Jakarta.go.id
  •  •  English
  •  •  Login
  •  •  Signup
  • Balai Warga 1132

    mohammad:

    yth,..HUMAS DKI, beberapa warga kami belum memiliki surat rumah dan PBB,.bagaimana cara mengurusnya...

    mohammad:

    YTH. humas dki , sy pengurus yayasan madrasah ibt nurhidayah,membuat ijin pengesahan yayasan kami da...

    aris:

    yth. bpk humas dki. Saya sebagai pendatang ingin ikut membantu terciptanya jakarta yg nyaman tp, se...

    INDRA:

    Saya guru honorer dari SDN Pinang Ranti 10 Pagi siap mendukung sepenuhnya Bang Foke untuk terpilih k...

    Zulkifli:

    mohon ijin, kok pergub nomor 86 tahun 2012 tentang kpa tidak ada di daftar produk hukum? mohon penje...

  

Wayang Si Ronda

Posted: Oct 01, 2009 Category: Wayang
 

wayangCiri umumnya sama, tetapi terdapat perbedaan dalam hal tempat pergelaran. Kalau lenong preman dipentaskan diatas panggung yang sengaja dibuat untuk itu, Wayang Si Ronda bermain diatas tanah, seperti ubrug, blantek dan topeng pada masa-masa yang lalu wayang si ronda hanya menggunakan sebuah layar yang terutama berfungsi sebagai penghalang antara pentas dengan bagian belakang panggung yang digunakan untuk berganti pakaian, berias dan duduk-duduk pemain sambil menunggu giliran maju ke pentas. Beberapa tokoh lenong sekarang, seperti Samad Modo, Amsar, Imah, Kami dan banyak lagi yang lain, pada waktu masih ada lenong jenis ini, biasa bermain sebagai panjak Wayang si ronda. Penyebaran wayang si ronda terbatas di daerah pinggiran seperti di Kelapa Dua, di Parung dan di Kresek, Tangerang.

 

 

 

 

referensi :DINAS KEBUDAYAAN DAN PERMUSEUMAN PROPINSI DKI JAKARTA, Ikhtisar Kesenian Betawi, 2003

sumber :DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN


© 1995 - 2012 Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta
Jl. Medan Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt 1 Telp: (+6221)3822255 Fax: (+6221)3822255 email: dki@jakarta.go.id | site map