Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2996

    dewi:

    sangat memberatkan persayratan pemasangan baru maupun + daya listrik di jakarta karna IMB samapi 5 j...

    dewi:

    saya sudah tanya pembuatan IMB jakarta pusat kemayoran sebesar diatas 5 juta mohon tinjauannya benar...

    Agus:

    Yth,Admin" mau nanya Keputusan Gubernur No. 1653 Tahun 2010 Tentang : Pemberian Uang Insentif Ope...

    firman:

    Yth dinas perhubungan, kapan dibetulkan jembatan pejaten barat raya, di depan pejaten village yang l...

    firman:

    Yth Dinas PU DKI, tolong segera dikeruk sungai Ciliwung di kampung melayu. Mumpung air sedang surut,...

  

Gubernur Dukung Jalur Sepeda Pertama di DKI

Posted: Apr 27, 2011 Category: Jakarta Kini
 

Pada akhir Mei nanti, rencananya jalur sepeda pertama di ibu kota akan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Jalur itu membentang sepanjang 1,5 kilometer dari Taman Ayodya hingga kawasan Melawai. Sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta, peresmian jalur sepeda itu rencananya akan dikuatkan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang jalur sepeda tersebut. Saat ini, kondisi fisik pembangunan jalur sepeda Taman Ayodya-Melawai baru mencapai 40 persen.

“Saat ini, pembangunan jalur sepeda Taman Ayodya-Melawai baru mencapai 40 persen. Kami akui, pengerjaannya memang agak lambat karena dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Diharapkan akhir Mei ini sudah diresmikan dan bisa digunakan para pesepeda,” ujar Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan, Selasa (26/4). 

Syahrul yang juga Ketua Umum Komite Sepeda Indonesia (KSI) mengungkapkan, Pemkot Administrasi Jakarta Selatan dan KSI saat ini telah mengirimkan surat permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta. Ada dua hal penting yang tercantum dalam surat tersebut. Yang pertama, yakni peresmian jalur sepeda yang memiliki dasar hukum berupa SK Gubernur serta pemeliharaan jalur sepeda yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Dua permohonan yang kami sampaikan itu sudah disetujui Gubernur DKI Jakarta. Saat ini, proses penyusunan SK Gubernur tengah kami lakukan bersama Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekdaprov DKI Jakarta. Kami terus berkoordinasi,” kata Syahrul.

Pembangunan jalur sepeda pertama di ibu kota ini, dijelaskan Syahrul, tidak menggunakan anggaran dari APBD DKI Jakarta melainkan berasal dari dana hasil patungan para anggota KSI yakni sebesar Rp 500 juta. Bahan yang digunakan merupakan bahan khusus sehingga tidak mudah rusak akibat hujan atau panas. Kondisi jalan nantinya juga tidak akan cepat merusak ban sepeda dan terbuat dari bahan ramah lingkungan. Karena kekhususannya itu, mengakibatkan proses pengeringan jalan memakan waktu yang cukup lama. Ke depan, sambungnya, pihaknya juga akan mengembangkan jalur sepeda di kawasan lainnya yang memungkinkan. Tidak hanya itu, jalur sepeda Taman Ayodya-Melawai ini juga telah dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) DKI 2010-2030.

Kepala Sudin Tata Ruang Jakarta Selatan, Gamal Sinurat, mengatakan, penerapan jalur sepeda itu akan dijabarkan secara detail pada Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) setelah Raperda RTRW 2010-2030 disahkan menjadi Perda. Beberapa kawasan lainnya yang rencananya akan dibangun jalur sepeda antara lain, jalan di bawah JLNT Antasari-Blok M serta sepanjang Kanal Banjir Timur (KBT). Untuk mendukung keberadaan jalur sepeda, pihaknya juga sudah menyiapkan marka dan rambu jalan khusus sepeda. “Kami sudah menyiapkannya. Tinggal pasang saja jika jalur sepedanya selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tata Ruang DKI, Wiriyatmoko menuturkan, muatan Raperda RTRW juga mencoba merespon berbagai isu strategis pada saat ini dan masa mendatang. Isu itu di antaranya yakni, mengenai  transportasi yang terdiri atas angkutan umum massal, peningkatan kapasitas jaringan jalan, transit oriented development (TOD), dan jalur sepeda.

Kemudian pengendalian banjir yang menjadi bagian dari sistem prasarana sumber daya air, utilitas seperti drainase, limbah cair dan padat, energi, telekomunikasi dan air bersih serta perumahan dan pemukiman. Lalu, penyediaan dan pemanfaatan RTH, kenaikan muka laut, peningkatan kualitas wajah kota, dan penurunan permukaan tanah.

Reporter : lenny
Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map