Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3149

    Dyah:

    Yth Pemprov DKI, setahu saya tarif angkot sebesar 4rb yg tadinya naik karena imbas kenaikan bbm tela...

    Rana:

    Balai warga ini hanya untuk pelaporan saja ya? Apa bedanya kalau begitu dengan LAPOR dan QLUE? Saya ...

    mochammad:

    Yth Humas DKI Untuk bayar perpanjangan makam di DKI tahun 2015 ini terlalu banyak pintu sehingga mem...

    Sam:

    Saya sudah memiliki ktp dki jakarta sejak 2013 lalu tapi belum e ktp,,dari pihak kelurahan sudah men...

    aisyah:

    TPS di jl.Kali Anyar 10 kel.Kali anyar kec.Tambora Jakbar kondisinya memprihatinkan, TPS tidak berfu...

  

Ortus Group Lanjutkan Proyek Monorel

Posted: Feb 13, 2013 Category: Jakarta Kini
 

monorailProyek monorel yang sempat mangkrak selama lima tahun kini siap dilanjutkan kembali. Apalagi, PT Jakarta Monorail yang menggarap proyek tersebut telah menggandeng investor baru yakni Ortus Group dari Singapura.

Direktur Utama PT JM, Sukmawati Syukur mengatakan, saat ini pihaknya sudah menggandeng PT Ortus dari Singapura sebagai investor. Diperkirakan PT Ortus akan berinvestasi hingga 90 persen dari total investasi sebesar Rp 6,7 triliun. "Mungkin akan sampai 90 persen nanti. Tapi ini masih dalam tahap penyelesaian akhir," kata Sukmawati Syukur, di Balaikota, Selasa (12/2).

Sementara itu, investor lainnya yakni Hadji Kalla juga tetap bisa memberikan investasinya melalui public company. Sebab menurut Sukma, PT Ortus selalu memasukan dananya melalui public company. Hadji Kalla Group merupakan salah satu konsorsium yang pernah bergabung membangun monorel pada 2007.

Dikatakan Sukma, PT Ortus akan memberikan dana tahap awal yakni minimal sebesar 30 juta dollar Amerika. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar tiang-tiang milik PT Adhi Karya. Kemudian tahap selanjutnya investasi yang akan diterimanya yakni sebesar Rp 2 triliun.

Ia pun optimis pada akhir tahun ini prototipe monorel sudah bisa diselesaikan sebagai percontohan. Sementara untuk pembangunan monorel dengan rute green line sepanjang 30 kilometer, membutuhkan waktu 1,5-2 tahun ke depan. "Pengerjaan, kita targetkan paling lama April. Sampai kereta di atas 1,5-2 tahun lagi," tandasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, kelanjutan pembangunan monorel ini merupakan keputusan politik. Pihaknya saat ini tengah menunggu kelengkapan dari PT JM sebelum melanjutkan proyek tersebut. "Terakhir tinggal nunggu dokumen, kalau dokumen yang kita minta itu dikasih hari ini. Bisa saya putuskan dan langsung dicor," kata Jokowi.

Dokumen yang diminta yakni terkait dengan data dua investor baru yang bergabung dengan PT JM. Sebab PT Adhi Karya yang sebelumnya merupakan rekanan dari PT JM telah mundur dari kerjasama yang dilakukan. Pengecekan dokumen ini adalah antisipasi agar proyek ini tidak kembali mandek di tengah jalan. "Ada investor baru. Siapa investor baru itu harus tanya dan itu harus ada perjanjian," ujarnya.

Dirinya memberi batas waktu PT JM untuk menyerahkan dokumen yakni hingga pertengahan bulan ini. Namun, masih bisa ditolerir jika ada kemunduran waktu. "Saya minta pertengahan bulan ini. Tapi kalau mundur dikit tidak apa-apalah," katanya.

Jokowi juga berani menanggung segala risiko yang akan dihadapi dengan keputusan melanjutkan proyek yang sempat mangkrak selama 5 tahun terakhir itu. "Ini keputusan politik. Jangan malah, kita selalu mempersulit hal-hal yang sebetulnya gampang. Apapun resikonya akan saya putuskan," tegasnya.

Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan konsisten mendukung pembangunan monorel ini. Karena itu, ia meminta pada akhir tahun ini paling tidak sudah ada prototipe untuk green line sebagai percontohan. Kemudian pada tahun berikutnya diharapkan monorel sudah ada yang bisa berjalan. Diperkirakan tarif yang akan dikenakan yakni sebesar Rp 9.000. Pemprov DKI Jakarta pun akan memberikan subsidi jika jumlah penumpang di bawah 160 ribu per hari.

 

 

Reporter: erna

Sumber : Beritajakarta.com


© 1995 - 2015 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map