HALTE SENEN KINI DIBANGUN LEBIH LUAS

Selasa, 24 November 2020 11:15 WIB

Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah merampungkan pembangunan Halte Senen. Kini halte tersebut sudah bisa difungsikan dan kembali melayani masyarakat sejak Minggu (22/11).        

"Dengan fasilitas ini, masyarakat tentu bisa memiliki kenyamanan yang lebih dari sebelumnya ketika berada di area Halte Senen,  "                     

Plt Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transjakarta, Angelina Betris mengatakan, berbeda dengan bangunan sebelumnya, kini Halte Senen memiliki ukuran yang lebih luas yakni tiga kali lipat dibanding bangunan halte sebelumnya.

"Ini untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas kepada pelanggan, khususnya di masa pendemi seperti saat ini agar bisa menjaga jarak sesuai protokol kesehatan yang berlaku," ujar Betris, Selasa (24/11).

Luas halte ini juga terlihat dari jumlah dermaga pintu yang kini berjumlah 12 dermaga di kedua sisi dari sebelumnya yang hanya berjumlah enam dermaga saja. Dengan begitu diharapkan keamanan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga saat mengakses hal ini. Terlebih, Halte Senen juga merupakan halte transit.

Selain bangunannya yang lebih luas, saat ini Halte Senen juga telah dilengkapi fasilitas musala, toilet ramah disabilitas, lift serta ruang ramah perempuan dan anak atau ruang serbaguna.

"Dengan fasilitas ini, masyarakat tentu bisa memiliki kenyamanan yang lebih dari sebelumnya ketika berada di area Halte Senen sambil menunggu kedatangan armada bus kami," katanya.

Dia menambahkan, halte ini juga terhubung langsung dengan jembatan penyebrangan orang (JPO) yang dibangun oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Menariknya JPO dengan motif plano ini dibuat dengan konsep modern dan kekinian dengan tampilan menyerupai JPO yang berada di Halte Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

"Metode pembayaran di gate ini bisa dilakukan menggunakan kartu uang elektronik maupun meggunakan fitur QR Code pada aplikasi TIJE yang sudah bisa didownload oleh pengguna iOS dan Android," tandasnya.





Reporter : Wuri Setyaningsih | Editor : Erikyanri Maulana