Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2987

    Irwandi:

    Kepada Yth. Pemda DKI Saya ingin menanyakan : 1) apa perbedaan ijin usaha restoran dengan rumah ma...

    Ricky:

    Mohon bantuannya untuk mengecek pembangunan holland village yg berlokasi di kawasan cempaka putih (s...

    firman:

    Yth dinas perhubungan. Tolong dikaji penghapusan lampu merah ke 2 di pancoran arah mampang ke cawang...

    yudi:

    Yth. Gubernur DKI Kapan ada solusi untuk daerah Kayumanis Jaktim yg sampai saat ini belum ada penyel...

    richard:

    Dengan hormat; Saya hendak menanyakan kepada Pemprov DKI, mengapa ujian penterjemah tersumpah berhe...

  

Jelang HUT DKI, Perajin Ondel-ondel Banjir Order

Posted: Jun 13, 2013 Category: Jakarta Kini
 

perajin ondel2Sudah menjadi kebiasaan setiap acara Pemprov DKI kesenian Betawi tidak pernah ketinggalan menghibur tamu dan undangan yang datang. Tak heran, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-486 DKI Jakarta, perajin ondel-ondel banjir pesanan dari sejumlah instansi yang ingin menyambut perayaan tahunan tersebut.
 
Hasyim (51) salah seorang perajin ondel-ondel di Jl Sepat, Kebagusan, Jakarta Selatan, mengaku kebanjiran order pembuatan boneka raksasa khas Betawi tersebut. Namun begitu, kesulitan mendapatkan bahan baku kayu menjadi kendala utamanya dalam pembuatan ondel-ondel. Menurut perajin yang sudah sejak 1992 membuat ondel-ondel ini, untuk pembuatan wajah ondel-ondel diperlukan kayu cukup banyak.

"Ya lumayan dari tahun ke tahun apalagi saat HUT Jakarta. Kadang kayunya susah, apalagi yang gampang dibentuk. Terutama itu kayu randu atau kayu kapuk," ujar bapak 2 anak ini, Rabu (12/6).

Tahun ini, Hasyim mengaku mendapat rezeki untuk pembuatan ondel-ondel sebanyak 4 pasang. Untuk sepasang ondel-ondel ia mampu menyelesaikannya dalam waktu satu minggu. Hasyim juga berharap mendekati HUT DKI Jakarta yang jatuh tanggal 22 Juni mendatang, pesanan ondel-ondel kreasi tangannya makin bertambah.

"Tahun ini 4 pasang, lebih kurang sedikit dari tahun lalu 5 pasang. Tapi yang sewa tahun ini sampai 10 pasang, sama seperti tahun lalu," tuturnya.

Untuk harga jual ondel-ondelnya bervariasi tergantung ukurannya. Ondel-ondel dengan tinggi 2 meter biasa dijualnya Rp 5-8 juta. "Kalau lebih tinggi lagi bisa sampai Rp 10 juta. Kalau untuk sewa Rp 300 ribu per 1 minggu," ucap Hasyim.

Hebatnya ondel-ondel buatan Hasyim, kini tidak hanya dinikmati bangsa Indonesia, tapi konsumen dari luar negeri pun menyukainya. "Kalau di luar negeri pernah kirim ke Singapura, Jepang, dan Australia. Kalau di dalam negeri yang paling jauh ke Papua," jelasnya.

Hasyim menambahkan, ondel-ondel sendiri merupakan perpaduan budaya Tionghoa, Arab, dan Betawi. Fungsinya untuk menangkal roh jahat, sehingga biasa diletakkan di depan pintu rumah. "Kalau sekarang untuk menyambut tamu. Makanya wajah-wajah yang saya buat itu tidak seram, walaupun tidak ada patokan bakunya," imbuh Hasyim.

Di HUT Kota Jakarta ke-486 tahun ini, Hasyim juga berharap agar warga kota Jakarta lebih peduli lagi terhadap perkembangan budaya Betawi, termasuk ondel-ondel. "Jangan cuma cari uang di Jakarta tapi tidak peduli terhadap kesenian Betawi. Tapi saya sangat merasakan gubernur yang sekarang sudah mulai peduli," tandasnya.
 

 

Reporter: rio

Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map