Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta memasuki fase awal perjalanan membangun kota. Kepemimpinan ini dibangun dengan benang merah utama: dimulai dari warga, menghadapi persoalan kota, membuka peluang, merayakan identitas, menyelesaikan yang tertinggal, dan melangkah ke depan.
Berbagai program yang berangkat dari kebutuhan nyata warga mulai dijalankan secara bertahap. Misalnya, KJP Plus dan KJMU yang terus memastikan pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan, kemudian ada pemutihan ijazah yang membuka kembali peluang warga untuk berdaya. Sementara, di sektor kesehatan, layanan Pasukan Putih menghadirkan layanan kesehatan berbasis home service bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, khususnya lansia. JakCare turut hadir memberikan layanan dan dukungan kesehatan mental bagi warga yang membutuhkan.
Ruang kota turut dibenahi melalui perencanaan yang terukur, mulai dari penambahan Ruang Terbuka Hijau hingga penataan taman yang dapat diakses 24 jam. Proyek-proyek lama yang sempat terbengkalai, seperti Planetarium Jakarta dan tiang monorel, diselesaikan dengan perencanaan matang untuk memberi manfaat langsung bagi warga.
Satu tahun tentu belum cukup untuk menjawab seluruh persoalan di Jakarta. membangun kota sebesar Jakarta merupakan proses berkelanjutan yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Berbagai tantangan masih ada dan terus dihadapi, namun satu tahun awal kepemimpinan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap kebijakan dijalankan secara terarah, konsisten, dan berorientasi pada manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh warga Jakarta.
Dinas mempunyai tugas menyenggarakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, urusan pemerintahan bidang statistik dan urusan pemerintahan bidang persandian