Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2953

    Nadia:

    Yth. Admin Balai Warga, Sehubungan dengan pertanyaan Ibu Anna, mohon info terkait dengan statistik ...

    anna:

    selamat sore pak... adakah peraturan mengenai perlindungan anak di jakarta?.. jika iya.. bisakah pe...

    Nala Jati:

    Hai jakarta.go.id, untuk wilayah RW 3, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selat...

    Handi:

    Mohon agar dokumen Pedoman Lembaga Musyawarah Kelurahan disediakan dalam format yang lebih baik. Saa...

    Lie:

    Pertanyaan lain Pak : 1. Apakah semua warga DKI berhak mendapatkan BPJS tanpa kecuali ? 2. Dimana ...

  

ACARA PENCANANGAN GERAKAN JAKARTA BERSIH TAHUN 2012

Posted: Aug 24, 2012 Category: Sambutan
 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat sore dan salam sejahtera.

Yth

.-  Bapak Prof DR. Arif Rahman, Ketua Komite Pemberdayaan Masyarakat Jakarta (KPMJ);

 -  Bapak Prof DR.Paulus Wirutomo, Direktur LPMJ;

 -  Para Walikota dan Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu;

 -  Para Camat, Lurah dan Kepala SKPD terkait;

 -  Warga DKI Jakarta dan hadirin yang saya hormati.

       Saya memberikan apresiasi, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas prakarsa KPMJ,   menyelenggarakan kegiatan “Gerakan Jakarta Bersih”

       Gerakan Jakarta Bersih adalah perbuatan mulia, karena merupakan sebuah gerakan berkelanjutan yang bertujuan membangkitkan kesadaran untuk merubah perilaku masyarakat Ibukota terhadap sampah.

       Saya prihatin, walaupun masyarakat menyadari dan mengerti dengan sangat baik, pentingnya kebersihan kota, tetapi ternyata kebersihan belum menjadi budaya dan bagian hidup masyarakat. Ini berarti, kita harus lebih sungguh-sungguh membangun budaya bersih, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa hidup bersih yang selama ini diajarkan secara teori, harus menjadi kebiasaan hidup sebagai sebuah gerakan.

       Gerakan Jakarta Bersih seperti ini, perlu dibudayakan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Gerakan ini penting dan mendukung program Pemerintah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat.  Pendek kata, gerakan kebersihan kota, termasuk kebersihan di lingkungan permukiman, perkantoran, perkampungan, lingkungan perusahaan, masjid, gereja, terminal, bandara dan sebagainya, harus dilakukan terus menerus tanpa henti. Hidup bersih tidak cukup hanya “diomongkan”, tetapi harus dipraktikkan.

Hadirin yang saya hormati;

       Hidup bersih adalah salah satu ciri masyarakat beradab, berbudaya dan berakhlak mulia. Selain memerlukan infrastruktur yang memadai untuk mewujudkan cita-cita Jakarta Bersih, kita tidak boleh merasa lelah untuk mewujudkan hidup bersih, karena hal itu bukan sekedar meraih penghargaan Adipura atau sejenisnya, tetapi lebih kepada kebutuhan kenyamanan dan kesehatan dalam kehidupan.  Adipura hanya wacana yang harus kita raih kembali. Tetapi tujuan besarnya adalah menumbuh-kembangkan keinginan masyarakat untuk menjaga kebersihan di wilayahnya masing-masing.

       Oleh karena itu, saya instruksikan kepada para Walikota, Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, para Camat dan para Lurah, untuk melakukan terobosan dan mengambil langkah nyata memperbaiki sistem pengolahan  sampah di lingkungan masing-masing.                               

       Mengubah Bantar Gebang yang sebelumnya merupakan Tempat Pembuangan Sampah, menjadi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Seluruh TPS di lingkungan harus menjadi TPST. TPST skala kota yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan 5 (lima) sentra Reduce, Reuse, Recycle skala wawasan, harus berhasil, bekerjasama dengan instansi swasta, LSM dan berbagai pihak terkait.

       Mindset masyarakat, bahwa “kebersihan sudah ada petugasnya” harus dirubah, karena hal itu berpotensi menjadikan warga kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Tentu kita tidak menginginkan adanya anggapan bahwa masyarakat justru menjadi penyumbang terjadinya kekotoran di lingkungannya sendiri. Karenanya, masyarakat perlu diingatkan untuk mencari tempat sampah apabila ingin membuang sampah, terlebih lagi apabila tempat sampah tersebut berada dekat di sekitar tempat tinggalnya.

       Gerakan Jakarta Bersih ini harus sukses dan menjadi momentum merubah kebiasaan buang sampah sembarangan tidak menjadi kelaziman. Masyarakat harus dididik bahwa kebiasaan  yang permisif terhadap kekotoran adalah tindakan indispliner dan ada sanksi hukumnya.

        Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof DR. Arief Rahman dan Bapak Prof DR. Paulus Wirutomo, atas upaya, kerja keras dan partisipasinya, sehingga hari ini kegiatan yang sangat penting dan strategis ini dapat kita laksanakan. Akhirnya dengan mengucap Bismillahirrohanirrohim, “Gerakan Jakarta Bersih saya canangkan.

       Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan ridho-Nya dalam upaya kita bersama meningkatkan kualitas lingkungan dan kebersihan Kota Jakarta.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map