Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2917

    Lady:

    meresahkan masyarakat, saya harapkan bisa menuangkannya dengan segera disini. Saya harapkan perhatia...

    Lady:

    situasi jalanan yang tidak tertib atau MEMBAHAYAKAN pengguna jalan seperti angkutan umum yang ugal2a...

    Lady:

    tidak bisa atau tidak mau membesarkan dengan kerja keras malah ikut menjerumuskan anaknya. Selain it...

    Lady:

    yang lebih muda dibanding saya. Saya sudah menolak secara halus tapi dia masih kokoh menyodorkan top...

    Lady:

    pemalas dan bisa melakukan tindakan kekerasan. Setahun lalu saya pernah dimintai uang receh oleh ana...

  

Pelayanan Pajak Kendaraan Drive Thru Bertambah

Posted: Jan 18, 2011 Category: Jakarta Kini
 

Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta melakukan terobosan untuk mendekatkan pelayanan pajak kepada wajib pajak. Terobosan itu dilakukan dengan membangun dua kantor pajak berkonsep drive thru--yang melayani wajib pajak dengan tetap menunggu di kendaraan.

Dua kantor pajak drive thru ini berada di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Timur, Jalan D.I. Panjaitan, dan Samsat Jakarta Utara, Jalan Gunung Sahari, yang bisa melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB). "Masing-masing di tempat itu ada dua loket, yaitu loket pendaftaran dan loket pembayaran," kata Iwan Setiawandi, Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, kemarin.

Total tempat membayar pajak bermodel drive thru di Jakarta saat ini ada empat buah sejak 2009. Dua tempat sebelumnya sudah dibangun pada akhir 2009 di Samsat Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot, dan kantor Samsat Jakarta Selatan di kawasan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Iwan menerangkan, konsep drive thru ini sebenarnya sama saja dengan prosedur membayar pajak kendaraan bermotor biasa. Misalnya, sebelum melakukan pembayaran, warga harus menyiapkan dulu fotokopi buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), surat tanda nomor kendaraan (STNK), kartu tanda penduduk (KTP), serta slip pajak. Hanya bedanya, prosesnya akan lebih cepat dan sederhana. "Kira-kira 15 menit-lah, tapi kalau tidak antre. Enaknya, pengendara bisa tetap di dalam mobil atau di atas sepeda motor."

Prosedurnya, Iwan melanjutkan, pengemudi kendaraan cukup membuka jendela kaca mobilnya dan mendatangi loket I untuk menyerahkan BPKB, STNK, dan KTP asli kepada petugas untuk melakukan input data. Selanjutnya, wajib pajak akan menuju loket II untuk membayar pajak yang sudah ditetapkan. "Yah, sama kayak McDonald's. Cara membelinya saja kan yang berbeda," tuturnya.

Terobosan ini dilakukan untuk mencapai target pendapatan pajak daerah yang ditetapkan dalam APBD DKI 2011, yaitu sebesar Rp 11,5 triliun. Sebelumnya, pada 2010, Dinas Pelayanan Pajak DKI juga telah melampaui target pendapatan sebesar Rp 11,65 triliun atau sekitar 110 persen dari target awal Rp 10,08 triliun.

Dengan konsep ini, wajib pajak tidak perlu datang lagi ke kantor pelayanan pajak untuk membayarkan PKB dan BBNKB. Patut diketahui, buat pemilik kendaraan yang belum balik nama--yang beli mobil bekas, misalnya--mereka harus melakukan balik nama dulu, baru bisa bayar di drive thru. "Tidak bisa langsung di sana," kata Iwan. HERU

TRIYONO

Sumber : korantempo.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map