Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3052

    Nala Jati:

    Hai Pemprov DKI Jakarta, saya hendak menanam satu pohon dihalaman muka rumah yang lahannya sudah say...

    dedi:

    pak gub tlg di sidak sekali2 kelurahan kalibaru kecamatan cilincing,kasie pemerintahan&trantib; seri...

    linda:

    Selamat sore... Mohon informasi bagaimana cara pengurusan pembuatan AKTE KEMATIAN dan persyaratan ap...

    Faqih:

    Lapor, Dibelakang Asrama Brimob Cipinang banyak warga yang mendirikan bangunan di atas aliran sungai...

    Mohamad:

    Mohon konfirmasinya apakah KTP model lama masih berlaku pada tahun 2015 nanti? saya sudah hampir 2 t...

  

49 RSBI di DKI Berubah Jadi Sekolah Reguler

Posted: Jan 09, 2013 Category: Jakarta Kini
 

 

RSBI jadi regulerKeputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), disikapi Pemprov DKI Jakarta dengan menutup semua label RSBI di 49 sekolah di Jakarta. Hal tersebut sesuai dengan hasil keputusan rapat yang dilakukan bersama dengan 49 kepala sekolah RSBI se-DKI Jakarta.
 
"Untuk menyikapi keputusan tersebut kami putuskan label RSBI di semua sekolah dihilangkan atau ditutup, sebagai bentuk respons cepat Pemprov DKI terhadap keputusan MK," kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/1).
 
Ia menyebutkan di Jakarta terdapat 49 sekolah dengan status RSBI, dengan rincian 8 SD, 15 SMP, 10 SMA, dan 16 SMK. Meski semua sekolah tersebut mulai hari ini sudah tidak memakai label RSBI, pihaknya akan tetap menjaga kualitas pendidikan di Jakarta. Orientasi terhadap mutu, tetap menjadi prinsip utama dalam layanan pendidikan, dengan membuka akses yang luas terhadap peserta didik, termasuk dari keluarga tidak mampu. "Orientasi terhadap mutu pendidikan tetap menjadi prinsip utama kami meski label RSBI dihilangkan," jelasnya.
 
Sementara bagi program kegiatan yang terkait dengan pendanaan, harus ada pertanggung jawaban yang jelas jika sudah dijalankan. Terlebih siswa yang sekolah di RSBI membayar biaya sekolah lebih tinggi dibandingkan sekolah reguler. Sedangkan bagi dana yang belum dilaksanakan, agar dimusyawarahkan dengan komite sekolah dan orangtua.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, juga menyetujui jika RSBI dihapuskan. Ia menilai jika siswa ingin sekolah yang berkelas internasional bisa masuk ke sekolah swasta. "Kalau mau sekolah internasional ke swasta saja, kenapa mesti pakai label internasional juga," kata Basuki.
 
Sebelumnya, pada 8 Januari 2013 MK mengeluarkan putusan terkait evaluasi RSBI yang dilayangkan Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan (KAKP). MK mengabulkan permohonan uji materi Pasal 50 ayat 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Dengan dibatalkannya pasal tersebut maka RSBI harus dibubarkan. Sekolah dengan status RSBI kembali menjadi sekolah reguler.
 
Di SDN 11 Pondoklabu, Kompleks Timah, Jl Margasatwa No 2, Jakarta Selatan, sekitar pukul 08.30, juga telah dicopot plat tulisan RSBI yang terdapat di tembok sekolah tersebut. Pemandangan serupa juga terlihat di SMAN 70 yang terletak di Jl Bulungan, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, yang juga sudah mencopot seluruh atribut RSBI di sekolah tersebut. Di Jakarta Selatan sendiri sekolah yang mendapat status RSBI yaitu 3 SDN, 4 SMAN, 1 SMA swasta, dan 5 SMK negeri.
 
Kepala Sekolah SMAN 70, Saksono Liliek, mengaku sudah mendapat perintah dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mencopot atribut RSBI yang ada di sekolahnya. “Semalam kita sudah rapat sama Kadisdik, diminta labelnya untuk dihapus. Namun biar begitu pelayanannya harus tetap, mungkin perubahan maksimal ada pada program dan pendanaan,” tandasnya.
 
 
 
Reporter : erna/rio
 
Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map