Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2918

    Ali:

    Terima Kasih untuk informasi yang diberikan, saya sebagai Warga Jelambar melihat ada proyek pembangu...

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

    Lady:

    situasi jalanan yang tidak tertib atau MEMBAHAYAKAN pengguna jalan seperti angkutan umum yang ugal2a...

    Lady:

    tidak bisa atau tidak mau membesarkan dengan kerja keras malah ikut menjerumuskan anaknya. Selain it...

    Lady:

    yang lebih muda dibanding saya. Saya sudah menolak secara halus tapi dia masih kokoh menyodorkan top...

  

Pariwisata Sebagai Salah Satu Faktor Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Posted: Aug 30, 2012 Category: Jakarta kita
 

Haudhi Ramda YuzaSektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai  salah satu sumber pendapatan daerah. Kenapa sangat potensial, karena peningkatan wisatawan mancanegara di DKI Jakarta pada bulan Juni 2012 mencapai 175.391 kunjungan, diharapkan setiap tahunnya meningkat. Itu sebagai bukti, secara luas pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan. Pembangunan sektor pariwisata menyangkut aspek sosial budaya, ekonomi dan politik.

Haudhi Ramda Yuza, Mahasiswa Trisakti mengatakan bahwa Jakarta sebagai daerah khusus Ibukota tentu memiliki sejumlah potensi, salah satunya adalah potensi pariwisata. “Di Provinsi DKI Jakarta sangat banyak hal yang dapat dijadikan Daya Tarik Wisatawan (DTW). Daya tarik wisata alam, seperti  Pantai yang berada di kawasan Jakarta Utara yaitu  Taman Impian Jaya Ancol dan Pantai Indah Kapuk. Wisata Hutan Kota yang berada di kawasan Jakarta Timur yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII),  daerah Jakarta Selatan yaitu  Kebun Binatang Ragunan, dan wisata Hutan Bakau yang ada di kawasan Jakarta Utara. Sedangkan daya tarik wisata Budaya dan Sejarah berupa Museum, tempat ibadah, dan bangunan bersejarah, seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional, Museum Satria Mandala, Museum Fatahillah, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Serta Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan.Dilihat dari segi  wisata buatan terdiri atas wisata belanja (Mall, ITC, WTC, Pasar),  kuliner betawi yang kian diminati wisatawan, dan tempat  olahraga, seperti Gelora Bung Karno, dan lain sebagainya yang tak bisa disebutkan satu per satu,” ungkapnya.

Ramda, sapaan akrabnya juga menjelaskan kalau sektor pariwisata memiliki potensi yang cukup besar bagi perekonomian Jakarta. “Pariwisata adalah salah satu faktor pertumbuhan ekonomi. Sehingga,  selama berwisata wisatawan akan melakukan belanjaannya, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan (Tourism Final Demand) pasar barang dan jasa. Selanjutnya Final Demand wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan baku (Investment Derived Demand) untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Dalam usaha memenuhi permintaan wisatawan diperlukan investasi di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain" katanya kepada Jakarta.go.id, Selasa (28/08/2012).

Ramda berharap Jakarta dapat mengembangkan potensi wisatanya agar mampu bersaing dengan kota-kota besar di negara lain, seperti kota Paris di negara Prancis dan kota New York di negara Amerika Serikat. Tentu hal itu harus diimbangi dengan pelayanan serta fasilitas yang lebih baik kedepannya.

Laporan: Nina/Iqna/Saidah


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map