Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 2749

    mochammad:

    sampai saat ini pembuatan saluran air di pulogebang rt.4 rw.6 cakung jaktim masih terlantar...

    Rafly:

    Selamat Siang Admin Pemda DKI, Saya mau menginformasikan mengenai keluhan warga disekitar tempat ti...

    Agung:

    Dear Admin, saya mau bertanya mengenai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Secara kebetulan saat ini say...

    Bayu:

    Sebaiknya mulai sekarang harus ada peraturan tentang kendaraan yang memakai lampu berwarna putih yan...

    firmanto:

    Rasanya naif jika hal tersebut akan dilakukan lagi, ke warga yang lain. Bagaimana nasib saya sebagai...

  

DKI Segera Luncurkan Sistem Perizinan Satu Pintu

Posted: Jun 09, 2010 Category: Jakarta Kini
 

Untuk meningkatkan iklim investasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus melakukan pembenahan mengenai perizinan usaha investasi. Baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan International Finance Cooperation (IFC), dimana nantinya Pemprov DKI menata ulang proses perizinan investasi melalui satu pintu. Sejatinya, penataan ulang ini sudah rampung dan rencananya sistem tersebut akan diluncurkan secara resmi sebelum bulan suci Ramadhan tahun 2010 ini. Kota Jakarta Pusat akan dijadikan proyek percontohan untuk penerapan sistem baru tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, Pemprov DKI memperketat penerapan sistem penyederhanaan izin usaha penanaman modal di Jakarta. Yaitu dengan melakukan evaluasi dan menata ulang sistem proses perizinan satu pintu yang saat ini masih dinilai lamban dan berbelit dalam pelaksanaannya. “Sekarang sistem perizinan penanaman modal masih tersebar. Karena itu Pemprov menata ulang proses perizinan menjadi satu pintu, sehingga dapat mempersingkat waktu perizinan tersebut,” kata Fauzi Bowo usai bertemu dengan International Finance Corporation (IFC) di Balaikota DKI, Selasa (8/6).

Evaluasi dan penataan tersebut melibatkan IFC yang membantu Pemprov DKI dalam menyusun dan menerapkan sistem perizinan satu pintu tersebut. Dalam sistem tersebut akan terlihat efisiensi waktu dan prosedur perizinan karena telah disederhanakan. Sehingga para investor dengan mudah dan cepat mendapatkan izin yang diperlukan. Salah satunya, membangun pusat pelayanan izin usaha di masing-masing wilayah DKI Jakarta.

Program Coordinator Investments Climate Advisory Services IFC, Farida Lasida Adji, mengatakan, penyederhanaan izin penanaman modal di Jakarta akan dibagi dalam tiga paket yaitu proses perizinan selama 10 hari, 25 hari, dan 38 hari. “Pembagian paket tersebut ditetapkan sesuai dengan jenis usaha yang diajukan. Semakin kompleks jenis izin usaha yang diajukan maka semakin lama prosesnya,” kata Farida.

Dengan penataan ulang sistem izin usaha itu, juga memungkinkan pemohon izin usaha mengajukan izin sekaligus untuk penerbitan izin usaha dan izin yang terkait pendukung usaha itu sendiri.

Asisten Perekonomian dan Administrasi Daerah DKI, Hasan Basri Saleh, menerangkan, dengan penataan konsep perizinan satu pintu itu, diharapkan dapat mendongkrak sumbangan sektor penanaman modal pada perekonomian di Jakarta yang selama ini memberikan kontribusi sebesar 16,5 persen pada produk domestik regional bruto (PDRB) DKI setiap tahun.

Penerapan sistem penyederhanaan izin usaha itu akan diperkuat dengan diterbitkannya peraturan daerah terkait izin usaha dan penanaman modal di Jakarta tahun ini. Sehingga realisasi penerapan sistem bisa berlaku secara merata dan pelaksanaannya bisa sesuai target yang diharapkan. “Tak hanya itu, perda itu dapat menarik minat pengusaha karena mendapatkan kemudahan izin usaha dan percepatan proses penyelesaian izin usaha tersebut. Dengan begitu membantu memudahkan mereka dalam merealisasikan rencana bisnisnya,” kata Hasan.
sumber : beritajakarta.com


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map