Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2919

    Hary:

    Meminta Lahan Parkir Park And Ride di stasiun dengan tarif yang wajar bukan dengan hitungan perjam k...

    Ali:

    Terima Kasih untuk informasi yang diberikan, saya sebagai Warga Jelambar melihat ada proyek pembangu...

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

    Lady:

    situasi jalanan yang tidak tertib atau MEMBAHAYAKAN pengguna jalan seperti angkutan umum yang ugal2a...

    Lady:

    tidak bisa atau tidak mau membesarkan dengan kerja keras malah ikut menjerumuskan anaknya. Selain it...

  

10.226 Kartu Jakarta Pintar untuk Siswa SMA

Posted: Nov 22, 2012 Category: Jakarta Kini
 

Kartu Pintar Jakarta PintarSetelah sempat tertunda pada 17 November lalu, peluncuran Kartu Jakarta Pintar dipastikan diluncurkan pada 1 Desember mendatang. Tahun ini terdapat 10.226 Kartu Jakarta Pintar yang akan dibagikan kepada siswa SMA/SMK di DKI Jakarta. Namun, untuk tahap pertama akan diluncurkan 3.008 Kartu Jakarta Pintar dulu, yang rencananya akan diluncurkan di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengakui, tertundanya peluncuran Kartu Jakarta Pintar pada 17 November lalu, karena bertepatan dengan cuti. "Walaupun anak sekolah tidak libur kita tetap harus berkoordinasi," kata Taufik, di Balaikota, Rabu (21/11).

Saat peluncuran nanti, Kartu Jakarta Pintar akan diserahkan kepada 100 anak sebagai simbol di masing-masing wilayah. Tetapi sebanyak 3.008 siswa juga akan mendapatkannya pada hari yang sama. Sementara untuk tahun ini, Kartu Jakarta Pintar akan diberikan kepada 10.266 siswa. "Tahun ini kita baru berikan kepada siswa SMA dan SMK, ini untuk menutupi angka partisipasi kasar yang mencapai 87,16 persen," jelasnya.

Untuk tahun ini anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 37 miliar. Masing-masing anak akan mendapat uang operasional sebesar Rp 400 ribu per bulan. Selain itu juga uang personal sebesar Rp 240 ribu per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan program 12 tahun yang ada sebelumnya.

Menurut Taufik, anggaran untuk biaya personal diambil dari biaya rawan putus sekolah yang sebelumnya diberikan ke sekolah. Dana tersebut dialihkan karena sekolah telah mendapatkan tambahan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah pusat. "Anggarannya diambil dari biaya rawan putus sekolah yang diberikan ke sekolah, sekarang dialihkan ke anak. Karena sekolah sudah mendapat tambahan dari BOP," tandasnya.

 

 

Reporter: erna

Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map