Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 1132

    mohammad:

    yth,..HUMAS DKI, beberapa warga kami belum memiliki surat rumah dan PBB,.bagaimana cara mengurusnya...

    mohammad:

    YTH. humas dki , sy pengurus yayasan madrasah ibt nurhidayah,membuat ijin pengesahan yayasan kami da...

    aris:

    yth. bpk humas dki. Saya sebagai pendatang ingin ikut membantu terciptanya jakarta yg nyaman tp, se...

    INDRA:

    Saya guru honorer dari SDN Pinang Ranti 10 Pagi siap mendukung sepenuhnya Bang Foke untuk terpilih k...

    Zulkifli:

    mohon ijin, kok pergub nomor 86 tahun 2012 tentang kpa tidak ada di daftar produk hukum? mohon penje...

  

Pariwisata DKI Jakarta Bulan Desember 2011

Posted: Dec 02, 2011 Category: Pariwisata Statistik
 

PARIWISATA DKI JAKARTA 
JUMLAH WISMAN YANG MENGUNJUNGI DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2011 MENCAPAI 180.813 KUNJUNGAN       
 
Par1
 
A. Wisatawan Mancanegara
Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui 3 pintu masuk untuk bulan Oktober 2011 mengalami peningkatan sebesar 3,13 persen dibandingkan kunjungan wisman bulan sebelumnya, atau dari 175.329 kunjungan pada bulan September 2011 menjadi 180.813 kunjungan pada bulan Oktober 2011. Demikian pula jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman bulan Oktober 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 13,38 persen (tabel 1). 
 
Sepuluh kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta untuk bulan Oktober 2011 adalah Malaysia (23.077 kunjungan); China (17.153 kunjungan); Jepang (16.298 kunjungan); Singapura (14.685 kunjungan); Saudi Arabia ( 8.208 kunjungan); Korea Selatan (7.554 kunjungan); Australia (7.300 kunjungan); Belanda (6.637 kunjungan); Amerika (6.441 kunjungan); dan Philipina (5.718 kunjungan). Secara total, kunjungan dari sepuluh kebangsaan itu berjumlah 113.071 kunjungan, yang berarti mencapai 62,53 persen dari keseluruhan kunjungan ke kota Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kesepuluh negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing kota Jakarta. 
 
 Par2 
 
Par3
 
Par4
 
Peningkatan kunjungan wisman bulan Oktober tahun 2011 yang mencapai 3,13 persen terhadap bulan sebelumnya, merupakan peningkatan kunjungan wisman yang keempat kali selama empat tahun terakhir. 
Peningkatan kunjungan wisman ke kota Jakarta bulan Oktober 2011 yang mencapai 3,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya, searah dengan kunjungan wisman ke Indonesia yang juga mengalami peningkatan sebesar 0,91 persen atau dari 650.071 kunjungan pada bulan September 2011 menjadi 656.006 kunjungan pada bulan Oktober 2011.
 
B.   Hotel
1. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Jakarta bulan Oktober 2011 mencapai 59,16 persen naik sekitar 3,98 poin dari TPK bulan September 2011. Masih untuk bulan Oktober 2011, jika diamati menurut klasifikasi hotel berbintang, TPK hotel bintang tiga merupakan yang tertinggi yaitu mencapai 63,12 persen. Sedangkan yang terendah adalah TPK hotel bintang satu yang hanya mencapai 54,40 persen. 
Tingkat hunian hotel berbintang yang dirinci menurut klasifikasi hotel, TPK hotel berbintang pada bulan Oktober 2011 hampir semuanya mengalami peningkatan dibandingkan TPK bulan September 2011, kecuali hotel bintang dua. Jika dirinci lebih lanjut, TPK hotel bintang satu, tiga, empat, dan lima mengalami peningkatan TPK masing-masing sebesar 0,21 poin; 7,87 poin; 2,79 poin; dan 6,32 poin. Sedangkan hotel bintang dua mengalami penurunan sebesar 2,59 poin. Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2010, TPK gabungan semua hotel berbintang untuk bulan Oktober 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 0,12 poin. Rincian lebih jauh, TPK klasifikasi hotel bintang empat dan bintang satu masing-masing mengalami peningkatan TPK sebesar 3,61 poin dan 9,52 poin. Sedangkan hotel bintang lima, tiga dan dua TPKnya mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,14 poin; 3,76 poin; dan 6,81 poin (tabel 2).
 
 Par5
 
Par6
 
2.   Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Indonesia di Hotel Berbintang
Secara agregat, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang pada bulan Oktober tahun 2011 mencapai 1,96 hari, mengalami penurunan sebesar 0,12 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia bulan September 2011. 
Jika diamati secara parsial, untuk tamu asing, rata-rata lama menginap pada bulan Oktober 2011 adalah 2,44 hari, mengalami penurunan sebesar 0,89 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan September 2011. Berbeda dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia bulan Oktober 2011 yang justru mengalami peningkatan 0,05 hari dari rata-rata lama menginap bulan September 2011 atau dari 1,79 hari pada bulan September 2011 menjadi 1,84 hari pada bulan Oktober 2011 (tabel 3).
Rata-rata lama menginap tamu asing bulan Oktober 2011 yang mencapai 2,44 hari, mengalami penurunan 0,15 hari dari rata-rata lama menginap tamu asing bulan Oktober 2010 yang mencapai 2,59 hari. Demikian pula dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia yang juga mengalami penurunan sekitar 0,01 hari atau dari 1,85 hari pada bulan Oktober 2010 menjadi 1,84 hari pada bulan Oktober 2011. Secara gabungan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada bulan Oktober 2011 yang mencapai 1,96 hari mengalami penurunan sekitar 0,04 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia periode yang sama tahun sebelumnya. 
 
Par7
 
Par8
 
3.   Rasio Tamu Asing Terhadap Tamu Indonesia Untuk Hotel Berbintang
Tamu yang menginap di hotel berbintang pada bulan Oktober 2011, sebagian besar adalah tamu Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia yang hampir seluruhnya dibawah satu. Rasio pada tabel 4 juga memberikan informasi bahwa industri perhotelan di Jakarta secara dominan ditunjang oleh wisatawan nusantara/wisnus. Selain itu, data pada tabel 4 menunjukkan bahwa rasio tamu asing terhadap tamu Indonesia mempunyai korelasi positif, searah dengan meningkatnya klasifikasi bintang dari kelompok hotel. Artinya, proporsi tamu asing yang menginap pada hotel berbintang, kecenderungannya semakin tinggi searah dengan peningkatan dari bintang kelompok hotel bersangkutan. 
 
Par9
 
 
Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 49/12/31/Th. XIII, 1 Desember 2011       


© 1995 - 2012 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map