Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3027

    bambang:

    halo, alamat untuk pelayanan pendaftaran hak cipta dan SNI merk saya http://pengrajinkarpet.com di d...

    Rizki:

    Salam Persatuan Merdeka!, saya mengucakan selamat atas pelantikan Gebenur DKI Jakarta Bapak Basuki "...

    ismail:

    Yth. Pemprov DKI. kenapa pertanyaan saya mengenai syarat pecah PBB tgl 05-11-2014 belum ada tanggapa...

    firman:

    bendungan di jakarta bernama JEMBATAN. ambil contoh lagi di tendean. Jembatan di samping sekolah. be...

    firman:

    Yth Pak Ahok, saya kira ada banjir di kampung pulo dan rawajati disebabkan karena jembatan. Coba per...

  

Jokowi Bagikan 3.013 Kartu Jakarta Pintar

Posted: Dec 03, 2012 Category: Jakarta Kini
 

 

kartu jakarta pintarSetelah sempat tertunda beberapa kali, Kartu Jakarta Pintar (KJP) hari ini resmi diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Dewasa (Yappenda) di Kelurahan Kebonbawang, Kecamatan Tanjungpriok, Jakarta Utara. Untuk tahap pertama, Jokowi, membagikan sekitar 3.013 KJP yang diperuntukkan bagi siswa di Jakarta Utara sebanyak 1.662 siwa, Jakarta Pusat 705 siswa, Jakarta Timur 290 siswa, Jakarta Selatan 71 siswa, Kepulauan Seribu 285 siswa. Sedangkan tahun 2013 rencananya ada sekitar 332 ribu Kartu Jakarta Pintar yang akan dibagikan.
 
Kedatangan Jokowi disambut antusias ratusan siswa/siswi Yappenda. Mereka yang sudah menunggu orang nomor satu di DKI Jakarta itu sejak pagi tadi, langsung bersorak-sorak dan mengeluk-elukan nama Jokowi. Warga yang mengetahui kedatangannya, juga ikut merubung dan rela berdesak-desakan untuk bersalaman dan foto bareng dengan Jokowi.
 
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, peluncuran Kartu Jakarta Pintar merupakan yang pertama kali dan sudah dicoba di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI, dan sudah berjalan. "Bulan ini ada tambahan 6.000-an. Tahun depan kira-kira 332 ribu yang mau diluncurkan untuk sekolah swasta dan negeri, tapi yang paling banyak sekolah swasta yang diberikan ini. Jadi yang SMA dan SMK diberikan 240 ribu, SMP 210 ribu dan yang SD 180 ribu. Itu bukan untuk biaya sekolah loh ya, tapi untuk biaya beli seragam, sepatu, buku dan biaya tambahan gizi, serta transport, karena biaya sekolah sudah ditanggung," ujar Jokowi, Sabtu (1/12).
 
Menurutnya, siswa yang ingin mendapatkan kartu ini namanya harus ada dalam base line data, nantinya akan diberikan 332 ribu kartu. Jika kartu ini telah selesai dicetak dan masih ada warga yang ingin, nantinya akan dimulai pendaftaran lagi. "Ini base line sudah saya pegang. Setiap tanggal 1 uang itu sudah masuk. Penggunaannya nanti dikontrol dan disampling setiap anak. Jangan sampai uang yang banyak ini digunakan untuk beli televisi, nggak boleh langsung dicabut kalau ada untuk beli televisi," tegasnya.
 
Lebih jauh Jokowi menambahkan, diberikannya siswa dalam bentuk uang karena bisa fleksibel. Sebab, anak-anak terkadang membutuhkan seragam, buku, transport dan ini digunakan untuk itu. "Kita membangun sistem dan diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan atau yang tidak mampu sampai semuanya dapat," tuturnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, 3.013 Kartu Jakarta Pintar yang dibagikan tahun 2012 untuk siswa tingkat SMA dan SMK. Sedangkan tahun depan seluru tingkat pendidikan mulai dari SD, SMP, dan SMA atau sederajat. "3.013 kartu yang dibagikan untuk siswa di 111 sekolah di DKI Jakarta, yaitu 13 sekolah negeri dan 98 sekolah swasta," jelasnya.
 
Ia menyebut, ketersediaan dana pendidikan untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Utara cukup untuk 3 bulan ke depan. Sedangkan, untuk Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu cukup untuk 6 bulan ke depan. "Anggarannya pada tahun ini Rp 37 miliar, tapi tahun depan mencapai Rp 378 miliar karena dari siswa SD, SMP dan SMA akan dibagikan kartu ini," tuturnya.
 
Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menambahkan, Kartu Jakarta Pintar dibagikan dalam bentuk kartu ATM yang dibedakan berdasarkan warna yaitu, sekolah negeri (platinum) dan sekolah swasta (silver) dengan besaran biaya sama, yakni sebesar Rp 240 ribu untuk setiap siswa SMA/SMK per bulan. "Kartu ini supaya diamankan dan dipakai sesuai nama siswa di kartu ini. Di amplop terpisah ada nomor PIN rahasia dan jangan sampai nomornya diketahui dan dimanfaatkan orang lain. Bila uangnya tidak diambil bulan ini, bisa diambil bulan depan dan tidak hilang. Bank DKI tidak akan mengenakan biaya sama sekali," tandasnya. 
 
 
 
Reporter : al furqon
Sumber : Beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map