Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2918

    Ali:

    Terima Kasih untuk informasi yang diberikan, saya sebagai Warga Jelambar melihat ada proyek pembangu...

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

    Lady:

    situasi jalanan yang tidak tertib atau MEMBAHAYAKAN pengguna jalan seperti angkutan umum yang ugal2a...

    Lady:

    tidak bisa atau tidak mau membesarkan dengan kerja keras malah ikut menjerumuskan anaknya. Selain it...

    Lady:

    yang lebih muda dibanding saya. Saya sudah menolak secara halus tapi dia masih kokoh menyodorkan top...

  

Paska Lebaran, Terminal Lebakbulus Dikosongkan

Posted: Jul 23, 2012 Category: Jakarta Kini
 

terminalRencana menyulap Terminal Bus Lebakbulus, Jakarta Selatan, menjadi depo mass rapid transit (MRT), terus dimatangkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, untuk pengosongan terminal baru dilakukan paska lebaran, sehingga terminal tersebut masih bisa digunakan untuk melayani mudik lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, keberadaan Terminal Lebakbulus saat ini masih sangat dibutuhkan untuk proses pengangkutan pemudik lebaran. Terlebih jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 2.406.064 penumpang atau naik 5,13 persen dari tahun lalu yang hanya 2.288.632 penumpang.

“Diprediksi pengosongan Terminal Lebakbulus ini dilakukan dua minggu paska Idul Fitri 1433 H. Dengan demikian, terminal ini masih bisa digunakan untuk mudik lebaran tahun ini,” ujar Udar Pristono, Jumat (20/7).

Menurutnya, jika terminal ini dikosongkan seluruh bus AKAP akan dipindahkan ke sejumlah terminal besar seperti Terminal Kampungrambutan, Pulogadung dan Kalideres. Proses ini dilakukan selama belum ada pengganti resmi terminal tersebut. Kendati begitu, untuk angkutan dalam kota masih tetap di terminal ini. Sebab Dinas Perhubungan DKI tidak berencana memindahkan terminal dalam kota maupun halte bus Transjakarta.

“Khusus untuk terminal dalam kota, masih tetap ada di dalam terminal Lebakbulus. Demikian halnya bus Transjakarta, masih akan tetap masuk ke dalam terminal ini. Karena nantinya digunakan untuk mengantar jemput penumpang MRT,” imbuh Pristono.

Terkait, pelayanan mudik lebaran, Pristono meminta seluruh awak bus angkutan lebaran mematuhi peraturan lalulintas. Utamanya tidak menaikkan tuslah sesuai kehendaknya sendiri. Bagi yang nekad melanggar, pihaknya akan memberi sanksi tegas, mulai dari teguran lisan, tertulis, stop operasi hingga pencabutan izin operasional.

Dalam catatan Dinas Perhubungan DKI, pada tahun 2009 terdapat 53 kasus pelanggaran, tahun 2010 ada 47 kasus dan tahun 2011 mencapai 83 kasus. Para pelanggar ini hanya dikenai sanksi administrasi, karena menaikkan tarif di atas tarif resmi mulai dari 100,2 persen hingga 178,4 persen.
                

 

Reporter: nurito

Sumber: beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map