Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2977

    mandala:

    kpd, humas pemda dki. dimana saya dapat men-download DPA APBD 2014, kel gunung sahari utara? yg ter...

    Lie:

    Sore Pak, saya ingin bertanya, apakah diperlukan permintaan PM1 dan PM2 sebagai persyaratan perijina...

    Nendra:

    Selamat pagi Humas DKI Jakarta. Saya ingin melaporkan tentang kemacetan yang sering terjadi di perem...

    hendriko:

    ass.... humas DKI jakarta..untuk surat surat lainnya sudah lengkap hanya terkendala pada akte cerai ...

    hendriko:

    ass.... humas DKI jakarta.. saya ingin membuat kk baru atau pisah kk dari mantan istri saya, tp saya...

  

Penerima KJP Tingkat SD di Jaksel Capai 13.585 Siswa

Posted: Mar 04, 2013 Category: Jakarta Kini
 

KJP JakselSebanyak 13.585 murid sekolah dasar di Jakarta Selatan akan memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP). Program yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ini dikhususkan bagi siswa tak mampu.  
 
"Jumlah tersebut merujuk pada Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) yang sudah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Pemprov DKI," ujar Momon Sulaiman, Kasie SD, Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Selatan, Sabtu (2/3).
 
Dikatakan Momon, siswa dan sekolah harus aktif untuk memperoleh KJP. Sekolah juga wajib mendata, apakah siswanya tercantum dalam PPLS terbaru. Jika belum, maka bisa diurus dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu. "Ada kemungkinan bertambah karena kadang ada temuan bahwa siswa itu belum tercantum di PPLS.  Jadi siswa bisa mengecek ke sekolah, kalau belum masuk langsung minta keterangan tidak mampu di kelurahan lalu daftar di sekolah,” katanya.
 
Ditambahkan Momon, KJP untuk tingkat sekolah dasar akan dibagikan di 526 SD negeri dan 186 SD swasta di wilayah Jakarta Selatan. Jika merujuk pada rencana Pemprov DKI Jakarta, maka kartu ini akan dibagikan pada April mendatang. “Pembagiannya kewenangan dinas. Kalau sesuai arahan, kemungkinan bulan April dibagikan. Mudah-mudahan sesuai dengan rencana,” ucapnya.
 
Berbeda dengan tunjangan KJP untuk siswa SMA yang besarannya mencapai Rp 240 ribu, untuk siswa SD, kata Momon, pemerintah mengalokasikan masing-masing anak akan mendapat suntikan dana Rp 180 ribu. Mengenai pencairan dana KJP, dapat dilakukan setelah dana APBD DKI 2013 turun. 
 
KJP yang diluncurkan pada Desember tahun lalu dapat digunakan sebagai penunjang kebutuhan personal, seperti uang transportasi, buku, sepatu, dan lain sebagainya yang dikhususnya bagi siswa tak mampu. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP berbentuk kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI.
 
 
 
Reporter: rio
Sumber : Beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map