Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2997

    Nori:

    Yth Pak Gubernur, Ke mana bisa melaporkan dengan cepat pelanggaran Perda Larangan Merokok. Banyak te...

    dewi:

    sangat memberatkan persayratan pemasangan baru maupun + daya listrik di jakarta karna IMB samapi 5 j...

    dewi:

    saya sudah tanya pembuatan IMB jakarta pusat kemayoran sebesar diatas 5 juta mohon tinjauannya benar...

    Agus:

    Yth,Admin" mau nanya Keputusan Gubernur No. 1653 Tahun 2010 Tentang : Pemberian Uang Insentif Ope...

    firman:

    Yth dinas perhubungan, kapan dibetulkan jembatan pejaten barat raya, di depan pejaten village yang l...

  

Keadaan Ketenagakerjaan Di DKI Jakarta Agustus 2010

Posted: Dec 01, 2010 Category: ketenagakerjaan
 

KEADAAN KETENAGAKERJAAN DI DKI JAKARTA AGUSTUS 2010

1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Angka Pengangguran

Struktur angkatan kerja di Provinsi DKI Jakarta pada bulan Agustus 2010 secara keseluruhan mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Agustus 2009. Pada bulan Agustus 2010,  jumlah angkatan kerja tercatat 5,27 juta orang, bertambah sebanyak 584,87 ribu orang bila dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 sebanyak 4,69 juta orang. Peningkatan angkatan kerja terjadi pada angkatan kerja laki-laki dan perempuan. Angkatan kerja laki-laki bertambah sebanyak 397,14 ribu orang yaitu dari 2.833,06 ribu orang pada tahun 2009 menjadi 3.230,20 ribu orang pada tahun 2010. Angkatan kerja perempuan mengalami peningkatan sebanyak 187,73 ribu orang, yaitu dari 1.854,73 ribu orang pada tahun 2009 menjadi 2.042,40 ribu orang (Tabel 1). Meningkatnya jumlah angkatan kerja selama periode Agustus 2009-Agustus 2010 di DKI Jakarta disebabkan kondisi perekonomian di DKI Jakarta sangat kondusif sehingga kesempatan berusaha pada beberapa lapangan usaha sangat menguntungkan. Bergeraknya roda lapangan usaha sangat didukung oleh jumlah tenaga kerja yang optimal.  Dengan demikian pada periode tersebut terjadi penyerapan tenaga kerja, serta meningkatnya jumlah pencari kerja.  
Seiring dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan. Penduduk yang bekerja bertambah dari 4,12 juta orang pada Agustus 2009 menjadi 4,69 juta orang pada Agustus 2010 atau terjadi peningkatan 571,37 ribu orang. Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja didominasi oleh kaum laki-laki. Peningkatan penduduk laki-laki yang bekerja sebesar 415,56 ribu orang yaitu dari 2.512,70 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 2.928,26 ribu orang pada Agustus 2010. Sementara pada penduduk perempuan yang bekerja terjadi peningkatan sebesar  155,81 ribu orang yaitu dari 1.605,69 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 1.761,50 ribu orang pada Agustus 2010.



Adanya peningkatan penduduk bekerja selama periode Agustus 2009-Agustus 2010 terutama disebabkan kondisi perekonomian di DKI Jakarta sudah mulai membaik, akibat terimbas krisis keuangan Global selama tahun 2008-2009. Sebagai implikasi dari peningkatan pertumbuhan ekonomi selama 2009-2010 adalah menguatnya kondisi ekonomi, khususnya pada awal Semester I. Perubahan kondisi perekonomian juga berdampak terhadap sektor formal seperti meningkatnya kebutuhan akan buruh/karyawan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) merupakan indikator yang menggambarkan persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha, atau mereka yang tergolong angkatan kerja namun tidak terserap dalam pasar kerja. Selama periode Agustus 2009-Agustus 2010, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 12,15 persen menjadi 11,05 persen. TPT laki-laki mengalami penurunan dari 11,31 persen menjadi 9,35 persen, sedangkan TPT perempuan relatif sedikit mengalami perubahan yaitu dari 13,42 persen menjadi 13,75 persen atau meningkat sebesar 0,33 persen. 
Secara absolut,  jumlah penganggur mengalami peningkatan sebesar 13,51 ribu orang yaitu dari 569,34 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 582,85 ribu orang pada Agustus 2010. Ditinjau menurut jenis kelamin, setahun terakhir terjadi penurunan jumlah penganggur laki-laki sebesar 18,42 ribu orang yaitu dari 320,36 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 301,36 ribu orang pada Agustus 2010, sedangkan jumlah penganggur perempuan secara absolut  mengalami peningkatan sebesar 31,93 ribu orang yaitu dari 248,98 ribu orang pada Agustus 2009 menjadi 280,91 ribu orang pada Agustus 2010.
Selama Agustus 2009-Agustus 2010 terjadi peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan indikator yang menggambarkan penduduk usia kerja yang terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi. Pada bulan Agustus 2010, TPAK Provinsi DKI Jakarta mencapai 67,83 persen. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,23 persen bila dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009 (66,60 persen). Jika dirinci menurut jenis kelamin TPAK laki-laki menurun dari 82,90 persen pada Agustus 2009 menjadi 82,35 persen pada Agustus 2010, sedangkan TPAK perempuan meningkat dari 51,21 persen pada Agustus 2009 menjadi 53,05 persen pada Agustus 2010.

