Fauzi Bowo Tinjau Pasar Tradisional
| Posted: Jul 10, 2012 Category: Jakarta Kini |
Untuk memantau harga sejumlah kebutuhan pokok jelang Ramadhan 1433 H, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melakukan peninjauan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Tomang Barat (Jakarta Barat) dan Pasar Kebayoranlama (Jakarta Selatan). Pada kesempatan itu, orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta ini juga melakukan dialog dengan para pedagang membahas soal ketersediaan barang dan harga sejumlah kebutuhan.
"Peninjauan ini rutin dilakukan seorang gubernur menjelang Ramadhan untuk memastikan stabilnya harga dan pasokan barang," ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta saat berada di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Selasa (10/7).
Di hadapan para pedagang, Fauzi mengatakan, untuk mencegah terjadinya penimbunan stok barang kebutuhan pokok , Pemprov DKI Jakarta akan menggelar operasi pasar dan razia. Karenanya, dalam waktu dekat, Pemprov DKI akan membentuk tim pengawas terpadu yang terdiri dari instansi terkait seperti, Polda Metro Jaya, Dinas Kelautan dan Pertanian, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) serta PD Pasar Jaya. Tim ini akan bertugas minimal 14 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Kebijakan lain yang akan dijalankan Pemprov DKI Jakarta, sambungnya, akan memperbanyak suplai kebutuhan pokok, sehingga para spekulan tidak akan berkutik karena konsumen dihadapkan pada pilihan yang banyak.
Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Ratna Ningsih menambahkan, pihaknya akan mengirimkan surat edaran kepada asosiasi pedagang pasar tradisional yang isinya mengimbau agar para pedagang tidak menimbun barang atau kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Saat ini, surat edaran tersebut tengah dibuat dan diharapkan dalam waktu dekat sudah dikirim ke asosiasi pedagang pasar. "Kendati belum dapat memastikan kapan razia akan digelar, namun paling tidak razia itu akan dilaksanakan mulai H-14 Lebaran berbarengan dengan razia makanan kadaluarsa atau tidak berlabel," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI Jakarta, Ipih Ruyani menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kelayakan konsumsi daging. Pengawasan dilakukan dengan cara melakukan razia sebanyak 35 kali selama Ramadhan hingga jelang Lebaran. "Razia ini untuk memastikan agar daging sapi, ayam, maupun ikan yang dijual itu layak dikonsumsi warga dan berkualitas baik. Pengawasan juga dilakukan untuk memantau kesehatan, keamanan dan kelayakan konsumsi kebutuhan pokok," kata Ipih.
Sementara itu, pantauan beritajakarta.com di sejumlah pasar tradisional saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan. Harga daging sapi potong misalnya yang saat ini harganya mencapai Rp 80 ribu per kilogram dari sebelumnya yang hanya Rp 70-75 per kilogram.
Demikian halnya dengan cabai merah keriting yang naik Rp 28 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 24 ribu per kilogram. Kemudian kentang naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada telur ayam, naik dari Rp 16 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram dan bawang merah yang naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 23 ribu.
Naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional ini sudah mulai diresahkan pedagang maupun konsumen. Mereka khawatir saat bulan Ramadhan harganya akan terus melambung tinggi. "Memang saat ini harga bumbu dapur sudah mulai naik. Kami berharap Pemprov DKI dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok. Sehingga pedagang maupun konsumen tidak dibuat pusing," ujar Jamal (46), salah seorang pedagang sembako di Pasar Tomang.
Reporter: nurito
Sumber: beritajakarta.com







