Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 3027

    bambang:

    halo, alamat untuk pelayanan pendaftaran hak cipta dan SNI merk saya http://pengrajinkarpet.com di d...

    Rizki:

    Salam Persatuan Merdeka!, saya mengucakan selamat atas pelantikan Gebenur DKI Jakarta Bapak Basuki "...

    ismail:

    Yth. Pemprov DKI. kenapa pertanyaan saya mengenai syarat pecah PBB tgl 05-11-2014 belum ada tanggapa...

    firman:

    bendungan di jakarta bernama JEMBATAN. ambil contoh lagi di tendean. Jembatan di samping sekolah. be...

    firman:

    Yth Pak Ahok, saya kira ada banjir di kampung pulo dan rawajati disebabkan karena jembatan. Coba per...

  

Kantor Berita ANTARA

Posted: Aug 13, 2009 Category: Cagar Budaya
 

 

 

NamaBangunan Baru :

Kantor Berita ANTARA

Nama Bangunan Lama :

Algemeen Neiwsen Telegraaf Agentschap (ANETA) /

Kantor Berita YASHIMA

Alamat :

Jln. Antara No. 57
Kel. Pasar Baru

Wilayah :

Kec. Sawah Besar
Jakarta Pusat (Jakarta 10710)

Pemilik :

LKBN ANTARA

Keterangan Ringkas :

Dibangun pada awal abad 20, semula bangunan ini dan sebelahnya merupakan kantor berita Belanda ANETA. Lembaga kantor berita Nasional (LKBN) Antara yang didirikan pada tgl 13 Desember 1937 oleh Adam Malik, Pandoe Kartawiguna, Sumanang dkk berkantor di Jln. Pinangsia No. 30 (Buitentijgerstraat). ANTARA maksudnya sebagai jembatan antara rakyat dan Pemerintah yang membawa misi perjuangan. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) ANTARA menjadi bagian dari kantor berita Jepang YASIMA dan berkantor di ANETA YASIMA yang kemudian berganti nama DOMEI. Setelah Jepang kalah, terjadi Agresi Belanda, kantor berita ANTARA (DOMEI) pindah ke Yogyakarta dan kantor tersebut sebagai kantor ANTARA Cabang Jakarta. Pada tahun 1947 masa agresi Belanda gedung ini dibagi-bagi oleh Belanda kepada perusahaan Fa Li Liong (No. 59) dan Apotheek van Gorkom (No. 61), bulan November 1947 gedung No. 57 dikembalikan kepada Kantor Berita ANTARA, pada tanggal 29 September 1954 Kantor Berita ANTARA minta kepada Walikota Jakarta agar gedung tersebut diserahkan kepada mereka. Tgl 4 April 1959 Menteri P dan K, Priyono dalam S.K. No. 35567 menyatakan bahwa gedung Jl. Antara No. 59 dan 61 sebagai gedung bersejarah. Tgl 16 Agustus 1961 Gubernur Jakarta Raya dr. Soemarno Sastroatmodjo dalam S.K. No. 146471 memutuskan gedung tersebut sebagai gedung bersejarah yang harus di kuasai Kota Praja Jakarta Raya. Pada tahun 1961 gedung tersebut digunakan kembali oleh LKBN ANTARA sebagai Lembaga Pendidikan Jurnalistik ANTARA, dan dibagian belakang digunakan sebagai percetakan untuk intern LKBN ANTARA. Sekarang difungsikan sebagai Museum Fotografi.

Arsitektur : Gaya Vernacular (Penerapan dua tower pada tampak muka ).

Golongan : B.

Sumber : Dinas Pariwisata Dan kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.


© 1995 - 2014 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map