Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2973

    hendriko:

    ass.... humas DKI jakarta.. saya ingin membuat kk baru atau pisah kk dari mantan istri saya, tp saya...

    firman:

    Kepada bapak gubernur DKI yang terhormat, desain giant sea wall akan menambah banjir di jakarta utar...

    firman:

    Kepada bapak gubernur DKI yang terhormat, kasihan para nelayan nanti dengan adanya giant sea wall. d...

    Theresia:

    Nama Saya : Theresia Rumondang Nauli, NIK : 3173085410840004 (terbit 07 Agustus 2014, berlaku samp...

    Dian:

    Kepada yth Humas DKI, apakah syarat2 dari pembuatan surat keterangan riwayat tanah? karena saya keti...

  

Pemenang Tender MRT Diumumkan Pekan Depan

Posted: Aug 10, 2011 Category: Jakarta Kini
 

Setelah melalui proses prakualifikasi tender konstruksi fisik dan proses evaluasi, PT Mass Rapid Transit (MRT) mengaku telah mengantongi sejumlah nama kontraktor yang telah lolos proses prakualifikasi tender. Selanjutnya, PT MRT akan mengumumkan daftar nama perusahaan kontraktor yang lolos prakualifikasi pada pekan depan. Nantinya, sejumlah perusahaan kontraktor itu akan diundang mengikuti proses lelang fisik yang dibuka awal September mendatang.

Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta, Eddi Santosa mengatakan, pelaksanaan proses prakualifikasi sudah masuk dalam tahap finalisasi, yaitu menentukan nama-nama perusahaan kontraktor yang lolos seleksi prakualifikasi tender. Saat ini, daftar nama perusahaan itu masih ditangan panitia pelaksanaan prakualifikasi dan akan diserahkan ke Direksi PT MRT Jakarta untuk dinilai oleh pemberi pinjaman yakni, Japan International Corporate Agency (JICA).

“Proses prakualifikasi berjalan sesuai dengan jadwal yang telah kita tentukan. Saat ini, konsultan sedang mengevaluasi peserta prakualifikasi. Nanti setelah itu, akan diserahkan kepada JICA untuk diputuskan lolos atau tidaknya,” ujar Eddi Santosa, Selasa (9/8).

Tender konstruksi fisik MRT Jakarta, dikatakan Eddi direncanakan dimulai pada awal September nanti. Pelaksanaan tender ini akan memakan waktu yang cukup lama, karena menggunakan konsep desain dan bangun (design and build). Konsep itu mengharuskan kontraktor menawarkan penyelesaian desain yang belum selesai, artinya membuat proses perencanaan desain dasar menjadi konsep desain yang utuh.

Nantinya, kontraktor diberikan waktu selama 4 bulan untuk menyiapkan proposal teknis terkait hal tersebut. Kemudian, PT MRT Jakarta akan mengevaluasi selama dua bulan untuk menentukan pemenang lelang tersebut. Ditargetkan, pengumuman pemenang lelang dilakukan pada April 2012, dilanjutkan dengan persiapan kontrak kerja dan persyaratan administrasi pada Mei 2012. Lalu, pada Juli 2012 sudah bisa dimulai penggalian tanah untuk terowongan.

Untuk konstruksi diungkapkan Eddi, PT MRT Jakarta membagi paket pekerjaan fisik proyek MRT menjadi enam paket untuk dikerjakan 6 kontraktor. Paket itu terbagi dalam tiga paket fisik permukaan tanah dan tiga paket fisik bawah tanah. Tiga paket fisik permukaan tanah yaitu cp 101 yang dimulai dari Depo Lebakbulus hingga Fatmawati. Paket kedua yaitu cp 102 untuk pekerjaan fisik dari Blok M hingga Al-Azhar, dan paket ketiga cp 103 dari Patung Pemuda hingga Senayan.

Untuk paket fisik bawah tanah, PT MRT Jakarta membagi paket pekerjaan fisik cp 104 dari Senayan hingga Istora, paket cp 105 dari Setiabudi hingga Bendunganhilir, dan paket cp 106 mulai dari Dukuhatas hingga Bundaran HI.
Direktur Teknik PT MRT Jakarta, Rachmadi menegaskan, saat melakukan pengeboran tanah untuk terowongan, syarat mutlak yang harus dipenuhi kontraktor yakni harus tidak menimbulkan bising dan getaran yang bisa mengakibatkan keretakan tanah. “Itu menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi kontraktor. Kalau tidak, dia tidak akan lolos seleksi. Jadi mereka harus mengupayakan alat-alat yang tidak menimbulkan bising dan getaran,” kata Rachmadi.

Butuh Daya Listrik 100 MVA

Sementara itu, untuk mendukung operasional angkutan massal berbasis rel ini diperlukan daya listrik sebanyak 100 mega voltage ampere (MVA) untuk pengoperasian MRT koridor utara-selatan dengan rute Lebakbulus – Kampungbandan. Rinciannya, daya listrik sebesar 60 MVA untuk rute tahap I yakni, Lebakbulus - Bundaran HI dan 40 MVA untuk rute tahap II yakni, Bundaran HI – Kampungbandan.

Dikatakan Eddi, kebutuhan listrik sebesar itu seluruhnya akan dipasok oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). PLN sudah menyatakan setuju untuk memasok daya listrik untuk kebutuhan MRT dengan level tertinggi. “Sebab, pengoperasian MRT Jakarta harus memiliki kestabilan listrik. Sebab, kalau kereta tiba-tiba berhenti karena jaringan listrik putus, maka akan timbul kepanikan penumpang,” kata Eddi.

Untuk mencegah terjadinya jaringan listrik terputus dari pihak PLN, Eddi mengungkapkan, di dalam kereta subway itu telah dipasang alat yang mampu menyimpan cadangan listrik selama 10 menit. Dengan cadangan listrik itu, subway masih dapat berjalan hingga ke stasiun berikutnya, tanpa harus berhenti di tengah-tengah jalur. “Bila perkiraan waktu kedatangan (headway) di setiap stasiun sekitar lima menit, maka kereta masih bisa berjalan sampai dua stasiun berikutnya. Jarak antara stasiun berbeda-beda antara 1-2 kilometer,” ungkapnya. 



Reporter: lenny
Sumber  : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map