Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2996

    dewi:

    sangat memberatkan persayratan pemasangan baru maupun + daya listrik di jakarta karna IMB samapi 5 j...

    dewi:

    saya sudah tanya pembuatan IMB jakarta pusat kemayoran sebesar diatas 5 juta mohon tinjauannya benar...

    Agus:

    Yth,Admin" mau nanya Keputusan Gubernur No. 1653 Tahun 2010 Tentang : Pemberian Uang Insentif Ope...

    firman:

    Yth dinas perhubungan, kapan dibetulkan jembatan pejaten barat raya, di depan pejaten village yang l...

    firman:

    Yth Dinas PU DKI, tolong segera dikeruk sungai Ciliwung di kampung melayu. Mumpung air sedang surut,...

  

Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Triwulan II Tahun 2011

Posted: Aug 08, 2011 Category: Pertumbuhan Ekonomi
 

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA 
TRIWULAN II TAHUN 2011

I. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tahun 2011
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II/2011 bila dibandingkan dengan kondisi triwulan I/2011 (q to q) menunjukkan laju pertumbuhan positif. Pada triwulan II, hampir semua sektor mulai mengalami peningkatan kapasitas produksi kecuali di sektor pertambangan-penggalian dan sektor industri pengolahan. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan positif yang dicapai oleh hampir semua sektor ekonomi selama triwulan tersebut. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor konstruksi sebesar 3,9 persen. Setelah itu diikuti oleh pengangkutan-komunikasi sebesar 3,1 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 2,9 persen, sektor jasa-jasa sebesar 1,9 persen, sektor listrik-gas-air bersih sebesar 1,6 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 1,2 persen, dan sektor pertanian sebesar 1 persen. Sementara itu sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan-penggalian masing-masing terkontraksi sebesar minus 0,1 persen dan minus 2,8 persen. 


PDRB triwulan II/2011 bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya mencerminkan perubahan tanpa dipengaruhi oleh faktor musim. PDRB DKI Jakarta triwulan II/2011 jika dibandingkan dengan triwulan II/2010 (y on y) secara total tumbuh 6,7 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor pengangkutan-komunikasi, yakni sebesar 14,4 persen, kemudian diikuti oleh sektor  pertambangan-penggalian sebesar 12,6 persen, sektor konstruksi sebesar 9,0 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 7,2 persen, sektor jasa-jasa sebesar 6,5 persen, sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar 5,1 persen dan sektor listrik-gas-air bersih sebesar 4,7 persen. Sementara sektor industri pengolahan sebesar 1,7 persen dan sektor pertanian sebesar 1,5 persen. 


Secara kumulatif, PDRB DKI Jakarta semester pertama tahun 2011 tumbuh sebesar 6,7 persen dibandingkan dengan semester pertama tahun 2010. Sektor pertambangan-penggalian menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,6 persen, setelah itu diikuti oleh sektor pengangkutan-komunikasi (14,2 persen), sektor konstruksi (7,8 persen), sektor perdagangan-hotel-restoran (7,1 persen), dan jasa-jasa (6,4 persen).
Kajian lain yang menarik untuk dicermati adalah besarnya sumbangan masing-masing sektor dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta selama periode tertentu. Sektor-sektor ekonomi dengan nilai nominal besar tetap akan menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi meskipun pertumbuhan sektor yang bersangkutan relatif kecil. Begitu pula sebaliknya.
Pada triwulan II/2011, pertumbuhan yang capai oleh PDRB DKI Jakarta terutama didorong oleh sumber pertumbuhan yang diberikan oleh sektor pengangkutan-komunikasi, sektor perdagangan-hotel-restoran, kemudian diikuti oleh sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor konstruksi, sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan. 

II. Nilai PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan I dan II Tahun 2011 
PDRB DKI Jakarta mencerminkan kemampuan produksi dari sektor-sektor ekonomi yang ada di Jakarta tanpa memperhitungkan dari mana asal faktor produksi yang digunakan dalam proses produksinya. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi kemudian diperhitungkan menurut harga tahun dasar untuk dapat melihat pertumbuhan produksi secara riil. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan pengaruh harga pada besaran yang tercipta. 
PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada triwulan II/2011 adalah sebesar Rp 239,7 triliun, sedangkan pada triwulan I/2011 sebesar Rp 233,1 triliun, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 6,6 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, PDRB triwulan II/2011 mencapai Rp 104,2 triliun dan triwulan I/2011 adalah Rp 102,2 triliun.
Selama triwulan II/2011, berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar adalah sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan sebesar Rp 66,1 triliun, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar Rp 49,8 triliun, dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 37,5 triliun. Sedangkan berdasarkan atas harga konstan 2000, ketiganya menghasilkan nilai tambah masing-masing sebesar Rp 29,0 triliun untuk sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, Rp 22,8 triliun untuk sektor perdagangan-hotel-restoran, dan Rp 15,3 triliun untuk sektor industri pengolahan.


III. Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 dan Triwulan I - II Tahun 2011
Selama tahun 2010 perekonomian DKI Jakarta masih didominasi oleh sektor keuangan- real estat-jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Pada tahun 2010 ketiganya memberi kontribusi sebesar 64,2 persen. Secara umum, peranan ketiganya adalah 27,7 persen untuk sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, kemudian 20,7 persen untuk sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sekitar 15,7 persen untuk sektor industri pengolahan. 
Seperti halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I dan II Tahun 2011 juga masih didominasi oleh sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan, sektor perdagangan-hotel-restoran, dan sektor industri pengolahan. Pada triwulan II/2011 sektor keuangan-real estat-jasa perusahaan memberi kontribusi sebesar 27,6 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran sebesar 20,8 persen dan sektor industri pengolahan sebesar 15,6 persen. 


IV. PDRB menurut Pengeluaran Triwulan II Tahun 2011
Peningkatan PDRB pengeluaran selama triwulan II/2011 sangat dipengaruhi oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang naik sebesar Rp 4,6 triliun rupiah dibandingkan triwulan I/2011, dari Rp 82,4 triliun rupiah menjadi Rp 87,0 triliun rupiah. Selain itu komponen yang juga mempengaruhi peningkatan PDRB adalah komponen konsumsi pemerintah dari Rp 20,0 triliun selama triwulan I menjadi Rp 24,1 triliun selama triwulan II/2011.


Struktur PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta selama triwulan II/2011 terbesar pada komponen konsumsi rumah tangga sebesar 56,9 persen. Masih tingginya konsumsi rumah tangga ini disebabkan kebutuhan mendasar/primer yang tetap, ditambah naiknya harga selama triwulan II/2011. Selanjutnya komponen ekspor sebesar 54,4 persen, komponen PMTB sebesar 36,3 persen dan yang terkecil adalah komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 10,1 persen.


Laju pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta triwulan II/2011 terhadap triwulan I/2011 (q to q) sebesar 2,0 persen atau mengalami kenaikan dibanding triwulan I/2011 yang sebesar 0,2 persen. Dilihat secara komponen, laju pertumbuhan terbesar pada komponen konsumsi pemerintah sebesar 19,5 persen, komponen ini mengalami kenaikan dibandingkan triwulan I yang mengalami pertumbuhan minus 26,3 persen. Anggaran pemerintah yang mulai banyak dicairkan menjadi pendorong tumbuhnya komponen konsumsi pemerintah. Terbesar kedua adalah komponen PMTB sebesar 5,3 persen, komponen ini mengalami peningkatan laju pertumbuhan dibanding triwulan I yang terkontraksi minus 4,0 persen. Sedangkan laju pertumbuhan q to q terkecil berada pada komponen konsumsi rumah tangga yang mengalami pertumbuhan 1,9 persen, setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,8 persen.
Laju pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran Provinsi DKI Jakarta triwulan II/2011 terhadap triwulan II/2010 (y on y) adalah sebesar 6,7 persen. Secara komponen masing-masing  mengalami kenaikan di atas 5 persen. Laju pertumbuhan y on y terbesar pada komponen konsumsi pemerintah yang naik sebesar 14,2 persen, terbesar ke dua adalah komponen PMTB sebesar 11,1 persen, sedangkan pertumbuhan yang terkecil adalah komponen konsumsi rumah tangga yang sebesar 7,0 persen. Sementara Impor mengalami kenaikan dari 5,2 persen pada triwulan I menjadi 12,5 persen. Peningkatan yang tinggi pada komponen impor disebabkan oleh kebijakan pemerintah untuk membebaskan bea masuk bagi barang impor sehingga mengakselerasi masuknya barang-barang impor.


Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 33/08/31/Th. XIII, 5 Agustus 2011


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map