Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2997

    Nori:

    Yth Pak Gubernur, Ke mana bisa melaporkan dengan cepat pelanggaran Perda Larangan Merokok. Banyak te...

    dewi:

    sangat memberatkan persayratan pemasangan baru maupun + daya listrik di jakarta karna IMB samapi 5 j...

    dewi:

    saya sudah tanya pembuatan IMB jakarta pusat kemayoran sebesar diatas 5 juta mohon tinjauannya benar...

    Agus:

    Yth,Admin" mau nanya Keputusan Gubernur No. 1653 Tahun 2010 Tentang : Pemberian Uang Insentif Ope...

    firman:

    Yth dinas perhubungan, kapan dibetulkan jembatan pejaten barat raya, di depan pejaten village yang l...

  

UMSP DKI Naik Hingga 30 Persen

Posted: Feb 14, 2012 Category: Jakarta Kini
 

UMSP DKI NaikPemprov DKI Jakarta akhirnya menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta tahun 2012 naik 6-30 persen dari besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta tahun 2012 sebesar Rp 1.529.150. Besaran kenaikan UMSP tahun 2012 itu tertuang dalam Pergub no 13 Tahun 2012 tentang UMSP 2012 yang telah diundangkan sejak 9 Februari lalu.

Kenaikan UMSP mulai berlaku 1 Januari 2012 dan berlaku bagi 10 sektor unggulan di DKI Jakarta yakni, sektor kimia, energi dan pertambangan naik sebesar 11 persen atau Rp 1.697.357. Lalu, sektor logam, elektronik dan mesin naik sebesar 13 persen atau Rp 1.727.940 dan sektor otomotif naik sebesar 13 persen atau sebesar Rp 1.773.814.

Kemudian, sektor asuransi dan perbankan naik 30 persen atau sebesar Rp 1.987.895, sektor makanan dan minuman naik 10 persen atau sebesar Rp 1.682.065, sektor farmasi dan kesehatan naik 8 persen atau Rp 1.615.482. Lalu, sektor tekstil, sandang dan kulit naik 7 persen atau Rp 1.636.191, sektor pariwisata naik 6 persen atau sebesar Rp 1.620.899 dan sektor telekomunikasi naik 30 persen atau Rp 1.987.895. Sedangkan untuk sektor bangunan dan pekerjaan umum ditetapkan antara Rp 93.551 hingga Rp 143.221 per hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Deded Sukendar mengatakan, kenaikan UMSP tahun 2012 merupakan kenaikan yang tertinggi, yaitu hingga 30 persen, bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, lanjutnya, kenaikan tertinggi diberikan kepada pekerja atau buruh di sektor telekomunikasi serta asuransi dan perbankan. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi perkembangan ekonomi di Jakarta, di mana sektor itu memberikan pengaruh tertinggi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jakarta. “Jadi wajar saja diputuskan kenaikan UMSP tertinggi pada dua sektor itu. Sebab mereka memberikan kontribusi paling besar bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta,” ujar Deded, Senin (13/2).

Dikatakan Dede, UMSP 2012 ini hanya berlaku bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun. Bagi pekerja atau buruh yang masa kerjanya di  atas satu tahun, ditetapkan berdasarkan kesepakatan tertulis yang dicapai melalui perundingan bipartit, antara pekerja atau buruh dan serikat pekerja atau buruh dengan pengusaha.

Bagi perusahaan yang tidak mampu memenuhinya, dikatakan Deded, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan berupa sanksi denda maksimal Rp 400 juta atau kurungan pidana maksimal lima tahun.

 

Reporter : lenny

Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map