Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2997

    Nori:

    Yth Pak Gubernur, Ke mana bisa melaporkan dengan cepat pelanggaran Perda Larangan Merokok. Banyak te...

    dewi:

    sangat memberatkan persayratan pemasangan baru maupun + daya listrik di jakarta karna IMB samapi 5 j...

    dewi:

    saya sudah tanya pembuatan IMB jakarta pusat kemayoran sebesar diatas 5 juta mohon tinjauannya benar...

    Agus:

    Yth,Admin" mau nanya Keputusan Gubernur No. 1653 Tahun 2010 Tentang : Pemberian Uang Insentif Ope...

    firman:

    Yth dinas perhubungan, kapan dibetulkan jembatan pejaten barat raya, di depan pejaten village yang l...

  

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2013

Posted: Aug 12, 2013 Category: Inflasi
 

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

DKI  JAKARTA BULAN JULI 2013 MENGALAMI INFLASI 3,16 PERSEN

inf1.jpg

Pada bulan Juli 2013, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 3,16 persen. Seluruh  kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 9,95 persen; kelompok bahan makanan 5,20 persen;  kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 2,63 persen; kelompok kesehatan 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,24 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,19 persen; dan kelompok sandang 0,06 persen.

Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan dalam kota (0,7218 persen); bensin (0,5891 persen); bawang merah (0,2718 persen); angkutan udara (0,2089 persen); daging ayam ras (0,2070 persen); rokok kretek filter (0,1436 persen); angkutan antar kota (0,1160 persen); nasi (0,0924 persen); kue kering berminyak (0,0552 persen); kentang (0,0464 persen); telur ayam ras (0,0395 persen); ayam goreng (0,0391 persen); cabe rawit (0,0344 persen); mie (0,0318 persen); bayam (0,0295 persen); tomat sayur (0,0287 persen); beras (0,0209 persen); air conditioner (AC) (0,0200 persen); tomat buah (0,0188 persen); ayam hidup (0,0171 persen); cabe merah (0,0165 persen); rendang (0,0153 persen); daging sapi (0,0152 persen); tongkol (0,0149 persen); daging kambing (0,0126 persen); jeruk (0,0122 persen); sate (0,0096 persen); dan hand body lotion (0,0092 persen).
Inflasi yang terjadi bulan Juli ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan terutama sub kelompok transpor (tabel 3).

inf2.jpg

inf3.jpg

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.    Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Juli 2013 mencapai 188,65 dan bulan  sebelumnya 179,32 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 5,20 persen.
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok bumbu-bumbuan 21,02 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 10,19 persen; sub kelompok sayur-sayuran 6,60 persen;  sub kelompok ikan segar 3,95  persen; sub kelompok bahan makanan lainnya 3,57 persen; sub kelompok ikan diawetkan 3,51 persen;  sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 3,22 persen;  sub kelompok buah-buahan sebesar 3,00  persen;  sub kelompok kacang-kacangan dan sub kelompok lemak dan minyak masing-masing 1,15 persen; dan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,70 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,97 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: bawang merah 0,2718 persen; daging ayam ras 0,2070 persen; kentang 0,0464 persen; telur ayam ras 0, 0395 persen; cabe rawit  0,0344 persen; bayam 0,0295 persen; tomat sayur 0,0287 persen; beras 0,0209 persen; tomat buah 0,0188 persen; ayam hidup 0,0171 persen; cabe merah 0,0165 persen; daging sapi 0,0152 persen; tongkol 0,0149 persen; daging kambing 0,0126 persen; jeruk 0,0122 persen; dan melon 0,0084 persen.

2.    Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Juli 2013 adalah 158,80 dan bulan sebelumnya 154,73 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 2,63 persen.
Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu : sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 5,00 persen; sub kelompok makanan jadi 2,43 persen; dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,68 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,45 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: rokok kretek filter 0,1436 persen; nasi 0,0924 persen; kue kering berminyak 0,0552 persen; ayam goreng 0,0391 persen; mie 0,0318 persen; rendang 0,0153 persen; dan sate 0,0096 persen.

3.    Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Juli 2013 adalah 131,13 dan bulan sebelumnya 130,81 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,24 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok perlengkapan rumahtangga 0,75 persen; sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,43 persen; dan sub kelompok biaya tempat tinggal 0,20 persen. Sedangkan sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air tidak mengalami perubahan indeks.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,05 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: air conditioner (AC) 0,0200 persen; pasir 0,0073 persen; batu bata/batu tela 0,0070 persen;sabun detergen bubuk 0,0044 persen; dan pembersih lantai 0,0041 persen.

4.    Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan Juli 2013 adalah 136,86 dan bulan sebelumnya 136,78 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,06 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu sub kelompok sandang anak-anak 0,84 persen; sub kelompok sandang laki-laki dan sandang wanita masing-masing 0,30 persen. Sedangkan sub kelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami deflasi 0,29 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah ongkos jahit 0,0089 persen; kaos oblong 0,0042 persen; seragam sekolah anak 0,0041 persen; celana pendek 0,0024 persen; dan seragam sekolah wanita 0,0019 persen.

5.    Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan Juli 2013 adalah 123,58 dan bulan sebelumnya 123,03 sehingga  mengalami kenaikan indeks atau inflasi 0,45 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu, sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 1,30 persen; dan obat-obatan 0,08 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok jasa kesehatan; dan sub kelompok jasa perawatan jasmani.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: hand body lotion 0,0092 persen; pasta gigi 0,0057 persen; dan alas bedak 0,0034 persen.
6.    Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Juli 2013 adalah sebesar 117,72 dan bulan sebelumnya sebesar 117,50 sehingga mengalami kenaikan indeks 0,19 persen.
Dari lima sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu, sub kelompok pendidikan 0,50 persen. Sedangkan empat sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok kursus-kursus/pelatihan; sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan; sub kelompok rekreasi; dan sub kelompok olahraga.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: SLTP 0,0073 persen; Sekolah Dasar 0,0060 persen; Taman Kanak-Kanak 0,0019 persen; dan SLTA 0,0002 persen.
7.    Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Juli 2013 mencapai 125,80 dan bulan sebelumnya 114,42. Dengan demikian, kelompok ini mengalami inflasi 9,95 persen.
 Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu sub kelompok  mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok transpor 15,10 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu: sub kelompok komunikasi dan pengiriman;sub kelompok sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 1,64  persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: angkutan dalam kota 0,7218 persen; bensin 0,5891 persen; angkutan udara 0,2089 persen; angkutan antar kota 0,1160; dan solar 0,0035 persen.

inf4.jpg

PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA JULI 2013
Pada bulan Juli 2013, dari 66 kota yang diteliti seluruh kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Ternate 6,04 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah kota Singkawang 1,36 persen. Kota Jakarta menempati urutan  ke 32 tertinggi dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

inf5.jpg

inf6.png

 

Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 33/08/31/Th. XIV, 1 Agustus 2013


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map