Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2987

    Irwandi:

    Kepada Yth. Pemda DKI Saya ingin menanyakan : 1) apa perbedaan ijin usaha restoran dengan rumah ma...

    Ricky:

    Mohon bantuannya untuk mengecek pembangunan holland village yg berlokasi di kawasan cempaka putih (s...

    firman:

    Yth dinas perhubungan. Tolong dikaji penghapusan lampu merah ke 2 di pancoran arah mampang ke cawang...

    yudi:

    Yth. Gubernur DKI Kapan ada solusi untuk daerah Kayumanis Jaktim yg sampai saat ini belum ada penyel...

    richard:

    Dengan hormat; Saya hendak menanyakan kepada Pemprov DKI, mengapa ujian penterjemah tersumpah berhe...

  

Tempat Pengolahan Limbah Akan Dibangun di Bintaro

Posted: May 27, 2013 Category: Jakarta Kini
 

 

pengolahan limbah bintaroUntuk memenuhi kebutuhan pengolahan limbah yang memadai, Pemprov DKI akan membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat ini, instalasi yang ada dinilai masih minim, karena pengelolaan air limbah baru terpusat di Setiabudi, Jakarta Selatan, yang mencakup 3 kecamatan, yakni Setiabudi, Tebet, dan Tanahabang.
 
"Iya, memang sudah diwacanakan untuk menggunakan lahan di daerah Bintaro sebagai IPAL," ujar S Halomoan, Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Selatan, Sabtu (25/5).
 
Menurut Halomoan, lahan yang akan digunakan tersebut, sebelumnya mau dibuat RSUD Bintaro. Namun karena letaknya tidak strategis, akhirnya pembangunan RSUD Jakarta Selatan urung dibuat di kawasan tersebut. "Jadi dulu mau dibangun RSUD, tapi karena tempatnya rendah sering banjir. Lahan itu benar-benar berbatasan dengan Tangerang, jadi cukup jauh," jelasnya.
 
Halomoan mengatakan, lahan seluas 3 hektar tersebut lebih cocok untuk IPAL. Karena selain lokasinya yang terlokalisir dari pemukiman warga, kebutuhan pengolahan IPAL di DKI juga cukup mendesak. "Inikan juga keinginan dari Pak Gubernur, pengolahan limbah harus ditambah," ucapnya.
 
Namun begitu, lanjut Halomoan, dirinya tidak bisa memastikan kapan IPAL tersebut akan dibangun. Karena saat ini masih dalam pembicaraan, dan pemeriksaan status lahan ke badan aset Pemprov DKI. "Belum pasti, karena masih diperiksa dulu. Ada juga alternatif di lahan pekuburan Tanah Kusir, serta Ulujami," tandasnya.
 
Sebelumnya, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta menyatakan, 90 persen air tanah di DKI Jakarta mengandung bakteri E-coli. Untuk menangkal bakteri E-coli, Pemprov DKI berencana membangun Intalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Hingga kini, baru 3 persen warga Jakarta yang sudah terlayani oleh IPAL, sedangkan 97 persen lainnya masih menggunakan septik tank yang mengakibatkan air tanah tercemar air limbah.
 
 
 
Reporter : rio 
Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map