Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3052

    Nala Jati:

    Hai Pemprov DKI Jakarta, saya hendak menanam satu pohon dihalaman muka rumah yang lahannya sudah say...

    dedi:

    pak gub tlg di sidak sekali2 kelurahan kalibaru kecamatan cilincing,kasie pemerintahan&trantib; seri...

    linda:

    Selamat sore... Mohon informasi bagaimana cara pengurusan pembuatan AKTE KEMATIAN dan persyaratan ap...

    Faqih:

    Lapor, Dibelakang Asrama Brimob Cipinang banyak warga yang mendirikan bangunan di atas aliran sungai...

    Mohamad:

    Mohon konfirmasinya apakah KTP model lama masih berlaku pada tahun 2015 nanti? saya sudah hampir 2 t...

  

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III 2013

Posted: Nov 06, 2013 Category: Pertumbuhan Ekonomi
 

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN III 2013

I. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Tahun 2013
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan III/2013 bila dibandingkan dengan kondisi triwulan     II/2013 (q to q) menunjukkan laju pertumbuhan sebesar 1,96 persen. Pertumbuhan periode ini sedikit lebih lambat bila dibandingkan triwulan II/2013 yang sebesar 2,16 persen. Hampir semua sektor mengalami peningkatan produksi kecuali sektor pertambangan-penggalian. Selain itu, pada triwulan III ada momen puasa dan lebaran yang mendorong meningkatnya konsumsi. Sebagian besar dari sektor ekonomi mengalami pertumbuhan diatas 1 persen kecuali sektor listrik-gas-air bersih. Sektor ini mengalami perlambatan karena penurunan produksi pada sub sektor gas kota yang alokasinya tersedot untuk menyuplai kebutuhan pembangkit listik.
Pertumbuhan tertinggi pada triwulan III/2013 dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi, yaitu sebesar 2,97 persen. Setelah itu diikuti oleh sektor jasa-jasa sebesar 2,86 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,05 persen, sektor pertanian sebesar 2,32 persen, sektor konstruksi sebesar 1,83 persen, sektor industri pengolahan sebesar 1,53 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 1,31 persen, serta sektor listrik-gas-air bersih sebesar 0,47 persen. Sementara sektor pertambangan-penggalian tumbuh minus 0,38 persen.


PDRB triwulanan bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim. PDRB DKI Jakarta triwulan III/2013 jika dibandingkan dengan triwulan III/2012 (y on y) secara total tumbuh 6,19 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi, yakni sebesar 10,88 persen, kemudian diikuti oleh sektor jasa-jasa sebesar 7,93 persen, lalu sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 6,59 persen, sektor konstruksi sebesar 5,70 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 4,95 persen, sektor industri pengolahan sebesar 2,80 persen, sektor pertanian sebesar 2,74 persen, dan sektor listrik-gas-air bersih sebesar 1,69 persen. Sedangkan sektor pertambangan-penggalian terkontraksi minus 1,01 persen.


Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta sampai dengan triwulan III tahun 2013 (Januari-September) tumbuh sebesar 6,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2012. Sektor pengangkutan dan komunikasi masih menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 11,23 persen, setelah itu diikuti oleh sektor jasa-jasa dan perdagangan-hotel-restoran yang masing-masing tumbuh 7,56 persen dan 7,06 persen.
Kajian lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta selama periode tertentu. Sektor-sektor ekonomi dengan nilai nominal besar tetap akan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil. Begitu pula sebaliknya.
Pada triwulan III/2013, pertumbuhan yang capai oleh PDRB DKI Jakarta terutama didorong oleh sumber pertumbuhan yang diberikan oleh sektor perdagangan-hotel-restoran dan sektor pengangkutan-komunikasi, kemudian diikuti oleh sektor sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor jasa-jasa, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.
II. Nilai PDRB Menurut Lapangan Usaha
Triwulan II dan III Tahun 2013
PDRB DKI Jakarta mencerminkan kemampuan produksi dari sektor-sektor ekonomi yang ada di Jakarta tanpa memperhitungkan dari mana asal faktor produksi yang digunakan dalam proses produksinya. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi kemudian diperhitungkan menurut harga tahun dasar untuk dapat melihat pertumbuhan produksi secara riil. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh harga pada besaran yang tercipta.
PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada triwulan III/2013 adalah sebesar Rp 324,03 triliun, sedangkan pada triwulan II/2013 sebesar Rp 304,76 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 19,27 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, PDRB triwulan III/2013 mencapai Rp 120,74 triliun dan triwulan II/2013 adalah Rp 118,42 triliun.
Selama triwulan III/2013, berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar adalah sektor keuangan-real estat- jasa perusahaan sebesar Rp. 90,15 triliun, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp. 68,27 triliun, dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 48,85 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, ketiganya menghasilkan nilai tambah masing-masing sebesar Rp 32,70 triliun untuk sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, Rp 26,77 triliun untuk sektor perdagangan-hotel-restoran, dan Rp 16,45 triliun untuk sektor industri pengolahan.



II.    Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012 dan
Triwulan II - III Tahun 2013
Selama tahun 2012 perekonomian DKI Jakarta didominasi oleh sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Pada tahun 2012 ketiganya memberi kontribusi sebesar 63,97 persen. Secara umum, peranan ketiganya adalah 27,69 persen untuk sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, kemudian 20,66 persen untuk sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sekitar 15,62 persen untuk sektor industri pengolahan.
Seperti halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II dan III tahun 2013 juga masih didominasi oleh sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan memberi kontribusi rata-rata sebesar 27,82 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran rata-rata sebesar 21,07 persen dan sektor industri pengolahan rata-rata sebesar 15,07 persen.



IV. PDRB menurut Pengeluaran Triwulan III Tahun 2013
Peningkatan PDRB pengeluaran selama triwulan III/2013 sangat dipengaruhi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga. PDRB atas dasar harga berlaku selama triwulan III/2013 untuk komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga naik sebesar 12,21 triliun rupiah dibandingkan pengeluaran konsumsi rumah tangga triwulan II/2013, dari 174,77 triliun rupiah menjadi 186,98 triliun rupiah. Adanya momen puasa dan lebaran mendorong konsumsi rumahtangga meningkat signifikan. Selain itu komponen yang juga mempengaruhi meningkatnya PDRB pengeluaran adalah komponen ekspor yang meningkat 6,32 triliun rupiah dan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang meningkat sebesar 5,86 triliun.


Laju pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta triwulan III/2013 terhadap triwulan II/2013 (q to q) sebesar 1,96 persen, sedikit mengalami perlambatan bila dibanding triwulan II/2013 yang sebesar 2,16 persen. Dilihat secara komponen, laju pertumbuhan terbesar dicapai komponen konsumsi pemerintah sebesar 4,68 persen, komponen ini tumbuh lebih lambat dibandingkan triwulan II yang mengalami pertumbuhan 25,87 persen. Terbesar kedua adalah komponen PMTB sebesar 3,06 persen, komponen ini tumbuh lebih lambat dibanding triwulan II yang mencapai 6,63 persen. Sedangkan laju pertumbuhan q to q terkecil adalah komponen ekspor yang mengalami konstraksi sebesar minus 0,45 persen.


Pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta triwulan III/2013 terhadap triwulan III/2012 (y on y) sebesar 6,19 persen. Semua komponen mengalami pertumbuhan positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai komponen konsumsi pemerintah sebesar 9,48 persen dan komponen konsumsi rumahtangga sebesar 5,97 persen. Sementara komponen PMTB dan ekspor yang masing-masing tumbuh 4,71 persen dan 3,25 persen.
Struktur PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta selama triwulan III/2013 terbesar pada komponen konsumsi rumah tangga mencapai 57,71 persen, terbesar kedua adalah komponen ekspor yang mencapai 53,59 persen. Sementara PMTB mencapai 37,69 persen dan yang terkecil adalah komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 9,98 persen. Komponen impor dalam hal ini menjadi faktor penyeimbang penyediaan produk barang dan jasa yang dikonsumsi di Jakarta memiliki peranan sebesar 58,96.



Perubahan struktur PDRB menurut pengeluaran dari triwulan II ke triwulan III terbesar pada komponen pemerintah dari 9,51 persen pada triw II/2013  menjadi 9,98 persen pada triw III/2013. Sementara penurunan kontribusi terbesar dialami komponen ekspor dari 54,91 persen di triwulan II/2013 menjadi 53,59 persen di triwulan III/2013.
 


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map