2.  Lapangan Pekerjaan Utama

Penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha, dibedakan menurut tiga sektor utama yaitu sektor primer, sekunder dan tersier. Sektor primer merupakan sektor pertanian dan pertambangan, sektor sekunder merupakan agregat sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, serta sektor listrik, gas dan air. Sektor tersier merupakan gabungan sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi; sektor angkutan dan komunikasi; sektor keuangan dan jasa perusahaan; serta sektor jasa kemasyarakatan.



Tabel 2 memperlihatkan struktur penduduk yang bekerja menurut tiga sektor utama. Selama periode Agustus 2009–Agustus 2010, secara umum jumlah penduduk yang bekerja mengalami peningkatan. Pada Agustus 2010, jumlah penduduk bekerja pada sektor tersier tercatat 3.678,15 ribu orang, dan pada Agustus 2009 tercatat 3205,71 ribu orang, atau terjadi peningkatan sebanyak 472,44 ribu orang. Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja pada sektor ini sebagian besar berasal dari sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi;  sektor  lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan; serta sektor transportasi dan pergudangan. Jumlah penduduk yang bekerja pada sektor primer dan sektor sekunder juga mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 5,42 ribu orang, dan 93,51 ribu orang bila dibandingkan keadaan Agustus 2009.

3.  Status Pekerjaan

Kegiatan formal dan informal dapat dilihat berdasarkan pendekatan status pekerjaan. Dari enam kategori status pekerjaan utama, yang diklasifikasikan bekerja di sektor formal adalah status pekerjaan sebagai berusaha dengan dibantu buruh tetap dan sebagai buruh/karyawan. Empat status pekerjaan lainnya diklasifikasikan bekerja di sektor informal. Persentase penduduk yang bekerja di sektor formal baik Agustus 2009 maupun 2010 selalu lebih besar dibandingkan sektor informal, jumlahnya sekitar 60 persen. Pada bulan Agustus 2010, sekitar 62,09 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal, dan sisanya sebesar 37,91 persen bekerja pada kegiatan informal.



4.    Angkatan Kerja, Penduduk Bekerja dan Pengangguran menurut Kabupaten/Kota

Selama periode Agustus 2009 - Agustus 2010 terjadi perubahan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja pada seluruh kabupaten/kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta. Pada bulan Agustus 2010, angkatan kerja terbanyak terdapat di Kota Jakarta Timur yaitu 1.403,24 ribu orang, disusul Kota Jakarta Barat sebesar 1.303,66 ribu orang, dan Kota Jakarta Selatan yaitu 1.140,74 ribu orang. Sedangkan untuk Kabupaten Kepulauan Seribu, Kota Jakarta Pusat dan Kota Jakarta Utara angkatan kerjanya di bawah satu juta orang. Bila dilihat perkembangan angkatan kerja selama Agustus 2009-Agustus 2010 menurut kabupaten/kota administrasi, yang mengalami peningkatan tertinggi adalah Kota Jakarta Timur dan Kota Jakarta Barat, masing-masing sebesar 202,66 ribu orang dan 174,23 ribu orang.
Selama Agustus 2009-Agustus 2010 telah terjadi perubahan penduduk bekerja menurut kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta. Komposisi penduduk bekerja keadaan Agustus 2010 menurut kabupaten/kota yang terbanyak adalah Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Barat dan Kota Jakarta Selatan, masing-masing 1.220,42 ribu orang; 1.174,83 ribu orang; dan 1.027,43 ribu orang. Sedangkan untuk kabupaten/kota lainnya masih di bawah 900 ribu orang. Perkembangan penduduk bekerja selama Agustus 2009-Agustus 2010 menurut kabupaten/kota yang mengalami peningkatan terbanyak adalah Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Barat, dan Kota Jakarta Utara. Pada Agustus 2009, jumlah penduduk yang bekerja  di Kota Jakarta Timur tercatat 1.025,14 ribu orang atau terjadi peningkatan sebesar 195,28 ribu orang. Penduduk bekerja di Kota Jakarta Barat, pada bulan Agustus 2009 tercatat 1.020,29 ribu orang, terjadi peningkatan penduduk bekerja sebanyak 154,54 ribu orang. Sementara itu di Kota Jakarta Utara pada Agustus 2009, penduduk yang bekerja tercatat 682,59, terjadi peningkatan penduduk bekerja sebanyak 145,08 ribu orang.



Selama Agustus 2009-Agustus 2010 telah terjadi perubahan TPT menurut kabupaten/kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta. Tingkat pengangguran tertinggi terdapat di Kota Jakarta Timur yaitu 13,03 persen, disusul Kota Jakarta Utara dan Kota Jakarta Pusat masing-masing sebesar 11,15 dan 10,96 persen. Jika dilihat tren tingkat pengangguran menurut kabupaten/kota selama periode Agustus 2009-Agustus 2010 hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta mengalami  penurunan, kecuali Kota Jakarta Barat mengalami sedikit peningkatan dari 9,66 persen menjadi 9,88.


Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta No. 43/12/31/Th. XII, 1 Desember 2010


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map