatan, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan elemen lainnya.

“Untuk mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar lima persen dan mewujudkan Jakarta Selatan Zero Stunting, kita akan terus membangun sinergi dengan turun langsung ke lapangan seperti melakukan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), pemberian makanan bergizi, hingga pembenahan lingkungan, kualitas air, dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Subanpekko Jakarta Selatan, Hera Lidiawati, menjelaskan, berdasarkan hasil kegiatan Gerebek Stunting tahun 2025, dari total 64.213 balita yang ditimbang, ditemukan sebanyak 794 balita mengalami stunting. Lebih lanjut, dari hasil Gerebek Stunting juga mengidentifikasi beberapa determinan utama penyebab stunting di Jakarta Selatan. Penyebab langsung didominasi oleh asupan gizi yang tidak seimbang sebesar 62 persen, serta riwayat penyakit infeksi sebesar 32 persen.

"Terdapat pula faktor penyebab tidak langsung, antara lain asupan gizi yang tidak seimbang selama masa kehamilan, riwayat imunisasi yang tidak lengkap, kebiasaan merokok dalam keluarga, serta praktik buang air besar sembarangan," bebernya.

Sebagai rencana tindak lanjut dari pertemuan hari ini, Hera meminta, para camat untuk melakukan input hasil Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang telah diselenggarakan ke dalam website yang telah disediakan. "Besar harapan kami, melalui kerja keras dan kolaborasi bersama, prevalensi stunting di Kota Administrasi Jakarta Selatan dapat terus menurun secara signifikan," tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin dan narasumber dari Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III, Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Fauzan Hasan.

Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Selatan
Website : selatan.jakarta.go.id
Twitter : @KotaJaksel
Facebook : Kota Jakarta Selatan
Instagram : Kota Jakarta Selatan
Topik : Musrenbang Kota Jaksel
    Download Siaran Pers 
Skip to content