Jakarta Sukes Menjadi Tuan Rumah Seluruh Rangkaian KTT ke-43 ASEAN Indonesia

Jakarta Sukes Menjadi Tuan Rumah Seluruh Rangkaian KTT ke-43 ASEAN Indonesia

Jumat, 8 September 2023, 11:26 WIB

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di hari ketiga, sekaligus yang terakhir dalam rangkaian KTT diisi dengan berbagai agenda multilateral antara ASEAN dengan negara mitra. Presiden Joko Widodo menutup KTT secara simbolis dan menyerahkan palu Keketuaan ASEAN kepada Perdana Menteri (PM) Laos Sonexay Siphandone untuk KTT di tahun 2024 mendatang.

Rangkaian pertemuan multilateral yang terjadi di hari terakhir KTT berisi pertemuan antara ASEAN dengan beberapa negara sahabat serta organisasi internasional, yaitu:

  • KTT ke-20 ASEAN – India;
  • KTT ke-18 Asia Timur;
  • KTT ke-3 ASEAN – Australia;
  • KTT ke-13 ASEAN – PBB.

Hari pertama pelaksanaan KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta menghasilkan 11 dokumen dari sesi Pleno KTT, kesebelas dokumen yang dimaksud adalah:

  1. Penyusunan Visi ASEAN 2045;
  2. Deklarasi dialog hak-hak kemanusiaan ASEAN;
  3. Deklarasi pembangunan inklusif disabilitas dan kemitraan;
  4. Deklarasi perlindungan dan pendidikan anak;
  5. Deklarasi kesetaraan gender dan pembangunan keluarga;
  6. Deklarasi bersama ketahanan berkelanjutan;
  7. Deklarasi perubahan iklim;
  8. Deklarasi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan;
  9. Deklarasi ketahanan pangan;
  10. Deklarasi pengembangan kerangka ekonomi digital; dan
  11. Deklarasi kerangka kerja ekonomi biru.

Pada hari terakhir KTT Ke-43 ASEAN yang telah berlangsung selama 3 hari di Jakarta menghasilkan 90 dokumen dan sejumlah kesepakatan konkret dari total 12 pertemuan KTT para pemimpin negara ASEAN dengan mitra.

Dalam kerangka kerja sama ekonomi, ASEAN berhasil menyepakati kerja sama dengan negara-negara mitra dengan total 93 kesepakatan proyek investasi bernilai US$38,2 miliar atau Rp502 triliun. Kesepakatan ini merupakan buah dari ASEAN Indo Pacific Forum (AIPF).

Adapun beberapa butir kesepakatan utama dalam bidang kerja sama ekonomi dari KTT-43 ASEAN ini adalah; (i) ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia; (ii) Pengembangan kendaraan listrik (electronic vehicle) bagi seluruh negara anggota ASEAN secara berkala, dan (iii) Percepatan pelaksanaan pembayaran lintas negara dan transaksi dengan mata uang lokal.

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers dalam penutupan KTT ke-43 ASEAN (sumber foto: Sekretariat Kabinet)

Selain kesepakatan dalam kerja sama ekonomi, para pemimpin negara ASEAN turut menyoal perkembangan situasi di Myanmar setelah kudeta militer di awal tahun 2021 lalu.

Para pemimpin ASEAN akan terus mengawasi implementasi dari 5 poin konsensus yang dihasilkan dari ASEAN Leader Meeting (ALM) pada April 2021 lalu menyikapi situasi di Myanmar.

Secara garis besar, hasil dari pernyataan sikap ASEAN terkait situasi di Myanmar adalah menyayangkan adanya kudeta militer di Myanmar, mendorong dihentikannya tindak kekerasan, memfasilitasi dialog, serta memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Myanmar.

Deklarasi Jakarta Menutup KTT ke-43 ASEAN

Selain kerangka kerja sama dan kesepakatan dalam bidang ekonomi, pada penghujung KTT ke-43, disepakati sebuah dokumen besar berisikan poin konkret ASEAN dalam menyikapi situasi global.

Deklarasi Jakarta atau yang bisa disebut sebagai ‘Kesepakatan ASEAN ke-IV’ (ASEAN Concord IV) dijabarkan melalui 16 poin deklarasi mulai dari menjaga stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan global, hingga kerja sama berkelanjutan antar negara ASEAN dengan mitra

Beberapa poin sentral dari Deklarasi Jakarta berisikan yang akan diadopsi negara anggota ASEAN terbagi atas tiga topik utama, yaitu:

  1. ASEAN Matters; berisikan 10 poin mulai dari perlindungan akan HAM hingga mekanisme penyelesaian sengketa maritim negara ASEAN dan mitra;
  2. Epicentrum of Growth; berisikan 31 poin mulai dari penguatan kerja sama ekonomi regional ASEAN hingga upaya mencapai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) di tahun 2030.
  3. Implementasi ASEAN Outlook di wilayah Indo-Pacific; berisikan 8 poin dengan fokus pengembangan kerja sama ASEAN dengan negara mitra wilayah Indo-Pasifik.

Berakhirnya KTT ke-43 ASEAN di Jakarta tidak serta merta mengakhiri tugas Indonesia sebagai pemimpin ASEAN dalam menjaga stabilitas, kesetaraan, dan harmoni di regional Asia Tenggara.

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh negara anggota dan masyarakat ASEAN serta mitra untuk bahu-membahu menciptakan peluang di tengah tantangan global yang kompleks.

Dukungan Penuh Pemprov DKI Jakarta Selama KTT ASEAN

Secara keseluruhan, penyelenggaraan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta berjalan dengan kondusif dan tertib. Seluruh masyarakat Jakarta turut berkontribusi guna menyukseskan agenda internasional ini.

Para delegasi menikmati keindahan Jakarta sebagai wajah Indonesia dalam KTT ke-43 ASEAN. Salah satu pujian dilontarkan oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Justin memuji keramahtamahan warga Indonesia, khususnya Jakarta yang melegenda.

Kondusifitas yang terjamin di Jakarta berhasil melaksanakan 12 pertemuan KTT dengan buah 90 outcomes documents, serta sejumlah kesepakatan konkret dengan mitra.

Dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terlihat mulai dari sebelum pelaksanaan hingga saat pelaksanaan KTT. Sebelum pelaksanaan KTT, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersinergi untuk mempercantik kota seperti pemeliharaan jalan raya dan trotoar.

Beberapa dukungan juga diberikan melalui penyediaan berbagai venue untuk lokasi pertemuan sebelum KTT di Jakarta hingga rekayasa lalu lintas guna mendukung mobilitas tamu VVIP kenegaraan. Dukungan lainnya yang diberikan yaitu berupa penyediaan sarana transportasi publik bagi para delegasi, dan diseminasi informasi seluruh agenda ASEAN di Jakarta.

Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyampaikan apresiasi bagi warga Jakarta sebagai tuan rumah yang baik dalam KTT ke-43 ASEAN

Dengan gaung #JakartauntukASEAN, Pemprov DKI Jakarta beserta seluruh lapisan masyarakat Jakarta telah berhasil mengadakan agenda pra-KTT dan KTT ke-43 ASEAN 2023 di Indonesia.

Terlaksananya KTT ke-43 ASEAN Indonesia di Jakarta membuka peluang kerja sama baru bagi Jakarta dengan antar kota bahkan negara mitra ASEAN. Khususnya, dalam rangka mendukung proses Jakarta sebagai kota bisnis berskala global.

Artikel Terkait

Skip to content