Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2956

    Rachmat:

    Selamat malam Admin Humas DKI Jakarta, mohon maaf sebelumnya karena saya orang awam disini. Saya ing...

    maryadi:

    selamat malam admin yg terhormat, mohon info untuk pengurusan SIUJK di gedung apa dan lantai berapa....

    Pury:

    Selamat siang pak, Saya ingin mengurus akte kelahiran saya, usia saya sekarang 22 thn. karena akte s...

    Nadia:

    Yth. Admin Balai Warga, Sehubungan dengan pertanyaan Ibu Anna, mohon info terkait dengan statistik ...

    anna:

    selamat sore pak... adakah peraturan mengenai perlindungan anak di jakarta?.. jika iya.. bisakah pe...

  

Warga Dekat Waduk Pluit Diberi Jatah Rusun

Posted: Jan 24, 2013 Category: Jakarta Kini
 

 

rusun waduk pluitKondisi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang makin menyempit kerena banyaknya pemukiman liar membuat daya tampung waduk terhadap air hujan menjadi tidak maksimal. Untuk mengembalikan kondisi waduk seperti sedia kala, Pemprov DKI akan memindahkan penghuni rumah liar di sekitar waduk ke rumah susun (rusun) secara bertahap. Untuk saat ini, setidaknya sudah 32 kepala keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa warga Pluit telah terdaftar sebagai calon penghuni Rusun Marunda, dan tepat sore ini mereka akan direlokasi ke tempat tersebut.
 
"Sore ini, mereka (32 KK) mulai direlokasi. Kami sedang menyiapkan peralatan dan alat transportasinya untuk pengangkutan mereka ke Rusun Marunda. Pengelola telah siap menyediakan fasilitas yang dibutuhkan korban banjir," ujar Kusnindar, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah 1 DKI Jakarta, Rabu (23/1).
 
Menurutnya, paska Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, mengunjungi tempat pengungsian korban banjir di Cometa Futsal dan mengajak warga melihat kondisi Rusun Marunda Senin (21/1) kemarin, rupanya banyak korban banjir yang berminat dan menyatakan keinginannya tinggal di rusun. "Mereka tertarik pindah, karena pemerintah menawarkan fasilitas seperti televisi, pakaian, kompor gas, 2 unit kasur, dan lain-lain. Ini memang langkah pemerintah untuk membantu warga," katanya.
 
Dikatakannya, dengan pindahnya sebagian warga tidak menutup kemungkinan nantinya diikuti warga lainnya yang tinggal di sekitar Waduk Pluit, karena pemerintah sendiri berencana akan membongkar pemukiman liar yang berada di sekitar Waduk Pluit maupun bantaran Kali Ciliwung. "Kami telah meyiapkan 1.000 unit kamar di Rusun Pulogebang, Rusun Pinus Elok, dan Rusun Marunda. Di Rusun Marunda sendiri kami telah menyiapkan 200 unit kamar. Kami tetap prioritaskan dulu yang wilayah Jakata Utara sebab intruksi langsung Pak Wagub," tuturnya.
 
Dalam merelokasi warga tersebut, sambung Kusnindar, pihaknya akan langsung mendata warga tanpa diverifikasi. Berbeda dengan kondisi sebelumnya yang harus diverifikasi, di data dan diundi. Selain itu, selama satu bulan pertama warga tidak dipungut uang sewa. Sedangkan, setelah satu bulan pertama akan dipungut uang sewa sekitar Rp 150 ribu per bulan. "Karena di sini sifatnya darurat, sehingga tidak diverifikasi lagi. Jadi mereka langsung masuk ke rusun dengan syarat melampirkan KTP DKI Jakarta," ungkapnya.
 
Sementara itu, Daeng (43) salah satu korban banjir Muara Baru menuturkan, alasan dirinya menjadi calon penghuni Rusun Marunda lantaran fasilitas yang diberikan pemerintah lengkap. Selain itu, setiap musim hujan maupun rob (air pasang laut) tiba, kawasan Muara Baru selalu dilanda banjir. "Sudah bosan pak tinggal di Muara Baru, karena banjir terus. Ya, saya juga tertarik fasilitasnya, meskipun aksesnya jauh, tapi pas saya pindah sudah ada barang-barangnya," tandasnya. 
 
 
 
Reporter : al furqon
Sumber : Beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map