Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2919

    Hary:

    Meminta Lahan Parkir Park And Ride di stasiun dengan tarif yang wajar bukan dengan hitungan perjam k...

    Ali:

    Terima Kasih untuk informasi yang diberikan, saya sebagai Warga Jelambar melihat ada proyek pembangu...

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

    Lady:

    situasi jalanan yang tidak tertib atau MEMBAHAYAKAN pengguna jalan seperti angkutan umum yang ugal2a...

    Lady:

    tidak bisa atau tidak mau membesarkan dengan kerja keras malah ikut menjerumuskan anaknya. Selain it...

  

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan Oktober 2011

Posted: Oct 03, 2011 Category: Inflasi
 

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN
DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2011 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,13 PERSEN

Pada bulan September 2011, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Lima kelompok mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,68 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,58 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen;  kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,09 persen. Sedangkan dua kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,65 persen; dan kelompok sandang sebesar 0,12 persen.

Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: angkutan udara sebesar 0,1148 persen; rokok kretek filter sebesar 0,0910 persen; cabe merah sebesar 0,0225 persen; beras sebesar 0,0186 persen; akademi/perguruan tinggi sebesar 0,0139 persen; celana panjang jeans sebesar 0,0104 persen; apel sebesar 0,0086 persen; bensin sebesar 0,0075 persen; upah pembantu RT sebesar 0,0069 persen; kontrak rumah sebesar 0,0061 persen; sewa rumah sebesar 0,0053 persen; kemeja panjang katun sebesar 0,0051 persen; celana panjang katun dan emping mentah masing-masing sebesar 0,0044 persen;  pisang dan tongkol masing-masing sebesar 0,0040 persen; gula pasir dan ikan mas masing-masing sebesar 0,0036 persen; dan parfum sebesar 0,0035 persen.
Inflasi yang terjadi bulan September ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan terutama sub kelompok transpor (tabel 3).









URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan September 2011 sebesar 150,85 dan bulan sebelumnya sebesar 151,83 sehingga mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,65  persen.    
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, enam sub kelompok mengalami penurunan indeks atau deflasi, yaitu: sub kelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 3,73 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 1,19 persen; sub kelompok sayur-sayuran sebesar 0,54 persen; sub kelompok kacang-kacangan sebesar 0,57 persen; sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 2,51 persen;  dan sub kelompok lemak dan minyak sebesar 0,20 persen. Sedangkan lima sub kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks atau inflasi yaitu:  sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,42 persen; sub kelompok ikan segar sebesar 0,65 persen; sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,66 persen; sub kelompok buah-buahan sebesar 0,58 persen;  dan sub kelompok bahan makanan lainnya sebesar 2,12  persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,11 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini antara lain: daging ayam ras sebesar 0,0748 persen; bawang putih sebesar 0,0305 persen; telur ayam ras sebesar 0,0236; bawang merah sebesar 0,0212 persen; tomat sayur sebesar 0,0114 persen; ayam hidup sebesar 0,0086 persen; bandeng sebesar 0,0046 persen; dan kelapa  sebesar 0,0045 persen. 

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan September 2011 adalah sebesar 139,80 dan bulan sebelumnya sebesar 139,00 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,58 persen. 
Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,04 persen; dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 3,38 persen. Sedangkan sub kelompok makanan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: rokok kretek filter sebesar 0,0910 persen; gula pasir sebesar 0,0036 persen; rokok putih sebesar sebesar 0,0034 persen; es sebesar 0,0027 persen; dan makanan ringan/snack sebesar 0,0003 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan September 2011  sebesar 122,37 dan bulan sebelumnya sebesar 122,26 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,09 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, semua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu: sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,11 persen; sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,01 persen; sub kelompok perlengkapan rumahtangga sebesar 0,01 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,26 persen.  
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: upah pembantu rumahtangga sebesar 0,0069 persen; kontrak rumah sebesar 0,0061 persen; sewa rumah sebesar 0,0053 persen; semen dan pembasmi nyamuk cair masing-masing sebesar 0,0010 persen; besi beton sebesar 0,0009 persen; korek api gas dan cat tembok masing-masing sebesar 0,0008 persen; serta pengharum dan pembersih lantai masing-masing sebesar 0,0006 persen.

4. Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan September 2011 adalah sebesar 136,47 dan bulan sebelumnya sebesar 136,63. Dengan demikian, kelompok ini  mengalami penurunan indeks atau deflasi sebesar 0,12 persen. Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,77 persen; dan sub kelompok sandang wanita sebesar 0,01 persen;  sub kelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan indeks. Sedangkahn sub kelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami deflasi sebesar 0,49 persen. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: emas perhiasan sebesar 0,0271 persen; baju kaos/T-shirt sebesar 0,0077 persen; dan celana panjang sersin sebesar 0,0003 persen. 

5. Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan September 2011 adalah sebesar 117,43 dan bulan sebelumnya sebesar 117,30. Dengan demikian, kelompok ini  mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,11 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,31 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu: sub kelompok jasa kesehatan; sub kelompok obat-obatan ; dan sub kelompok jasa perawatan. 
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: parfum sebesar 0,0035 persen, sabun mandi sebesar 0,0005 persen; hand body lotion sebesar 0,0004 persen; serta pasta gigi dan shampo masing-masing sebesar 0,0002 persen. 

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan September 2011 adalah sebesar   116,02 dan bulan sebelumnya sebesar 115,84. Dengan demikian, kelompok ini mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,16 persen.
Dari lima sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok pendidikan sebesar 0,43 persen. Sedangkan empat sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu: sub kelompok kursus-kursus/pelatihan; sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan; sub kelompok rekreasi; dan sub kelompok olahraga.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah: tarip sekolah Akademi/Perguruan sebesar 0,0139 persen. 

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan September 2011 adalah sebesar 108,90 bulan sebelumnya sebesar 108,16. Dengan demikian, kelompok ini mengalami kenaikan indeks atau inflasi sebesar 0,68  persen. 
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu sub kelompok  mengalami kenaikan indeks, yaitu: sub kelompok transpor sebesar 1,06 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman; sub kelompok  sarana dan penunjang transpor; dan sub kelompok jasa keuangan.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,11 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah : angkutan udara sebesar 0,1148 persen; bensin sebesar 0,0075 persen; dan bahan pelumas/oli sebesar 0,0001 persen.  



PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011

Pada bulan September 2011, dari 66 kota yang diteliti 45 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Singkawang sebesar 1,53 persen dan kota yang mengalami inflasi yang terrendah adalah kota Bogor sebesar 0,01 persen. Kota Jakarta menempati urutan tertinggi ke 39 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.   




Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 38/10/31/Th. XIII, 3 Oktober 2011    


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map