Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3004

    Danu:

    Yth. Pemprov DKI Jakarta. Saya ingin bertanya, untuk pengumuman hasil ujian TKD CPNS DKI Jakarta Tah...

    sis:

    Yth. Bpk Basuki TP / Ahok...mana janji bapak yg katanya akan memangkas birokrasi..nyatanya saya meng...

    Alex:

    Yth. Gubernur DKI Jakarta. Tolong wilayah Rawamangun (Jaktim) diperhatikan. Jalan Rawamangun Muka Ba...

    fabby:

    selamat siang Bapak/Ibu saya mau tanya besarnya retribusi izin undang-undang gangguan untuk bagunan ...

    sagimin:

    selamat pagi pak/ibu mau tanya bagaimana cara mengurus nomor ktp ganda. soalnya nomor ktp 3173020905...

  

Kartu Jakarta Pintar Difokuskan Bagi Siswa Kurang Mampu

Posted: Jan 14, 2013 Category: Jakarta Kini
 

804 mProgram unggulan Kartu Jakarta Pintar (KJP) terus digulirkan Pemprov DKI Jakarta. Tahun ini, rencananya ada lebih dari 332 ribu KJP akan diberikan kepada pelajar baik yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta. Bahkan, untuk tahun ini, penyebaran KJP akan diperluas hingga sekolah madrasah. Sedangkan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 804 miliar.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pembagian KJP masih difokuskan bagi siswa kurang mampu. Sehingga, pihaknya juga akan memberikan fasilitas itu bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta. "Tahun lalu sudah lebih banyak kita sebar ke sekolah swasta," ujar Jokowi, usai menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan DKI Jakarta di Balaikota, Senin (14/1).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto menambahkan, KJP diberikan kepada anak usia sekolah mulai dari umur 7 hingga 18 tahun. Tahun ini, pemberian KJP masih harus menunggu pengesahan APBD DKI Jakarta 2013. Sembari menunggu pengesahan APBD 2013, dikatakan Taufik, pihaknya akan melakukan verifikasi data siswa. Sebab, data yang ada saat ini merupakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010.

"Jika ada penambahan akan kita akomodir, intinya kita berorientasi pada anak usia sekolah. Untuk itu, tentu ada proses untuk verifikasi, karena data yang ada yakni data pada 2010. Sementara saat ini tahun 2013, artinya ada pergerakan usia anak," kata Taufik.

Dikatakan Taufik, selain sekolah negeri dan swasta, pihaknya juga akan membagikan KJP bagi siswa/siswi yang duduk di bangku madrasah. "Targetnya tahun ini semua anak usia sekolah yang termasuk miskin dan hampir miskin mendapatkan KJP," ucapnya.

Karena itu, ia pun meminta kepada calon penerima KJP agar mengisi data diri dengan lengkap. Sebab pada tahun 2012, sebanyak 600 siswa batal mendapatkan KJP karena data yang diberikan tidak lengkap. Terlebih dalam pemberian bantuan ini penyalurannya melalui bank. "Ada 29 item yang harus diisi oleh siswa, dan itu sangat standar, seperti nama, tanggal lahir, tempat lahir, dan lain-lain. Intinya harus lengkap," kata Taufik.

Adapun dana yang disediakan per bulannya bagi siswa disesuaikan dengan tingkatannya yakni, SMA dan sederajat diberikan Rp 240 ribu, SMP Rp 210 ribu, dan SD Rp 180 ribu. "Tahun ini diusulkan anggaran sebesar Rp 804 miliar untuk KJP. Tapi saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD," katanya.

Seperti diketahui, pada 2012 sebanyak 10.406 siswa mendapatkan KJP. Namun pada tahun lalu baru siswa SMA dan SMK saja yang mendapatkan KJP. Program ini merupakan gagasan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dengan memberikan dana operasional sekolah langsung kepada siswa.

 

Reporter: erna 

Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map