Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3155

    raffa:

    Yth Pemprov DKI, saya ada sebidang tanah di daerah pulo gebang rt.009/03 no. 46 kec cakung jakarta t...

    raffa:

    Pak mohon bantuannya dari jajaran Bapak Gubernur untuk melakuakan pernertiban di depan Gedung TTC Bu...

    bangun:

    Dear, saya bisa download full peraturan ttg penetapan NJOP dimana ya? saya download pergub 175 th 20...

    bangun:

    Yth Pemprov n Dinas Pajak, tlg direvisi kategori penggenaan tarif PBB. sbg akibat kenaikan NJOP yg s...

    firman:

    Yth Pak Ahok dan dinas PU, tolong diperlebar jalan di depan Citos Simatupang. karena terlalu sempit....

  

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2012

Posted: Feb 19, 2013 Category: Pertumbuhan Ekonomi
 

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA

TRIWULAN IV TAHUN 2012

 

I.               Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Tahun 2012

Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV/2012 tumbuh sebesar 2,0 persen (q to q), relatif stabil bila dibandingkan triwulan III/2012 (sebesar 2,1 persen). Kondisi ini dapat dikatakan sebagai suatu capaian yang sangat baik mengingat secara musiman biasanya selalu terjadi penurunan aktivitas seluruh sektor ekonomi di triwulan IV pada setiap tahun.

Pada triwulan IV, hampir semua sektor (kecuali sektor pertambangan-penggalian) tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi, yaitu sebesar 4,3 persen. Selanjutnya diikuti oleh sektor sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,5 persen, jasa-jasa sebesar 2,4 persen, sektor konstruksi sebesar 1,9 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 1,2 persen, dan sektor listrik-gas-air bersih sebesar 1,1 persen. Sementara sektor lainnya tumbuh dibawah angka 1 persen, yakni sektor pertanian sebesar 0,4 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 0,1 persen. Sedangkan sektor pertambangan-penggalian tumbuh minus 0,2 persen.

PDRB DKI Jakarta triwulan IV/2012 jika dibandingkan dengan triwulan IV/2011 (y on y) tumbuh sebesar 6,5 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi yakni sebesar 10,6 persen, kemudian diikuti oleh sektor konstruksi sebesar 7,8 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 7,6 persen, sektor jasa-jasa sebesar 7,2 persen, sektor sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 5,4 persen, sektor listrik-gas-air bersih sebesar 4,5 persen, sektor industri pengolahan sebesar 1,9 persen, sektor pertanian sebesar 1,4 persen dan sektor pertambangan-penggalian minus 0,4 persen.

Kajian lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta selama periode tertentu. Sektor-sektor ekonomi dengan nilai nominal besar tetap akan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil. Begitu pula sebaliknya.

Pada triwulan IV/2012, pertumbuhan yang terjadi didorong oleh pertumbuhan yang diberikan oleh sektor perdagangan-hotel-restoran, sektor pengangkutan-komunikasi, dan sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan dan mampu menyumbang pertumbuhan diatas 1 poin. Sedangkan sektor jasa-jasa, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan menyumbang pertumbuhan dibawah 1 poin. Sementara sektor pertanian, sektor pertambangan-penggalian, dan sektor liatrik-gas-air bersih menyumbang kurang dari 0,1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

II.        Pertumbuhan Ekonomi  Tahun 2012

Besaran PDRB DKI Jakarta tahun 2012 atas dasar harga konstan mencapai 499,8 triliun rupiah naik 27,6 triliun rupiah dibandingkan tahun 2011 (sebesar 422,2 triliun rupiah), sehingga secara total pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sebesar 6,5 persen sedikit lebih lambat dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 6,7 persen.

Sumbangan pertumbuhan tertinggi (1,6 poin) diberikan oleh sektor perdagangan-hotel-restoran yang tumbuh sebesar 7,2 persen. Meningkatnya ekspor-impor menjadi pendorong tingginya pertumbuhan sektor perdagangan-hotel-restoran di tahun 2012.

Sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebagai sektor dominan di Jakarta tumbuh sebesar 5,4 persen dan menyumbang pertumbuhan sebesar 1,5 poin. Sementara sektor jasa-jasa dan sektor konstruksi yang masing-masing tumbuh sebesar 7,6 persen dan 6,9 persen, menyumbang pertumbuhan masing-masing sebesar 0,9 dan 0,7 poin.

Sektor industri pengolahan, sebagai salah satu sektor andalan tumbuh sebesar 2,4 persen, dengan sumbangan terhadap pertumbuhan sebesar 0,4 persen. Sedangkan untuk sektor-sektor yang kontribusinya terhadap PDRB dibawah 1 persen seperti sektor pertanian, sektor pertambangan-penggalian, dan sektor listrik-gas-air bersih menyumbang pertumbuhan sangat kecil yakni dibawah 0,1 poin.

III.          Nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Struktur Tahun 2012

PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2012 adalah sebesar Rp 1.103,7 triliun, sedangkan pada tahun 2011 sebesar Rp 982,52 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 121,2 triliun. Peranan tiga sektor utama yakni sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel-restoran, serta sektor industri pengolahan terhadap total perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2012 sekitar 64 persen.

