logo jakarta
SIARAN PERS
WILAYAH KOTA JAKARTA TIMUR
(Press Release)

Tekan Angka TBC, Jakarta Timur Gelar Skrining Terintegrasi CKG untuk Ribuan Warga

Jakarta Timur
Selasa, 04 Agustus 2026 09:21   110

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur resmi memulai (kick off) Program Skrining TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 778 titik lokasi fokus (lokus) yang tersebar di seluruh Jakarta Timur. Setiap titik menargetkan 100 warga, sehingga total ada 77.800 orang yang disasar untuk menekan angka kasus TBC.

Hal itu disampaikan Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi, saat meresmikan program tersebut di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Selasa (4/8/2026). Peresmian secara hibrida tersebut ditandai dengan penyuara sirene dan penyerahan sertifikat kesembuhan kepada penyintas TBC, Khoiriyah.

Fauzi menegaskan RPTRA Cililitan merupakan satu dari 778 titik lokasi fokus (lokus), yang disasar untuk menekan angka kasus TBC secara signifikan. Setiap titik lokus ditargetkan 100 warga mengikuti skrining.

“Salah satu yang menjadi PR (pekerjaan rumah bersama para camat dan lurah untuk satu lokus ada keterlibatan mereka., Ini adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam rangka menekan orang yang terindikasi penyakit TBC,” kata Fauzi.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy, Wakil Camat Kramat Jati Zaini Miftah, Lurah Cililitan Sukariya, dan Kapuskes Kecamatan Kramat Jati dr.Inda Mutiara.

Fauzi lebih lanjut menegaskan, selain deteksi dini, pentingnya menghapus stigma negatif masyarakat terhadap penderita TBC yang kerap membuat pasien terisolasi lewat edukasi perlu terus dilakukan. Melalui gerakan tersebut, ia mengimbau warga untuk tidak takut berobat demi memutus rantai penularan sejak dini.

“Terpenting dari kegiatan ini yaitu keterlibatan masyarakat karena masih ada stigma ketika orang terkena TBC, yang lain takut bergaul, dan terkesan diasingkan. Dari kegiatan ini kita bangun pemahaman kepada warga masyarakat ketika mereka terindikasi penyakit TBC harus segera memeriksa diri dan cepat diobati, agar cepat tertangani dan tidak menular ke yang lainnya,” tambah Fauzi.

Keberhasilan penanganan TBC ini dibuktikan langsung oleh Khoiriyah, penyintas yang berhasil sembuh total setelah menjalani terapi obat secara disiplin di Puskesmas selama enam bulan. Ia membagikan pengalamannya saat pertama kali mendapati gejala penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas hingga akhirnya memutuskan berobat.

Khoiriyah menceritakan saat awal terindikasi TBC, ia tidak merasakan gejala apa pun selain penurunan berat badan dan nafsu makan. Kondisi tersebut mendorongnya untuk memberanikan diri memeriksakan kesehatan ke Puskesmas. Setelah dinyatakan positif TBC, ia menjalani pengobatan rutin selama enam bulan dengan mengonsumsi lima tablet obat sekaligus setiap harinya.

Didukung oleh pelayanan petugas kesehatan yang sabar dan penuh semangat, ia juga konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga akhirnya dinyatakan sembuh total.

“Para petugas yang melayani kesehatan saya cukup sabar dan terus mendukung saya untuk sembuh. Setelah itu saya menjalani kesehatan dengan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dan menjaga kesehatan saya, seiring berjalannya pengobatan, alhamdulillah saya bisa sembuh dan saya sudah sehat dan merasa badan lebih fit,” ungkap Khoiriyah. (JS)

Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur
Website : timur.jakarta.go.id
Twitter : @KotaJaktim
Facebook : Kota Jakarta Timur
Instagram : Kota Jakarta Timur
Topik : Jakarta Timur
    Download Siaran Pers 
Skip to content