Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2921

    Hamdi:

    Lapor !!! Kondisi besi penyanggah saluran air di fly over Cawang, Jakarta Timur sangat mengkuatirkan...

    Eddy:

    Dear Pemprov Jakarta. Kami telah memproduksi jus untuk ternak di Gunung Sitoli, Nias dengan bahan da...

    Hary:

    Meminta Lahan Parkir Park And Ride di stasiun dengan tarif yang wajar bukan dengan hitungan perjam k...

    Ali:

    Terima Kasih untuk informasi yang diberikan, saya sebagai Warga Jelambar melihat ada proyek pembangu...

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

  

203 Unit Bajaj Tua Dihancurkan

Posted: May 21, 2013 Category: Jakarta Kini
 

 

peremajaan bajajProgram peremajaan bajaj tua menjadi bajaj berbahan bakar gas (BBG) di DKI Jakarta terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Bekerjasama dengan PT Matahari Trans yang menjadi operator dalam peremajaan bajaj, sebanyak 203 unit bajaj lama yang dikenal dengan sebutan bajaj oranye dihancurkan (scraping) di sebuah lahan di kawasan Pulogebang Permai, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
 
"Sejak tanggal 6 sudah ada 103 unit yang dihancurkan. Hari ini 203 yang kita hancurkan, jadi totalnya sudah ada 306 yang dihancurkan," ujar Yunus Haddinotto, Direktur PT Matahari Trans, Senin (20/5).
 
Yunus menambahkan, bajaj-bajaj tua yang telah dihancurkan itu, nantinya akan diganti dengan bajaj baru berbahan bakar BBG yang ramah lingkungan. Menurutnya, dari 3.500 bajaj BBG yang menjadi kewajiban pihaknya untuk menyiapkan, sebanyak 2.000 bajaj jenis BBG telah siap digunakan. 
 
"Sejak 3 bulan lalu sampai hari ini 654 sudah keluar rekom, yakni yang sudah divalidasi suratnya bisa ditukar menjadi bajaj BBG. Sementara untuk memenuhi 3.500 bajaj yang harus disiapkan, kami terus mengupayakan pengadaannya," jelasnya.
 
Yunus menjelaskan, bagi para pemilik bajaj lama yang ingin melakukan peremajaan melalui pihaknya, diharuskan memiliki kelengkapan surat-surat dan fisik bajajnya harus ada. Untuk dapat menukarkan bajaj baru seharga Rp 59,4 juta ini, para pemilik juga harus menyetorkan uang muka sebesar Rp 23 juta. "Terserah mau dengan membayar lunas atau mencicil untuk melunasi sisanya," tukas Yunus.
 
Ditemui di lokasi, Kepala Seksi Pengangkutan Orang Luar Trayek, Edi Syufa`at, mengatakan sejak 2006 sampai dengan 2011 ini bajaj yang sudah diremajakan mencapai 2.755 bajaj. "Tahun ini kita menargetkan lebih dari 3.500 bajaj untuk diremajakan," katanya.
 
Peremajaan ini, tambahnya, adalah untuk menata angkutan lingkungan agar menjadi laik jalan dan tidak menimbulkan polusi. Saat ini, dalam melaksanakan peremajaan bajaj, pihaknya menggandeng 2 operator yang bertugas sebagai pelaksana yaitu, PT Matahari Trans dan Koperasi Bajaj Sehati. "Kepada para pemilik bajaj untuk melakukan peremajaan melalui operator. Operator akan melakukan seleksi terhadap bajaj yang masuk," ucapnya.
 
Andi (28), pengusaha bajaj di Jakarta Timur yang memiliki 80 unit armada, terlihat antusias dengan program tersebut. Menurutnya, walaupun harus menyetorkan iuran sebesar Rp 23 juta per unit untuk uang muka, dirinya tidak merasa keberatan. "Saya setuju karena selain bajaj biru sudah saya dengar kualitasnya, juga dapat mengurangi polusi," tandasnya.
 
 
 
Reporter : budi
Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map