Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3149

    Dyah:

    Yth Pemprov DKI, setahu saya tarif angkot sebesar 4rb yg tadinya naik karena imbas kenaikan bbm tela...

    Rana:

    Balai warga ini hanya untuk pelaporan saja ya? Apa bedanya kalau begitu dengan LAPOR dan QLUE? Saya ...

    mochammad:

    Yth Humas DKI Untuk bayar perpanjangan makam di DKI tahun 2015 ini terlalu banyak pintu sehingga mem...

    Sam:

    Saya sudah memiliki ktp dki jakarta sejak 2013 lalu tapi belum e ktp,,dari pihak kelurahan sudah men...

    aisyah:

    TPS di jl.Kali Anyar 10 kel.Kali anyar kec.Tambora Jakbar kondisinya memprihatinkan, TPS tidak berfu...

  

DKI Terus Kembangkan Sekolah Inklusi

Posted: Sep 11, 2012 Category: Jakarta Kini
 

sekolah Inklusi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di ibukota. Hal itu dibuktikan dengan besarnya alokasi APBD di bidang pendidikan. Tak hanya itu, Pemprov DKI juga  terus mengembangkan sekolah inklusi agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapat hak yang sama untuk belajar.

"Tentunya kita ingin lebih maju bersama-sama di masa yang akan datang dalam mewujudkan sekolah inklusi. Pendidikan menjadi prioritas utama di DKI guna mewujudkan SDM berkualitas. Bahkan program wajib belajar di DKI juga merupakan yang pertama di Indonesia dengan kualitas yang tinggi. Ke depan program wajib belajar 12 tahun atau pendidikan gratis akan diperluas hingga ke sekolah swasta," ujar Gubernur DKI Fauzi Bowo, usai menghadiri acara halal bi halal dengan Komunitas Pendidikan Jakarta dan Ikatan Cendekiawan Jakarta, di Aula Masjid At-Tien, TMII, Jakarta Timur, Selasa (11/9).

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta itu mengatakan, siswa berkebutuhan khusus harus mendapat perlakuan sama dengan siswa lainnya di sekolah-sekolah reguler. Saat ini, kata Fauzi Bowo, DKI memiliki 476 sekolah inklusi yang terdiri dari 176 sekolah negeri dan 300 sekolah swasta.

Besarnya perhatian Fauzi Bowo di bidang pendidikan, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus membuat pria yang akrab disapa Bang Fauzi ini mendapat penghargaan dari 32 siswa inklusi di DKI. Fauzi Bowo mengaku senang mendapatkan penghargaan tersebut.  "Penghargaan ini menunjukan betapa pentingnya kebersamaan untuk memajukan pendidikan di kalangan siswa berkebutuhan khusus. Mereka harus mendapatkan perlakuan sama dengan siswa lainnya di sekolah-sekolah reguler," ungkap Fauzi Bowo.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, saat ini terdapat sekitar 5.400 siswa inklusi yang bersekolah di 476 sekolah, terdiri 176 sekolah negeri dan 300 sekolah swasta. Sekolah inklusi negeri, minimal terdapat di tingkat kecamatan tiga sekolah dasar. Kemudian di tingkat kota masing-masing ada tiga sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK.

"Saat ini Dinas Pendidikan DKI, terus mengembangkan sekolah inklusi dan memberikan pelayanan khsusus pada semua warga yang membutuhkan. Pendidikan inklusi ini sebagai sistem pendidikan yang menyertakan anak-anak berkebutuhan khusus dengan siswa normal di sekolah reguler," ujar Taufik Yudi.

 

Reporter: nurito

Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2015 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map