Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2968

    SITI:

    Kepada Bpk Gubernur DKI Jakarta yg terhormat, saya org tua murid SD 08 Pagi Cipinang Besar Selatan, ...

    Muhamad:

    Kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta yang terhormat, saya mau menanyakan pada tahun 2012 dan 2013 DPA_S...

    Achmad:

    Assalamualaikum Balai Warga,apakah saya bisa membuat KTP DKI tanpa harus membuat Surat Keterangan Pi...

    nurkholis:

    Assalamualaikum.. Yth Balai warga, rencana pemprov dki pembuatan jalan disisi bantaran kali sebagai ...

    Ferdy:

    Yth Balai warga, ada BTS illegal tanpa ijin warga di lingkungan perumahan RT 08/ RW 014, kelurahan C...

  

DKI Akan Bangun Rusun dan RTH di Daerah Kumuh

Posted: Jun 19, 2013 Category: Jakarta Kini
 

rusun dan RTHPenataan ruang di Jakarta dilakukan Pemprov DKI dengan membangun rumah susun (rusun) dan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan kumuh. Nantinya, rumah kumuh yang selama ini tidak layak huni akan dibongkar dan diganti rusun yang menjadi kewajiban 20 persen pengembang.
 
“Kawasan kumuh digantikan dengan rusun sehingga warga memiliki rumah layak huni. Rumahnya tidak berupa gubuk reot lagi,” kata Basuki T Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Selasa (18/6).
 
Selain menata pemukiman, lingkungan sekitar rusun juga akan diubah menjadi lebih hijau. Rencananya, sekitar 40 hingga 60 persen dari kawasan kumuh akan disulap menjadi taman interaktif atau ruang terbuka hijau.
 
“Di rusun nanti tersedia taman atau RTH sehingga tampak lebih hijau, indah dan segar,” tuturnya.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta tercatat saat ini terdapat 309 Rukun Warga (RW) kumuh. Angka tersebut menurun dibandingkan data pada tahun 2008 yang mencatat sebanyak 415 RW kumuh di ibu kota.
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana menata 360 kampung kumuh secara bertahap. Rencananya setiap tahun sebanyak 100 kampung akan ditata dengan alokasi anggaran per kampung sebesar Rp 30 miliar-Rp 50 miliar.
 
Penataan kampung akan dilakukan berdasarkan ciri khas lokal satu kawasan. Misalnya, kawasan Rawajati, Jakarta Selatan yang akan dijadikan Kampung Herbal, Tegal Parang dengan Kampung Protein, Manggarai dengan Kampung Panggung, Tomang dengan Kampung Kampus dan lain sebagainya.
 
Seluruh kampung tersebut akan ditata lengkap dengan ruang terbuka hijau (RTH), perpustakaan dan drainase yang memadai sehingga perkampungan yang kumuh dapat tertata lebih baik, lebih manusiawi dan layak huni.
 
 
 
Reporter : folmer  
Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map