Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2757

    mochammad:

    sampai saat ini saluran air di pulogebang RT.4 RW.6 Cakung Jaktim masih Terlantar, saya akan report ...

    mochammad:

    sampai saat ini saluran air di pulogebang RT.4 RW.6 Cakung Jaktim masih Terlantar, saya akan report ...

    mochammad:

    sampai saat ini saluran air di pulogebang RT.4 RW.6 Cakung Jaktim masih Terlantar, saya akan report ...

    Alex:

    Yth. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, tolong dibantu, mengenai masalah TPS liar yang ada di ...

    Bayu:

    Saya sarankan di Indonesia ini memiliki hari libur nasional atau hari spesial untuk nostalgia/mengen...

  

DKI Peringatkan Pengusaha Hiburan Taati Peraturan Selama Bulan Ramadhan

Posted: Jul 05, 2011 Category: Jakarta Kini
 

Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta beserta unit-unit teknis terkait siap melaksanakan dan meningkatkan kualitas pengawasan terpadu kepada seluruh industri pariwisata khususnya bisnis hiburan yang berada di Jakarta.

Jumlah industri hiburan yang eksis di Jakarta saat ini berjumlah sekitar 1.129 entitas usaha. Kesiapan pengawasan terpadu tersebut untuk mendukung tugas-tugas pengawasan yang dilaksanakan baik di tingkat Provinsi, maupun di tingkat Kota Administrasi.

Penyelenggaraan bisnis hiburan pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini diharapkan semakin kondusif, dan mematuhi segala peraturan perundang-undangan  yang berlaku yakni Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisata dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 98 Tahun 2004 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri  Pariwisata di Provinsi DKI Jakarta.

"Kami minta seluruh pengusaha bisnis hiburan untuk mematuhi peraturan perundangan  yang berlaku dan mengamankan momentum Ramadhan ini lebih kondusif lagi, untuk dimanfaatkan dalam menyusun rencana bisnis ke depan yang lebih baik’. Maka untuk menghormati bulan Suci Ramadhan dan Hari raya Idul Fitri, penyelenggaraan industri pariwisata ditentukan sebagai berikut," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budhiman di Hotel Batavia Jakarta Barat, Selasa (5/7/2011).

Arie menambahkan penyelengaraan usaha pariwisata khusus untuk hiburan malam harus tutup satu hari sebelum bulan Ramadhan, selama bulan Ramadhan, pada Hari Raya Idul Fitri, dan satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri diantaranya club malam, diskotik, mandi uap, griya pijat dan permainan mesin keping jenis bola ketangkasan. "Usaha karoke dan musik hidup dapat menyelenggarakan kegiatan pada Bulan Ramadhan mulai pukul 20.30 Wib sampai dengan pukul 01.30 Wib," katanya.

Pembatasan jam operasional tersebut merupakan ketentuan dan komitmen yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak, karena mengacu kepada amanat Peraturan Daerah sebagai kebijakan tertinggi yang wajib dilaksanakan dan penyelenggaraan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dan untuk setiap penyelenggaraan usaha pariwisata harus mentaati ketentuan yang sudah ditetapkan diantaranya dilarang memasang reklame/poster/publikasi serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoakasi dan erotisme, Dilarang menimbulkan gangguan terhadap lingkungan, Dilarang menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun, Dilarang memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan/perjudian, peredaran dan pemakaian narkoba, Harus menghormati/menjaga suasana yang kondusif pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Mengharuskan setiap karyawan dan menghimbau pengunjung agar berpakaian sopan .

Sementara itu Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Efendi Anas, mengatakan pihaknya siap melaksanakan secara teknis aturan tersebut sesuai kententuan yang berlaku,"Kami sebagai aparat penegak Peraturan Daerah siap berkoordinasi untuk menjaga situasi dan kondisi  penyelenggaraan industri pariwisata pada Bulan Ramadhan tahun dan yang akan datang, yang bertujuan agar situasi Kota Jakarta tetap kondusif. Setiap orang yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan akan ditindak secara tegas tanpa terkecuali," katanya.


Dalam bidang keamanan saat bulan Ramadhan di wilayah Jakarta, Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Sutarman menambahkan pihaknya siap mengamankan kota, "Polda Metro siap mengamankan Kota Jakarta pada Bulan Ramadhan ini dan siap menindak tegas setiap masyarakat maupun ormas-ormas yang melakukan tindakan sweeping ataupun merazia tempat-tempat hiburan, karena hal itu merupakan kewenangan aparat penegak hukum yaitu pihak Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja" tegas Sutarman.

Pada acara tersebut juga didistribusikan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta No. 28/SE/2011 tanggal 15 Juni 2011 tentang waktu penyelenggaraan Industri pariwisata pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1432 H/ 2011 M dan untuk meningkatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas, maka telah disediakan Layanan Call Center 24 Jam, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta 021-5263921 & 021-5263924 serta Satpol PP 021-3500000 & 021-3822212.

Pelaku Dunia Pariwisata

Himbauan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta akan dipatuhi oleh industri hiburan yang eksis di Jakarta hal ini ditegaskan oleh Ketua Perhimpunan Pengusaha Rekreasi & Hiburan Umum Jakarta (PPRHUJ), Adrian Maelite, Semua tempat hiburan tutup, yang lainnya boleh buka dalam ketentuan.

"Ada yang tutup total dan ada yang diatur jam tayangannya dan ada yang boleh buka ditempat-tempat khusus. Pelaku bisnis dibidang ini supaya ada persiapan, bagi mereka yang tutup jadi mulai sekarang mempersiapkan hak & kewajiban karyawan yang akan diliburkan dan bagi mereka yang buka harus menepati aturan," katanya.



Reporter : Putri

Fotografer : Eka


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map