Dalam tahun 2012, berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar adalah sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar Rp. 305,6 triliun (27,2 persen), kemudian diikuti oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp. 228,0 triliun (20,7 persen), dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 172,4 triliun (15,6 persen).

Sebutan Jakarta sebagai Kota Jasa (Service City) tercermin dari struktur perekonomian Jakarta yang diukur dengan PDRB menurut sektoral (lapangan usaha). Sekitar 71,5 persen PDRB Jakarta berasal dari sektor tersier (perdagangan, keuangan, jasa, dan pengangkutan), sebesar 28 persen berasal dari sektor sekunder (industri pengolahan, konstruksi, dan listrik-gas-air bersih) dan hanya sebesar 0,5 persen dari sektor primer (pertanian dan pertambangan).

IV.        PDRB Per Kapita

Produk Domestik Regional Bruto bila dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun akan menggambarkan nilai PDRB per kapita atau tingkat kemakmuran penduduk suatu wilayah. PDRB Per Kapita Propinsi DKI Jakarta dari tahun 2009 – 2012 secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.

PDRB per kapita DKI Jakarta atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 mencapai 110,46 juta rupiah atau meningkat 9,4 persen dibanding tahun 2011 (100,98 juta rupiah). PDRB per kapita atas dasar harga konstan menunjukkan nilai PDRB per kapita secara riil. Pada tahun 2012 PDRB per kapita meningkat 3,7 persen, yaitu dari Rp 43,4 juta di tahun 2011 menjadi Rp 45,02 juta di tahun 2012.

V. PDRB menurut Pengeluaran Triwulan IV Tahun 2012

Nilai nominal PDRB pengeluaran selama triwulan IV/2012 atas dasar harga berlaku mencapai 292,1 triliun rupiah atau meningkat sebesar 10,6 triliun rupiah dibanding triwulan sebelumnya. Sumbangan terbesar diberikan oleh komponen konsumsi rumah tangga yang sebesar Rp 164,1 triliun (56,2 persen), komponen ekspor sebesar Rp 162,6 triliun (55,7 persen), dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)+Perubahan stok sebesar Rp 114,9 triliun (39,4 persen).

Dilihat secara komponen, laju pertumbuhan terbesar pada komponen pemerintah yaitu sebesar 23,0 persen dibanding triwulan III/2012 (q to q). Tingginya realisasi penyerapan anggaran di triwulan IV/2012 adalah usaha pemerintah dalam meningkatkan penyerapan anggaran tahun 2012 yang dalam tiga triwulan terakhir masih sangat rendah.

Pertumbuhan terbesar kedua adalah ekspor yang sebesar 3,1 persen. Peningkatan nilai ekspor pada triwulan IV ini tidak berarti krisis yang melanda Eropa telah tertanggulangi, namun demikian kondisinya tidak lagi seburuk yang dialami pada tahun 2011. Selanjutnya adalah komponen PMTB yang tumbuh sebesar 2,6 persen.

Sementara itu laju pertumbuhan q to q terkecil berada pada komponen konsumsi rumahtangga sebesar 1,0 persen, bila dibandingkan triwulan III/2012 (yang tumbuh 2,4 persen). Perlambatan pertumbuhan yang dialami konsumsi rumahtangga akibat dari triwulan III/2012 terdapat momen puasa dan lebaran.

Laju pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta triwulan IV/2012 terhadap triwulan IV/2011 (y on y) sebesar 6,5 persen. Bila dilihat secara komponen, laju pertumbuhan y on y yang terbesar adalah komponen komponen PMTB sebesar 8,2 persen. Terbesar ke dua adalah komponen konsumsi rumahtangga dengan pertumbuhan 6,1 persen dan diikuti komponen ekspor sebesar 5,8 persen.  Sementara konsumsi pemerintah tumbuh di bawah nol persen (minus 4,8 persen).

VI. PDRB menurut Pengeluaran Tahun 2012

Distribusi PDRB menurut pengeluaran selama tahun 2012 terbesar ada pada komponen konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi sebesar 56,9 persen, relatif stabil bila dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 57 persen. Kontribusi terbesar kedua ada pada komponen ekspor sebesar 56,2 persen, komponen ini pun mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 55,1 persen. Sedangkan kontribusi terkecil ada pada komponen konsumsi pemerintah yang hanya 9,6 persen selama tahun 2012.

Dilihat dari laju pertumbuhannya, secara umum selama tahun 2012 naik 6,5 persen. Komponen yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah komponen PMTB yang naik sebesar 9,0 persen. Terbesar kedua adalah komponen konsumsi rumah tangga dan ekspor yang naik sebesar 6,3 persen. Sedangkan yang terkecil kenaikannya adalah konsumsi pemerintah yang hanya 1,1 persen.

 

Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 12/02/31/Th. XV, 5Februari 2013


© 1995 - 2015 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map