Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 1132

    mohammad:

    yth,..HUMAS DKI, beberapa warga kami belum memiliki surat rumah dan PBB,.bagaimana cara mengurusnya...

    mohammad:

    YTH. humas dki , sy pengurus yayasan madrasah ibt nurhidayah,membuat ijin pengesahan yayasan kami da...

    aris:

    yth. bpk humas dki. Saya sebagai pendatang ingin ikut membantu terciptanya jakarta yg nyaman tp, se...

    INDRA:

    Saya guru honorer dari SDN Pinang Ranti 10 Pagi siap mendukung sepenuhnya Bang Foke untuk terpilih k...

    Zulkifli:

    mohon ijin, kok pergub nomor 86 tahun 2012 tentang kpa tidak ada di daftar produk hukum? mohon penje...

  

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan Desember 2011

Posted: Dec 02, 2011 Category: Inflasi
 

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN NOVEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,47 PERSEN
 
Inf1
 
Pada bulan November 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,47 persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 2,66 persen; kelompok bahan makanan sebesar 1,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,04 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen. Satu kelompok mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen. Sedangkan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga. 
 
Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: emas perhiasan sebesar 0,2473 persen; cabe merah sebesar 0,0630 persen; sewa rumah sebesar 0,0260 persen; beras sebesar 0,0231 persen; daging ayam ras sebesar 0,0214 persen; telur ayam ras sebesar 0,0188 persen; tomat sayur sebesar 0,0181 persen; baju kaos/t-shirt anak sebesar 0,0109 persen; baju muslim sebesar 0,0103 persen; kacang panjang sebesar 0,0085 persen; daster sebesar 0,0077 persen; sawi putih sebesar 0,0059 persen; jeruk sebesar 0,0049 persen; vitamin sebesar 0,0040 persen; ikan keranjang sebesar 0,0038 persen; baju kaos/t-shirt wanita sebesar 0,0037 persen; cabe rawit sebesar 0,0036 persen; handuk dan cabe hijau masing-masing sebesar 0,0035 persen; kerudung/jilbab sebesar 0,0033 persen; dan minyak goreng sebesar 0,0031 persen.
Inflasi yang terjadi bulan November ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok sandang terutama sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya (tabel 3).
 
 Inf2 
Inf3
 
inf4
 
inf5
 
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
 
1. Bahan Makanan
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan November 2011 sebesar 151,88 dan bulan sebelumnya sebesar 150,85 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 1,05  persen.    
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, sepuluh sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 5,58 persen; sub kelompok sayur-sayuran sebesar 1,83 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 1,26 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,95 persen; sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,56 persen; sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,55 persen; sub kelompok lemak dan minyak sebesar 0,44 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 0,37 persen; sub kelompok ikan segar sebesar 0,31 persen; dan sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,02 persen.  Sedangkan satu sub kelompok lainnya mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu  sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 0,30 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,18 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: cabe merah sebesar 0,0630 persen; beras sebesar 0,0231 persen; daging ayam ras sebesar 0,0214;  telur ayam ras sebesar 0,0188 persen; tomat sayur sebesar 0,0181 persen; kacang panjang sebesar 0,0085 persen; sawi putih sebesar 0,0059  persen; dan jeruk  sebesar 0,0049 persen. 
 
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan November 2011 adalah sebesar  139,91 dan bulan sebelumnya sebesar 139,85 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,04 persen. 
Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,20 persen; dan sub kelompok makanan jadi sebesar 0,02 persen. Sedangkan satu sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: martabak sebesar 0,0021 persen; air kemasan sebesar 0,0020 persen; gula pasir sebesar 0,0019 persen; teh sebesar 0,0009 persen; kembang gula sebesar 0,0002 persen; dan mesis sebesar 0,0001 persen. 
 
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan November 2011  sebesar 122,50 dan bulan sebelumnya sebesar 122,39 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,09 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi yaitu sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,18 persen. Dua sub kelompok mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu sub kelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,07 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,03 persen. Sedangkan satu sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu: sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: sewa rumah sebesar 0,0260 persen; pembasmi nyamuk cair sebesar 0,0019 persen; semen dan kayu lapis masing-masing sebesar 0,0001 persen.
 
4. Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan November 2011 adalah sebesar 137,18 dan bulan sebelumnya sebesar 133,62. Sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 2,66 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 4,76 persen; sub kelompok sandang anak-anak sebesar 1,28 persen;  dan sub kelompok sandang wanita sebesar 1,18 persen. Sedangkan sub kelompok sandang laki-laki mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 1,01 persen. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,26 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: emas perhiasan sebesar 0,2473 persen;  baju kaos/T-shirt anak sebesar 0,0109 persen;  baju muslim wanita sebesar 0,0103 persen; daster sebesar 0,0077  persen; baju kaos/t-shirt wanita sebesar 0,0037 persen; handuk sebesar 0,0035 persen; kerudung/jilbab sebesar 0,0033 persen; pakaian bayi sebesar 0,0030 persen; kemeja pendek katun pria sebesar 0,0015 persen; dan kaos oblong pria sebesar 0,0005 persen. 
 
5.    Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan November 2011 adalah sebesar 117,68 dan bulan sebelumnya sebesar 117,65. Dengan demikian, kelompok ini  mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,03 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok obat-obatan sebesar 0,61 persen. Satu sub kelompok mengalami penurunan indeks yaitu sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,25 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasmani. 
Kelompok pengeluaran ini tidak memberikan sumbangan inflasi. 
 
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan November 2011 adalah sebesar   116,40 dan bulan sebelumnya sebesar 116,40. Dengan demikian kelompok ini tidak mengalami perubahan indeks.
 
7.      Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan November 2011 adalah sebesar 108,68 bulan sebelumnya sebesar 108,71. Dengan demikian, kelompok ini mengalami penurunan indeks indeks atau deflasi sebesar 0,03  persen. 
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok  mengalami penurunan  indeks, yaitu: sub kelompok transpor sebesar 0,04 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman;  sub kelompok sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan.
Kelompok pengeluaran ini tidak memberikan sumbangan deflasi yang cukup berarti.
 
 inf6 
 
PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA NOVEMBER 2011
Pada bulan November 2011, dari 66 kota yang diteliti 50 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Mataram sebesar 1,25 persen dan kota yang mengalami inflasi yang terrendah adalah kota Palembang sebesar 0,02 persen. Kota Jakarta menempati urutan  tertinggi ke 23 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.   
 
 Inf7 
 
 
Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 47/12/31/Th. XIII, 1 Desember 2011    


© 1995 - 2012 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map