Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2987

    Irwandi:

    Kepada Yth. Pemda DKI Saya ingin menanyakan : 1) apa perbedaan ijin usaha restoran dengan rumah ma...

    Ricky:

    Mohon bantuannya untuk mengecek pembangunan holland village yg berlokasi di kawasan cempaka putih (s...

    firman:

    Yth dinas perhubungan. Tolong dikaji penghapusan lampu merah ke 2 di pancoran arah mampang ke cawang...

    yudi:

    Yth. Gubernur DKI Kapan ada solusi untuk daerah Kayumanis Jaktim yg sampai saat ini belum ada penyel...

    richard:

    Dengan hormat; Saya hendak menanyakan kepada Pemprov DKI, mengapa ujian penterjemah tersumpah berhe...

  

DKI Tingkatkan Pembangunan di Kepulauan Seribu

Posted: Jul 26, 2010 Category: Jakarta Kini
 

Upaya mensejahterakan warganya melalui pembangunan terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Khusus untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, Pemprov DKI tengah menjalankan berbagai program prioritas, diantaranya pembangunan sarana transportasi laut melalui pembangunan pelabuhan, upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perubahan pola kerja masyarakat dalam mencari nafkah. Jika dulu masyarakat Pulau Seribu bekerja sebagai nelayan tradisional, ke depan akan diubah menjadi nelayan budidaya.

Khusus untuk pembangunan transportasi laut, pemprov saat ini tengah dalam proses penyelesaian pembangunan pelabuhan dengan kapasitas tampung lebih dari 50 kapal berbagai ukuran. Pelabuhan yang terletak di Muara Angke, Jakarta Utara ini nantinya akan semakin memudahkan perjalanan laut menuju berbagai pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. "Kita menargetkan, pelabuhan ini rampung pada 2012 mendatang," ujar Udar Pristono, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat jadi pembicara pada seminar di Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka, Sabtu (24/7).

Pembangunan pelabuhan Muara Angke, kata Udar, saat ini berjalan cukup lancar karena mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Buktinya, tahun ini saja, anggaran yang dikucurkan untuk meneruskan proyek tersebut mencapai Rp 45 miliar. Anggaran itu, digunakan untuk meneruskan pembangunan "breakwater" (pemecah ombak), dermaga dan ruang penumpang. Khusus untuk pembangunan breakwater sendiri, saat ini prosesnya telah mencapai panjang 840 meter. Ditargetkan pada 2012 mendatang, breakwater yang dibangun mencapai 1.420 meter seperti yang direncanakan.

Ia juga mengungkapkan, selain breakwater, fasilitas lain yang juga terus dikebut pembangunannya, ialah dermaga untuk pelabuhan. Saat ini, panjang dermaga yang sudah dibangun, mencapai 132,5 meter dan terus dilanjutkan karena target akhir yang harus dicapai adalah 480 meter.

Sedangkan total lahan yang sedang dikembangkan di Muara Angke, ungkap Udar, seluas 3 hektar. Dengan pembangunan kembali disana, diharapkan nuansa kumuh yang melekat kuat pada Muara Angke selama ini bisa terkikis secara perlahan. Fasilitas terminal angkutan umum yang terintegrasi dengan pelabuhan juga akan diperbaiki dengan sentuhan moderen yang bisa mengundang rasa betah bagi orang saat berada disana. "Selain pelabuhan, di dekat pelabuhan juga akan ada terminal angkutan darat yang terintegrasi," tandasnya.

Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu, Burhanuddin, mengatakan, sarana transportasi yang selama ini diandalkan warga untuk berlalulintas dari dan menuju pulau, dirasa masih sangat tertinggal. Namun, karena tidak ada pilihan lagi, warga masih tetap menggunakan Muara Angke sebagai pelabuhan utama.

Dengan dibangunnya kembali Muara Angke sendiri, Burhanuddin berharap warga dari luar pulau yang terbiasa menyeberang dengan melalui Dermaga Marina di Ancol, bisa segera beralih. Fakta tersebut memang sungguh menggelikan mengingat selama ini banyak warga yang enggan masuk ke Muara Angke karena kawasan tersebut masih dianggap kumuh.

Untuk itu, Burhanuddin optimis jika revitalisasi Pelabuhan Muara Angke selesai dilakukan, penambahan penumpang bisa akan terjadi. Hal itu, karena penumpang akan mendapat kenyamanan dengan bangunan fisik yang baru. "Diharapkan juga penumpang yang biasa menyeberang dari Marina Bay Ancol, bisa ikut pindah dan menggunakan Muara Angke sebagai pelabuhan utamanya," terangnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruhyani, mengatakan sangat optimis jika proyek revitalisasi Muara Angke selesai dilakukan, lalu lintas antar pulau juga bisa ikut membaik. Jika itu sudah terjadi, target untuk mengembangkan budaya laut yang sudah dicanangkan bisa ikut dicapai juga. Salah satunya target memelihara terumbu karang yang rusak. "Saya berharap proyek ini tidak berhenti. Karena sangat vital bagi penduduk di sini," ucapnya.

Reporter: purwoko
Sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map