Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 798

    PriMora:

    Mohon Penjelasan Segera secara Rinci dan Menyeluruh atas surat-surat keluhan kami yg telah berulangk...

    Bayu:

    butuh data mengenai jumlah etnis atau persentase etnis di wilayah jakarta baik kecamatan maupun kelu...

    Agus:

    Yang terhormat, Humas DKI Jakarta: Ya Allah...Kenapa sih kok Bangunan bermasalah yang saya laporkan ...

    Untung :

    saya dapat info dari beberapa sumber yg mengatakan bhw pempov DKI dlm thn ini akan mengadakan peneri...

    Elli:

    yth pemprov dki,Di jalan Baladewa,kel.tanah tinggi,kec.johar baru,jakartapusat.Setiap hari minggu so...

  

Penutup

Posted: Oct 20, 2011 Category: jakarta banjir
 

buku

Upaya mengatasi banjir dan kemacetan lalu-lintas di kota Jakarta sudah dimulai sejak zaman kolonial dulu. Jakarta sebagai kota pantai dan topografi sebagian kawasan yang lebih rendah dari air laut pasang, menyebabkan kota ini tidak luput dari banjir.

Dalam catatan sejarah, kota Jakarta secara berkala terus dilanda banjir. Tahun 1621, pada zaman VOC, kota Jayakarta direndam air. Kemudian disusul banjir besar tahun 1654 dan 1873. Pada periode terakhir, kota Jakarta diterpa banjir pada tahun 1979, 1996, 1999, 2002 dan puncaknya tahun 2007.

Prof Herman Van Breen, seorang arstistek Belanda, menyadari bahwa kota Batavia memang tidak bisa bebas dari banjir. Karena itu, Pemerintah Kolonial Belanda membangun Banjir Kanal Barat dan Pintu Air Manggarai. Usaha ini pun disadari, tidaklah akan menyelamatkan Jakarta dari banjir.

Masalah banjir dan dan kemacetan lalu-lintas, dua program utama Pemprov DKI Jakarta, Dalam upaya mengatasi banjir, Pemda DKI sudah melakukan berbagai usaha dalam mengendalikan banjir. Pemrov DKI sudah membangun Banjir Kanal Timur dan berbagai upaya lainnya untuk mengendalikan masalah banjir Jakarta. Kemudian membangun polder-polder dan pengerukan kali secara rutin dan berkala.

Terbaru, Gubernur Fauzi Bowo menyampaikan gagasan spektakuler untuk membangun tanggul raksasa di kawasan Jakarta Utara. Upaya ini dalam rangka menyelamatkan Jakarta dari bahaya banjir. Topografi Jakarta yang 40 persen dibawah air laut pasang, memang menjadi rentan terhadap banjir.

Kemudian kemacetan lalu-lintas, Pemda Pemprov DKI menciptakan transportasi publik yang modern, berkapasitas besar dan terintegrasi seperti mass rapid transit (MRT). Untuk tahapan pembangunan MRT sendiri, saat ini persiapannya telah selesai dan segera memasuki tahapan tender. Sesuai jadwal semula, pengerjaan fi sik mega proyek ini akan dimulai tahun 2012 mendatang.

Pemprov DKI juga menekan titik-titik rawan macet dengan menertibkan parkir-parkir liar, terminal bayangan, pak ogah, dan lain sebagainya. Serta berupaya menambah rasio jalan dengan membangun jalan susun dan memanfaatkan jalur jalan yang ada.

Kini Pemda DKI Jakarta tengah membangun jalan layang non tol (JLNT) di koridor Antasari – Blok M dan koridor Kampung Melayu – Tana Abang. Selain itu, juga terus menambahpengoperasian koridor bus Trans Jakarta dari 10 saat ini hingga mencapai targetnya yakni 15 koridor serta terus dilakukan penambahan jumlah armada.

Terhadap pengoperasian Busway, Pemda juga melakukan evaluasi untuk diterapkannya standar pelayanan bus Trans Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk menarik lebih banyak warga menggunakan moda transportasi umum itu dibanding kendaraan pribadi. Akhir tahun 2011 akan beroperasi Koridor XI jurusan Kampung Melayu-Pulo Gebang.

Kebijakan terbaru yang dilakukan, yakni pengaturan jam operasional truk di ruas jalan tol dalam kota. Kebijakan ini mendapatkan sambutan positif dari seluruh masyarakat Jakarta yang menikmati pertambahan kecepatan kendaraan pada ruas jalan tol dalam kota.

Angkutan umum massal MRT yang saat ini tengah diselesaikan detail engineering design untuk lintasan Lebakbulus hingga Dukuh Atas dan pelaksanaannya dimulai sebelum tahun 2012 dengan target operasi tahun 2016. Dilanjutkan dengan pembangunan jaringan MRT sampai ke utara kota maupun lintasan Timur - Barat.

sumber : Buku Obsesi Spektakuler Pemprov DKI Tanggul Raksasa Dari Kanal Sampai Bendungan laut


© 1995 - 2012 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map