
Mencegah DBD dengan Membersihkan Lingkungan
| Posted: Feb 04, 2012 Category: Testemoni |

Memasuki musim penghujan, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengintai. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Penyakit DBD masih menjadi momok warga jakarta kerena setiap tahunnya selalu memakan korban. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungannya serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ciri-ciri demam berdarah adalah penyebab tingginya angka korban penyakit tersebut.
Ciri-ciri demam berdarah sulit diketahui, hal inilah yang menyebabkan seringnya penderita DBD baru datang ke dokter setelah penyakit mereka cukup parah atau bahkan telah mengalami pendarahan.
Menurut Siti Euis Holilah (30) warga Kp. Gedong, Condet, Jakarta Timur yang akrab dipangill I’ie mengatakan “Menurut saya masyarakat masih belum banyak yang tanggap tentang perkembangan kasus (informasi) penyakit ini disekitarnya, masyarakat belum menyadari arti pentingnya 3M, serta mulai berkurangnya budaya gotong-royong dalam membersihkan lingkungan.”
Ia menambahkan “Mulailah sejak dini menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan tempat tinggal, foging bukan solusi utama dalam menangani penyakit ini, saya berharap dengan melakukan 3M (Menutup, menguras dan mengubur), angka korban penyakit DBD bisa ditekan khususnya di Jakarta.”
Laporan: Meli/Galih






