
Acare Kebesaran
| Posted: Jan 14, 2010 Category: Pengantin Betawi |
Jakarta.go.id - Acare Kebesaran adalah merupakan puncak pesta perkawinan di mana pada saat ini kedua mempelai bersanding di puade. Upacara berlangsung pada hari minggu dimulai sekitar jam sepuluh pagi. Kedatangan penganten laki-laki kali ini tidak dirudat atau di arak lagi melainkan hanya diantar oleh teman-temannya dan beberapa pasang wakil pihak keluarganya.
Sementara itu pengantin perempuan sejak pagi-pagi didandani dengan Dandanan Care None Penganten Cine atau Rias Besar. Sambil dirias ia diberi pesan agar sewaktu duduk bersanding tidak berbicara dengan suaminya, meskipun si Tuan Mantu telah resmi menjadi suaminya sejak hari jum'at (Aqad Nikah). Karena hal tersebut dilarang oleh aturan adat.
Pengantin perempuan atau none Pengantin seluruh bagian kepalanya ditutup dengan kerudung pengantin yang dibuat dari kain tule halus. Ia dituntun oleh Tukang Piare Penganten menuju taman pengantin dan duduk di puade menanti kedatangan pengantin laki-laki.
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa kedatangan pengantin laki-laki tidak dirudat atau di arak lagi begitu pula halnya pihak pengantin perempuan tidak mengadakan acara penyambutan khusus. maka segera setelah pengantin laki-laki datang ia diturunkan oleh Tukang Piare Pengantin untuk dipertemukan dengan istrinya. Setelah berdekatan pengantin perempuan yang duduk di puade diajak berdiri oleh Tukang Piare Pengantin untuk menyambut suaminya. Si pengantin laki-laki memberi salam sambil menyembah menyerahkan sirih dare dan dibalas oleh pengantin perempuan sambil menerima sirih dare tersebut yang kemudian diserahkannya kepada Tukang Piare
pengantin. Pada saat ini kerudung pengantin perempuan telah dilepaskan dan Tukang Piare Pengantin membimbingnya untuk mencium tangan pengantin laki-laki.
Setelah selesai serah terima sirih dare kedua mempelai duduk dikursi penganti atau puade masing-masing mengenakan pakaian dandanan Care None Pengantin Cine dan Penganten Dandanan Care Haji. Pesta kebesaran ini berlangsungseharian dan dilanjutkan pada malam harinya dengan acara hiburan atau kesenian.
Penganten Sundel Mayang
Sebagaimana telah diketahui bahwa pesta pengantin dilaksanakan baik ditempat pengantin perempuan maupun dikediaman pengantin laki-laki. Apabila pelaksanaan acara pesta kebesaran waktu atau harinya bersaman maka si pengantin perempuan akan dipinjam beberapa jam lamanya untuk disandingkan dengan pengantin laki-laki pada pesta yang berlangsung dirumah kediamannya. Setelah acara tersebut yang biasanya berlangsung kurang lebih dua jam, si pengantin perempuan akan dikembalikan lagi ketempat bpesta ditempat orang tuanya, dengan diantar oleh pihak keluarga laki-laki.
Acara pinjam pengantin perempuan ini disebut Penganten Sundel Mayang yang digambarkan sebagai berikut : Dari saat pengantin perempuan dibawa dari pelaminan atau taman pengantin ketempat tujuan yaitu ketempat pesta keluarga pengantin laki-laki, si pengantin perempuan dilarang menginjak tanah. hal ini sebagai ungkapan bahwa si pengantin perempuan telah ditangas, dirinya dalam keadaan suci bersih.
Untuk keperluan dan untuk memenuhi syarat tersebut si pengantin perempuan akan didudukkan di atas sebuah kursi kemudian di gotong ketempat tujuan. Sementara pengantin perempuan di gotong diatas kursi pengantin laki-laki berjalan kaki mendampinginya.
Seandainya perjalanan itu lebih jauh maka acara gotong pengantin prempuan tersebut cukup sampai kekendaraan yang telah disiapkan untuk kemudian membawanya ke tempat tujuannya.

referensi : Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Penganti Betawi, 1989
sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta






