logo jakarta
SIARAN PERS
WILAYAH KOTA JAKARTA TIMUR
(Press Release)

Tinjau Embung Taman Salix Pondok Ranggon, Waduk Diharapkan Atasi Genangan saat Hujan

Jakarta Timur
Jumat, 12 September 2025 15:44   115

Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, melakukan peninjauan normalisasi Embung Taman Salix, di Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (12/9/2025). Normalisasi dilakukan untuk menambah daya tampung debit air yang masuk ke dalam embung agar saat musim penghujan tidak terjadi genangan di wilayah tersebut.

Normalisasi di lahan seluas 2,7 hektare menurunkan dua alat berat dan satu pompa mobile. Selain dilakukan pelebaran area embung, dilakukan juga perbaikan turap sepanjang kurang lebih 360 meter dan tinggi 2,5 meter.

“Tujuannya kita ingin melihat bagaimana bahwa waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai taman tapi bisa mengatasi banjir. Mudah-mudahan dengan embung seluas 2,7 hektare, yang memiliki ruang terbuka sebagai daerah basah dapat menampung air hujan maupun air dari PHB (saluran peghubung),” kata Wakil Walikota.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Camat Cipayung Panangaran Ritonga, Kasi Pemeliharaan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur Puryanto, Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Dwi Ponangsera, Plt Lurah Pondok Ranggon Marissya Ariestiany.

Dari peninjauan itu, Wakil Walikota menjelaskan, pihaknya menemukan masalah baru terhadap saluran PHB ke arah Embung Taman Salix. Ada pembuangan kotoran sapi yang masuk ke saluran PHB yang menimbulkan pengendapan. Untuk mengatasi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur akan berkomunikasi agar kotoran sapi bisa diubah menjadi energi terbarukan.

“Kami akan mencoba mengundang pengelola Komunitas Pemeliharaan Sapi agar kotoran itu kita ubah menjadi energi baru. Seperti halnya program Pak Walikota dalam rangka pembuatan energi baru dari kotoran manusia dan dari kotoran hewan pun bisa,” ungkapnya.

Namun saat melakukan peninjauan pihaknya menyayangkan adanya sekelompok masyarakat yang membuang limbah kotoran sapi ke saluran penghubung (Phb) sehingga terbawa hingga ke embung. Pihaknya akan segera memanggil penanggung jawab kelompok ternak sapi di Pondok Ranggon yang membuang kotoran sapinya ke area tersebut. Diharapkan mereka bisa mengelolanya menjadikan energi biogas.

"Aliran air maupun embung ini harus bebas dari kotoran manusia maupun hewan. Tidak boleh dibuang sembarangan ke saluran air," tegasnya. (JS)

Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur
Website : timur.jakarta.go.id
Twitter : @KotaJaktim
Facebook : Kota Jakarta Timur
Instagram : Kota Jakarta Timur
Topik : Jakarta Timur
    Download Siaran Pers 
Skip to content